Post View:
Tampilkan postingan dengan label Kategori Cerita Melankolis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kategori Cerita Melankolis. Tampilkan semua postingan

Cerpen Sedih, Janji Terakhir

Jumat, 19 Oktober 2012

Pagi ini dia datang menemuiku, duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku benar-benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat, penuh harap dan selalu membuatku bisa memaafkannya. Aku sadar, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia., meski dia sering menyakiti hatiku dan membuatku menangis. Tidak hanya itu, akupun kehilangan sahabatku, aku tidak peduli dengan perkataan orang lain tentang aku. Aku akan tetap memaafkan Elga, meskipun dia sering menghianati cintaku.

“Aku gak tau harus bilang apa lagi, buat kesekian kalinya kamu selingkuh! Kamu udah ngancurin kepercayaan aku!”

Aku tidak sanggup menatap matanya lagi, air mataku jatuh begitu deras menghujani wajahku. Aku tak berdaya, begitu lemas dan Dia memelukku erat.

“Maafin aku Nilam, maafin aku! Aku janji gak akan nyakitin kamu lagi. Aku janji Nilam. Aku sayang kamu! Please, kamu jangan nangis lagi!”

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain memaafkannya, aku tidak ingin kehilangan Elga, aku sangat mencintainya.

Malam ini Elga menjemputku, kami akan kencan dan makan malam. Aku sengaja mengenakan gaun biru pemberian Elga dan berdandan secantik mungkin. Kutemui Elga di ruang tamu, Dia tersenyum, memandangiku dari atas hingga bawah.

“Nilam, kamu cantik banget malam ini.”

“Makasih. Kita jadi dinner kan?”

“Ya tentu, tapi Nilam, malam ini aku gak bawa mobil dan mobil kamu masih di bengkel, kamu gak keberatan kita naik Taksi?”

“Engga ko, ya udah kita panggil Taksi aja, ayo.”

Dengan penuh semangat aku menggandeng lengan Elga. Ini benar-benar menyenangkan, disepanjang perjalanan Elga menggenggam erat tanganku, aku bersandar dibahu Elga menikmati perjalanan kami dan melupakan semua kesalahan yang telah Elga perbuat padaku.

Kami berhenti disebuah Tenda di pinggir jalan. Aku sedikit ragu, apa Elga benar-benar mengajakku makan ditempat seperti ini. Aku tahu betul sifat Elga, dia tidak mungkin mau makan di warung kecil di pinggir jalan.

“Kenapa El? Mienya gak enak?”

“Enggak ko, mienya enak, Cuma panas aja. Kamu gak apa-apa kan makan ditempat kaya gini Nilam?”

“Enggak. Aku sering ko makan ditempat kaya gini. Mie ayamnya enak loch. Kamu kunyah pelan-pelan dan nikmati rasanya dalam-dalam.”

Aku yakin, Elga gak pernah makan ditempat kaya gini. Tapi sepertinya Elga mulai menikmati makanannya, dia bercerita panjang lebar tentang teman-temannya, keluarganya dan banyak hal.
Dua tahun bersama Elga bukan waktu yang singkat, dan tidak mudah untuk mempertahankan hubungan kami selama ini. Elga sering menghianati aku, bukan satu atau dua kali Elga berselingkuh, tapi dia tetap kembali padaku. Dan aku selalu memaafkannya, itu yang membuatku kehilangan sahabat-sahabatku. Mereka benar, aku wanita bodoh yang mau dipermainkan oleh Elga. Meskipun kini mereka menjauhiku, aku tetap menganggap mereka sahabatku.

Selesai makan Elga Nampak kebingungan, dia mencari-cari sesuatu dari saku celananya.

“Apa dompetku ketinggalan di Taksi?”

“Yakin di saku gak ada?”

“Gak ada. Gimana dong?”

“ya udah, pake uang aku aja. Setiap jalan selalu kamu yang traktir aku, sekarang giliran aku yang traktir kamu. Ok!”

“ok. Makasih ya sayang, maafin aku.”

Saat di kampus, aku bertemu dengan Alin dan Flora. Aku sangat merindukan kedua sahabatku itu, hampir empat bulan kami tidak bersama, hingga saat ini mereka tetap sahabat terbaikku. Saat berpapasan, Alin menarik tanganku.

“Nilam, kamu sakit? Ko pucet sich?”

Alin bicara padaku, ini seperti mimpi, Alin masih peduli padaku.

“Engga, Cuma capek aja ko Lin. Kalian apa kabar?”

“Jelas capek lah, punya pacar diselingkuhin terus! Lagian mau aja sich dimainin sama cowok playboy kaya Elga! Jangan-jangan Elga gak sayang sama kamu? Ups, keceplosan.”

“Stop Flo! Kasian Nilam! Kamu kenapa sich Flo bahas itu mulu? Nilam kan gak salah.”
“Udah dech Alin, kamu diem aja! Harusnya kamu ngaca Nilam! Kenapa kamu diselingkuhin terus!”

Flora bener, jangan-jangan Elga gak sayang sama aku, Elga gak cinta sama aku, itu yang buat Elga selalu menghianati aku. Selama ini aku gak pernah berfikir ke arah sana, mungkin karena aku terlalu mencintai Elga dan takut kehilangan Elga. Semalaman aku memikirkan hal itu, aku ragu terhadap perasaan Elga padaku. Jika benar Elga tidak mencintaiku, aku benar-benar tidak bisa memaafkannya lagi.

Meskipun tidak ada jadwal kuliah, aku tetap pergi ke kampus untuk mengerjakan tugas kelompok. Setelah larut malam dan kampus sudah hampir sepi aku pun pulang. Saat sampai ke tempat parkir, aku melihat Elga bersama seorang wanita. Aku tidak bisa melihat wajah wanita itu karena dia membelakangiku. Mungkin Elga menghianatiku lagi. Kali ini aku tidak bisa memaafkannya. Mereka masuk ke dalam mobil, aku bisa melihat wanitaitu, sangat jelas, dia sahabatku, Flora….

Sungguh, aku benar-benar tidak bisa memaafkan Elga. Akan ku pastikan, apa Elga akan jujur padaku atau dia akan membohongiku, ku ambil ponselku dan menghubungi Elga.

“Hallo, kamu bisa jemput aku sekarang El?”

“Maaf Nilam, aku gak bisa kalo sekarang. Aku lagi nganter kakak, kamu gak bawa mobil ya?”

“Emang kakak kamu mau kemana El?”

“Mau ke…, itu mau belanja. Sekarang kamu dimana?”

“El! Sejak kapan kamu mau nganter kakak kamu belanja? Sejak Flora jadi kakak kamu? Hah?!!”

“Nilam, kamu ngomong apa sayang? Kamu bilang sekarang lagi dimana?”

“Aku liat sendiri kamu pergi sama Flora El! Kamu gak usah bohongin aku! Kali ini aku gak bisa maafin kamu El! Kenapa kamu harus selingkuh sama Flora El? Aku benci kamu! Mulai sekarang aku gak mau liat kamu lagi! Kita Putus El!”

“Nilam, ini gak…….”

Kubuang ponselku, kulaju mobilku dengan kecepatan tertinggi, air mataku terus berjatuhan, hatiku sangat sakit, aku harus menerima kenyataan bahwa Elga tidak mencintaiku, dia berselingkuh dengan sahabatku.

Beberapa hari setelah kejadian itu aku tidak masuk kuliah, aku hanya bisa mengurung diri di kamar dan menangis. Beruntung Ibu dan Ayah mengerti perasaanku, mereka memberikan semangat padaku dan mendukung aku untuk melupakan Elga, meskipun aku tau itu tak mudah. Setiap hari Elga datang ke rumah dan meminta maaf, bahkan Elga sempat semalaman berada di depan gerbang rumahku, tapi aku tidak menemuinya. Aku berjanji tidak akan memafkan Elga, dan janjiku takan kuingkari, tidak seperti janji-janji Elga yang tidak akan menghianatiku yang selalu dia ingkari.

Hari ini kuputuskan untuk pergi kuliah, aku berharap tidak bertemu dengan Elga. Tapi seusai kuliah, tiba-tiba Elga ada dihadapanku.

“Maafin aku Nilam! Aku sama Flora gak ada hubungan apa-apa. Aku Cuma nanyain tentang kamu ke dia Nilam!

“Kita udah putus El! Jangan ganggu aku lagi! Sekarang kamu bebas! Kamu mau punya pacar Tujuh juga bukan urusan aku!”

“Tapi Nilam…..”

Aku berlari meninggalkan Elga, meskipun aku sangat mencintainya, aku harus bisa melupakannya. Elga terus mengejarku dan mengucapkan kata maaf. Tapi aku tak pedulikan dia, aku semakin cepat berlari dan menyebrangi jalan raya. Ketika sampai di seberang jalan, terdengar suara tabrakan, dan…………

“Elgaaaa…..”

Elga tertabrak mobil saat mengejarku, dia terpental sangat jauh. Mawar merah yang ia bawa berserakan bercampur dengan merahnya darah yang keluar dari kepala Elga.

“Elga, maafin aku!”

“Nilam. Ma-af ma-af a-ku jan-ji jan-ji ga sa-ki-tin ka-mu la-gi a-ku cin-ta ka-mu a-ku ma-u ni-kah sa-ma kam……”

“Elgaaaaaa……”

Elga meninggal saat itu juga, ini semua salahku, jika aku mau memaafkan Elga semua ini takan terjadi. Sekarang aku harus menerima kenyataan ini, kenyataan yang sangat pahit yang tidak aku inginkan, yang tidak mungkin bisa aku lupakan. Elga menghembuskan nafas terakhirnya dipelukanku, disaat terakhir dia berjanji takan menyakitiku lagi, disaat dia mengatakan mencintaiku dan ingin menikah denganku. Dia mengatakan semuanya disaat meregang nyawa ketika menahan sakit dari benturan keras, ketika darahnya mengalir begitu deras membasahi aspal jalanan.
Rasanya ingin sekali menemani Elga didalam tanah sana, menemaninya dalam kegelapan, kesunyian, kedinginan, aku tidak bisa berhenti menangis, menyesali perbuatanku, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.

Satu minggu setelah Elga meninggal, aku masih menangis, membayangkan semua kenangan indah bersama Elga yang tidak akan pernah terulang lagi. Senyuman Elga, tatapan Elga, takan pernah bisa kulupakan.

“Nilam sayang, ini ada titipan dari Ibunya Elga. Kamu jangan melamun terus dong! Kamu harus bangkit! Biar Elga tenang di alam sana. Ibu yakin kamu bisa!”

“Ini salah aku Bu. Aku butuh waktu.”

Kubuka bingkisan dari Ibu Elga, didalamnya ada kotak kecil berwarna merah, mawar merah yang telah layu dan amplop berwarna merah. Didalam kotak merah itu terdapat sepasang cincin. Aku pun menangis kembali dan membuka amplop itu.

    Dear Nilam,
    Nilam sayang, maafin aku, aku janji gak akan nyakitin kamu, aku sangat mencintai kamu, semua yang udah aku lakuin itu buat ngeyakinin kalo Cuma kamu yang terbaik buat aku, Cuma kamu yang aku cinta.
    Aku harap, kamu mau nemenin aku sampai aku menutup mata, sampai aku menghembuskan nafas terakhirku. Dan cincin ini akan menjadi cincin pernikahan kita.
    Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin berpisah denganmu Nilam.
    Love You
    Elga


Air mataku mengalir semakin deras dari setiap sudutnya, kupakai cincin pemberian Elga, aku berlari menghampiri Ibu dan memeluknya.

“Bu, aku udah nikah sama Elga!”

“Nilam, kenapa sayang?”

“Ini!” Kutunjukan cincin pemberian Elga dijari manisku.

“Nilam, kamu butuh waktu nak. Kamu harus kuat!”

“Sekarang aku mau cerai sama Elga Bu!” kulepas cincin pemberian Elga dan memberikannya pada Ibu.

“Aku titip cincin pernikahanku dengan Elga Bu! Ibu harus menjaganya dengan baik!”
Ibu memeluku erat dan kami menangis bersama-sama.


Efih Sudini Afrilya

Antara Aku, Kamu dan Dia

Sabtu, 13 Oktober 2012

Harapan palsu yang kau berikan kepadaku kita menjadi bumerang diantara kita. Kenapa kau tega melakukan hal itu kepadaku yang baru saja memberanikan diri untuk membuka hatiku untuk memadu kasih. Tapi ternyata itu merupakan sebuah kesalahan, kesalahan kenapa aku bisa membuka hati ini untuk laki-laki seperti kamu yang hanya bisa menyakiti hatiku? Kenapa semua ini harus terjadi? Aku hanya bagaikan sampah yang bisa kau buang semaumu. Kini aku berjanji tidak akan pernah mau mengenalmu lagi meskipun kita berada di sekolahan yang sama tapi akan ku tekatkan hati dan pperasaan ini agar tidak akan melihatmu lagi. Terlalu sakit hati ini!

             “Kring..... kring.....kring.....”

           Suara hp-ku berbunyi, ternyata dari seorang laki-laki yang aku kenal karena ia merupan teman satu sekolahku. Ia bernama Angga. Berawal dari sms itulah kami menjadi dekat, hampir setiap hari kami saling SMS an. Angga yang baru saja putus Cinta dengan Citra yang juga teman satu sekolahku mencoba untuk melupakan mantan kekasihnya itu.
          
               Aku sebagai teman curhatnya mencoba untuk membantunya untuk melupakan mantan kekasihnya itu, tapi tetap saja ia tidak bisa melupakannya.

              “Sulit bagiku untuk melupakan Citra karena hubungan kami yang sudah 2 tahun, tapi aku harus melupakannya karena kini dia sudah bersama orang lain” SMS yang angga kirimkan kepadaku.Aku hanya berusaha untuk menjadi pendengar yang baik agar Angga bisa kuat menjalani hidup meskipun Aku bukan Citra yang bisa membuatnya semangat seperti dahulu.

               Berjalannya waktu kami semakin dekat, secara berlahan Angga bisa melupakan Citra dan ia pun berusaha untuk menarik hatiku untuk menjadi kekasihnya. Aku yang pernah terpuruk dalam masalah cinta takut untuk membuka hati lagi karena takut terluka lagi. Mengetahui hal itu Angga mencoba untuk meyakiniku dan berusaha membuatku nyaman saat berada bersamanya.

              Malam itu, Angga mengajak aku untuk makan keluar. Sungguh sulit untukku tolak karena sudah kesekian kalinya permintaannya selalu ku tolak. Akhirnya Anggapun datang ke kos ku yang tidak terlalu jauh dari kosnya itu, dan kami pun pergi untuk mencari makan.

            Ternyata Angga sudah menyiapkan tempat makan yang sangat romantis untuk kami berdua, aku kaget melihat semu kejutan ini.
          
             “kita makan disini?” tanya aku

             “tempatnya romantis sekali, dengan lampu remang-remang, dan terletak di taman dengan meja dihiasi oleh lilin..Angga co,,coietzz” ungkapku di dalam hati
      
            “iya kita makan di sini, tempat ini sudah ku siapkan sejak lama tapi baru terwujud hari ini karena baru hari ini kamu mau makan malam bersamaku” jelas angga kepadaku
          
             Makan mallam yang sungguh berkesan dalam hidupku. Semua masalah dan ketakutan-ketakutanku kepada seorang laki-laki pun hilang sejenak. Semua yang tergambar hanyalah sebuah kebahagiaan yang tiada tara antara aku dan Angga.

             Di akhir makan malam hati ku deg..deg..gan!!, badanku gemetar, sikapku salah tingkah, dan wajahku memerah. Ketika Angga menyatakan perasaannya kepadaku..

            “Ning(namaku)....maukah kamu menjadi kekasihku” ungkap Angga sambil memegang tanganku.

            “aku janji aku tidak akan pernah menyakitimu seperti mantan kekasihmu dulu. Aku juga sudah melupakan mantan kekasihku jadi kamu jangan takut aku akan meninggalkan kamu, please!! Jawab Ning??” Angga terus meyakinkan aku karena aku hanya diam dan binggung mau menjawab apa.
        
           Akhirnya ku putuskan untuk menjawab, karena Angga yang selalu menanti jawabanku.

          “ Sebenernya aku juga suka sama kamu, tapi maaf aku belum bisa menjadi pacarmu sekarang karena aku belum yakin kamu sudah benar-benar bisa melupakan Citra. Aku takut kamu setelah menjadi kekasihmu dan sangat mencintaimu, kamu meninggalkan aku”. Jelas Ku dengan memberanikan diri dan berusaha untuk tidak membuat Angga marah karena penolakanku ini.

          “Aku berjanji aku tidak akan menyakitimu. Tapi baiklah aku akan membuktikannya kepadamu bahwa aku benar-benar mencintaimu dan aku sudah sungguh-sungguh melupakan Citra dan tidak akan pernah lagi aku mau kembali dengan dia”. Angga meyakini ku.

          Setelah pembahasan itu kami langsung pulang. Sampai di kos aku tidak bisa tidur memikirkan Angga dan makan malam yang romantis. Di satu sisi aku ingin sekali menjadi kekasihnya tapi rasa takutku lebih tinggi dari pada rasa ingin jadi kekasihnya.

          Sepanjang malam kupikirkan sampai tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 2 wib. Entah apa saja yang ku pikirkan malam itu, sehingga membuatku tidak bisa tidur. Yang ada di kepala hanya baying-bayang Angga dan Citra mantan kekasihnya. Sekali lagi ku coba untuk menatap kata dan mencoba untuk membandingkan diriku dengan Citra yang lebih cantik dariku.
  
           Citra itu cantik, gaul, modis, sedangkan aku cumalah orang biasa yang hidup pas-pasan dan hanya menggunakan pakayan yang seadanya tidak seperti Citra yang hampir setiap hari belanja dan belanja. Ahhhh . apa yang telah aku pikirkan ini, bawa tidur sajalah nanti bisa-bisa tambah gila kalau memikirkan mereka.

           Pagi yang cerah, ku berharap hari ini akan cerah secerah hatiku saat ini. Seperti biasa kebiasaan anak kos pagi-pagi sudah nongkrong di depan kamarku, karena di depan kamarku ada kursi yang bisa untuk ngumpul-ngumpul anak-anak. Mereka menggodaku karena mereka tahu semalam aku jalan keluar dengan Angga dan mereka memintaku untuk bercerita semalam ngapain aja. Dengan mali-malu aku menceritakan semuanya kepada mereka.

           “wah.. kenapa kamu tolak dia? Padahal dia kan cowok romantis, kalau aku mah langsung mau sama dia”. Ucap temanku Lili

           “ah.. kamu ini gimana si Li? Ning kan masih trauma githu ma mantannya yang dulu makanya dia takut untuk jatuh cinta! Ya gak Ning?hehe” sambung temanku

           “hahahah,, Ning.. Ning ,, yang lalu ya biarkan berlalu lah, kan tidak semua cowok itu sama, jadi bagaimana mau maju kalau baying-bayang masa lalu menjadi ketakutan untukmu melangkah..”ungkap Lili, dengan puitis..

           “hue,, kalian ini apa an cih!! Aku itu Cuma bellum yakin aja sama dia, nanti kalau dia tiba-tiba hanya menjadikan aku pelariannya saja untuk melupakan Citra di dalam hatinya gimana? Ada yang mau tanggung jawab gak??hehe” jelas ku kepada teman-teman.

          “ia juga sih, ya lanjutkanlah kalau begitu,,hhaa” ungkap teman-temanku

          Hari berganti hari tidak terasa sudah satu minggu peristiwa makan malam itu ku lewati. Dan aku juga merasa ada yang aneh, sudah tiga hari Angga tidak menghubungiku lagi. Dalam hati aku selalu bertanya-tanya kenapa Angga menghilang begitu saja tanpa pesan seperti ini. Aku coba untuk santai dan tetap tenang meskipun sebenarnya dalam hati ini aku selalu bertanya-tanya dimanakah dia sekarang ini.

           Ku coba untuk mencarinya di sekolah tapi tetap dia tidak ada, ingin rasanya ku SMS atau Telphon dia untuk menghilangkan rasa kegundahan hatiku karena kehilangan dia, tapi ku coba untuk bertahan karena aku takut mengganggu dia.

           Dua minggu berlalu baru aku tahu apa alasannya ia pergi tanpa pesan seperti ini. Hati ku hancur ketika aku tahu kalau ia akhirnya kembali lagi dengan mantan kekasihnya itu. Aku kembali terpuruk melihat mereka berdua di sekolah. Hati ini terasa sangat sakit, sangat rapuh. Jiwa ini seakan terbang melayang. Tak sanggup rasanya ku melihat mereka lagi.

           Di dalam keterpurukanku aku masih bersyukur karena masih ada teman-temanku yang masi setia menemaniku dan memberiku semangat untuk bisa melewati semua ini. Meski dalam hati ini ingin ku sampaikan kemarahanku kepada Angga yang telah menggoreskan luka di hatiku.

          “mengapa kamu tega menyakiti hatiku, mana janjimu yang tak akan menyakitiku, kau beri harapan kosong kepadaku, kenapa kamu pergi meningalkan aku begitu saja! Kenapa kamu tidak memikirkan perasaanku yang terlanjur mencintaimu! Angga sungguh kejam, kau buat ku melayang dan kiti kau patahkan sayapku sehingga aku tidak bisa terbang lagi!! Sungguh kejamnya dirimu!”
        
            Hampir setiap hari ku seselai kusesali hidup ini. Ternya tidak hanya aku semua temanku juga membenci Angga yang telah mempermainkan perasaanku. Ia datang dengan penuh kehangatan dan pergi dengan penuh tanda ?, karena tidak ada satu katapun yang ia ucapkan, ia hanya pergi dengan semau hatinya.

            Meskipun dari awal aku menyadari hal ini akan terjadi tetapi tak habis pikirku ia tegaa meninggalkanku tanpa pesan seperti ini. Seandainya saja ia mau berterus terang dan jujur kepadaku bahwa ia ingin kembali kepada Citra mungkin aku bisa terima karena aku tahu dari awal ia tidak pernah bisa untuk melupakan citra..

             Darah ku naik dan emosi ku kembali tinggi “ apasih susahnya untuk jujur! Dasar lali-laki hanya bisa menyakiti kaum perempuan.”

            Kini aku hanya bisa menyesali mengapa aku pernah hadir di antara mereka berdua dan kenapa aku bisa membuka hati untuk laki-laki yang tidak punya perasaan seperti Angga.


Ayank Iratu

Cerpen CINTA 13 HARI

Kamis, 11 Oktober 2012
Icha merebahkan tubuh nya di kursi teras rumah nya , kelihatan sangat lelah sekali , Icha baru pulang sekolah , wajah nya yang merah merona karna terbakar panas matahari tak bisa menyembunyikan  rasa lelah dalam dirinya . Tiba- tiba Icha di kejutkan oleh sms dari sahabat nya Renata .
Renata Message :
“cha , ntr mlm jd kan nonton konser nya ?
Harus jadi yach , aku punya 2 tiket nech ?
Icha Message :
“ship dah ,  :)
Renata Message :
“okey, kita barengan sepupu aku yach dri luar kota ,
Katanya dia mau ikutan nonton “
Icha  Message :
“ O.K ,
 Icha pun langsung masuk ke kamar  nya untuk beristirahat .
Nanti malam adalah acara konser  dari group band ternama yaitu BONDAN FEAT FADE 2 BLACK , Kebetulan Icha dan Renata salah satu  fans  nya Bondan so, wajib nonton tuch .
****
Malam pun ,tiba terlihat Icha  sudah siap untuk beranjak pergi bersama Renata .
Setiba nya di rumah Renata , Icha sedikit heran soalnya dirumah Renata sudah di penuhi  oleh kumpulan cowok –cowok dan Icha belum mengenal nya sama sekali .
“Eh icha , ngapain bengong  di luar , mari masuk, sambut Renata .
“emm, gak kok , sedikit gugup.
“ohw iya cha , kenalin ini Sepupu aku IVAN , yang aku ceritain td siang ,
“Icha , sambil mengulurkan tangan nya ke arah IVAN,
“IVAN , sambil tersenyum ,
Tak lupa juga IVAN juga memperkenalkan teman- teman nya  kepada Icha  .
Mereka pun berangkat menuju tempat Konser berlangsung .
Terlihat acara sudah di mulai . Icha dan Renata terlihat  senang sekali karna bisa menyaksikan langsung  konser itu meski agak sedikit jauh  dari panggung .
Setengah jam konser telah berlangsung , diam- diam Icha memperhatikan Ivan dari kejauhan ,
Sesekali Ivan senyum ke arah Icha ,
*******
Pagi yang sangat dingin , berhubung cuaca lagi hujan, Icha terasa enggan membuka mata  nya , tapi lama kelamaan , Icha pun dengan terpaksa harus bangun dan harus siap- siap untuk berangkat ke sekolah .
Icha pun menuju ke meja makan untuk sarapan , sedang asyik  nya Icha menyantap makanan nya itu, tiba – tiba   hp  Icha bergetar. Dari nomor yang tidak di kenal , dan itu membuat Icha penasaran .
Icha pun membuka  pesan itu  yang hanya sekedar sapaan selamat pagi .
Tanpa ada inesial pengirim nya .lalu Icha pun menanyakan si pengirim sms itu .
Mereka pun saling balas sms ,  Ternyata si pengirim sms itu adalah IVAN sepupunya Renata ,tapi sms terhenti saat Icha menyakan dapat Nomor  hp  nya dari siapa .
Icha sudah menduga kalau Ivan dapat nomor hp  nya dari Renata ,secara Renata kan sepupuan sama Ivan . tanpa banyak fikir lagi Icha pun menanyakan hal itu kepada Renata .berhubung Icha dan Renata beda sekolah , Icha hanya bisa menanyakan hal itu kepada Renata lewat sms.
Icha message :
“ta, kmu yach yang ngasi nmr hap aq ke IVAN, sepupu mu itu ?
Renata message :
“ owh , iyac cha, maaf yach aq lupa ngasi tau km sebelum nya,
Piece 
Icha message “
“ yach gk p2 sech , cma wkt aq tnya dpt nmr q dr siapa dia nya gk blz lagi ,
Cuek amat !
Renata  Message :
“ehehe iyah dia emang rada cuek gt cha , tpi asyik kok anak nya .
Yach lanjutin aja mz an nya , ehheheh
Icha Message :
“ idiiiihhh , cuek gtu  ta, gak asyik ta , hemmm
Renata message :
“yach , km blm kenal dia lbh jauh sech , coba aja “
Ehehehe>>>

Icha hanya bisa menarik nafas , melihat  sms dari Renata itu , tanpa balik membalas dan berlalu meninggalkan nya .
Icha asyik dengan buku yang di baca nya , tiba- tiba ia teringat pembicaraan Renata tadi pagi ,
Ivan, iyah untuk kali ini Ivan yang jadi sasaran objek di fikiran nya ,
Sikap Ivan yang cuek , membuat Icha penasaran  dan ada rasa ingin lebih jauh mengenal nya ,
Lain hal nya dengan Icha yang sudah terkenal rada  “bawell “  dan mungkin seluruh dunia juga tau akan kebawelan  nya .
*********

Waktu terus berlalu , Icha dan Ivan pun semakin akrab , saling berbagi cerita , Ternyata sifat cuek nya Ivan membuat Icha ingin lebih jauh mengenal nya , ada rasa yang tak biasa yang di rasakan oleh Icha , serasa ada getaran dalam jiwa menggugah seluruh tubuh Icha , inikah cinta ? cinta pada pandangan yang untuk kesekian kalinya .Tak dapat di pungkiri , ternyata Ivan juga merasakan hal yang sama . sifat bawel nya Icha membuat ia merindukan nya , >>

Sungguh perkenalan yang begitu singkat , seiring berjalan nya waktu , Ivan menyatakan perasaan nya kepada Icha , ,,,, dan itu membuat I cha bahagia, ia tidak menyangka ternyata Ivan juga  punya rasa yang sama , tapi rasa suka Icha tak membuat Icha begitu saja menerima Ivan, ia pun meminta waktu kepada Ivan untuk memikirkan semuanya . berhubung Icha dan Ivan tinggal berjauhan , hal itu juga lah yang membuat Icha merasa ragu .

******
3 hari berlalu , dan waktu icha memberikan jawaban kepada Ivan , tak dapat di pungkiri , Icha juga tidak dpat membohongi perasaan nya , ia juga suka sama Ivan , dannnnn>>
Icha pun menerima nya . Icha menerima Ivan sebagai pacar  nya. Dua hati menyatu dalam satu ikatan  cinta , iyach , Ivan dan Icha , dunia seakan menjadi milik berdua, tak ada yang bisa di ungkapkan Icha selain rasa bahagia , yang mengisi  relung hati nya  .
Tak juga ketinggalan Renata  sahabat  nya Icha pun ikut senang mengetahui  hal itu .
*****
Walaupun Icha dan Ivan terpisah jarak dan waktu , tapi itu tidak menyurutkan  niat kedua insan tersebut. Dan mereke punya gelar  masing – masing  Icha  memanggil Ivan dengan sebutan Pangeran Cuek , begitu pula hal nya  dengan Ivan memanggil  Icha dengan sebutan putri  bawel .  Itu menambah  betapa romantisnya percintaan mereka .
*****
Hari ini Icha merasa  perasaan nya tidak enak , keringat dingin bercucuran membasahi tubuh nya , jantung nya berdetag tak menentu . , ia pun hari ini heran akan diri nya , di tambah lagi dari pagi sampai siang begini tidak ada kabar tentang Ivan , tidak seperti biasanya Ivan yang selalu saja sms  Icha meski hanya ucapan selamat pagi .
Pelajaran kosong Icha coba untuk sms Ivan , tapi tidak ada balasan .
Icha trus bersabar akan hal ini , “duhh , dsar pangeran cuek , kambuh lagi nech penyakit “gerutu Icha dalam hati . Icha pun meminta tolong kepada sahabat nya Renata  untuk coba menghubungi Ivan .
Icha message :
“ta, maaf ganggu , bsa  bantu aq gak ? , pliase ???
Renata message :
“gak ganggu kok? Bantu apa, aq usahain .
Icha message :
“gini , Ivan dari td pagi susah d hubungin, yach aku takut aja  terjadi  sesuatu sama dia , ta ?
Renata message :
 Cie- cie , khawatir amat nech putri  bawel , oke dech ntr aku coba hubungin dia , “
Icha message :
“huh dasar , yaa  udah jangan ngeledek ! mksih sebelum nya , ntr kabarain aq yach , “


******
Icha masih gelisah dengan keadaan ini , dan ia juga berusaha untuk tidak  terlalu memikirkan hal ini ,
Ia juga berharap semoga Ivan si pangeran cuek  baik- baik saja .
Icha menarik nafas  dan ia pun memutuskan untuk kekantin saja sekedar mengisi perut , berhubung lagi pelajaran kosong . dan ia juga mengajak Dian teman sebangku nya itu , tapi ternyata Dian sedang tidak enak badan , katanya sech kepala nya pusing , badan nya panas. Kemungkinan  Dian demam , Icha pun tidak tinggal diam , ia pun membawa Dian ke ruang UKS dengan di bantu oleh beberapa teman sekelas nya .
*******
Setelah dari UKS ,  Icha pun kembali ke kelas nya dan mengurungkan niat nya untuk ke kantin , tapi ada yang berbeda saat ia kembali ke kelas nya . semua mata tertuju pada nya ada juga yg sedang menertawakan nya .Icha heran , apa ada yang aneh dalam diri nya ? terlihat di pojok kelas si Andre salah satu teman sekelas Icha yang juga rada Jahil sedang memegang hp  Icha ,
Oh mai Gat !!!!!! si Andre lagi asyik membacakan sms dari Ivan . Icha pun dengan cepat merebut hp nya kembali .Betapa malu nya Icha saat itu , semua mata tertuju kepada Icha , di tambah lagi isi dari sms itu adalah kata putus  dari Ivan.

Hati Icha hancur lebih dari berkeping – keping , .
******
Icha masih duduk di dekat jendela kamar nya , rintikan hujan mewakili hati Icha yang hampir rapuh , Icha masih larut dalam kesedihan nya . dan ia  masih tidak bisa percaya bahwa Ivan secepat itu mengakhiri hubungan mereka hanya karna alasan Ivan tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh .Lalu kenapa waktu itu ia ucapkan kata cinta , .
Icha tersenyum sinis , mengingat hubungan nya bersama Ivan hanya sampai 13 hari saja ,
Dan itulah resiko yang harus Icha nikmati sekarang atas keputusan nya .
Icha pun di kejutkan sms dari Ivan yang berisikan  kata maaf , dan tidak  satupun dari sms Ivan di balas nya .
Malam semakin larut , tpi Icha juga tak bisa  memejamkan matanya, Iya pun memutuskan untuk mengambil gitar nya , sekedar menghibur hatinya , mencoba menuliskan tentang perasaan nya , lewat lirik-lirik  dan nada –nada jiwanya .

*****
Renata sudah berada di rumah Icha saat itu , tapi Icha masih belum bangun dari tidur nya ,
“cha , banguuuunnnnnnn,Ya ampunn , ,
Icha pun dengan malas nya terpaksa bangun dari tidur nya ,
“cha ni kamar atau apa sech ? berantakan bgt, “ gerutu Renata .
Tiba- tiba Renata melihat selembar kertas yang berisikan liri-lirik lagu, >>
“cha , ini apa? Puisi or lagu ?  tanya Renata .
“iseng nulis-nulis lirik semalam, “ jawab Icha.
“wah , keren aku mau kmu nyanyiin ntr , buat aku , sepertinya  ne lagu bgs dech ,
Lihat aja lirik nya menyentuh “
“owh ya cha , aku sdah tau apa yag terjadi antara kamu dengan Ivan,
Maafkan sepupu aku yach , maafkan aku juga , “
“ehehe , ya udah gak usah di bahas , biarkan berlalu n gak ada yag perlu d persalahkan, “jawab Icha .
 “ yang sabar yach cha, ya dah sekarang siap- siap kan hari ini aku janji mau nemenin kamu ke sekolah buat nyiapin PENSI besok d sekolah kamu , “celoteh Renata .
Owh iya ,sekalian aja cha ni lagu kamu bawain pas PENSI besok , yach … yach ..?”bujuk Renata
“apaa? Gak ! malu di tonton banyak orang , “ jawab Renata .
“ayolah cha , aku kan pengen denger , pliaseeeeee>>>>>>.
“hemmm, kita liat saja besok , “jawab Icha singkat .
***
Hari ini di sekolah Icha ada acara  PENSI , yaang biasa di gelar setiap tahun nya , dan hari ini juga Renata datang kesekolah Icha , meski harus bolos dari sekolah  nya .
Dan hari ini juga ia akan melihat penampilan Icha , sahabat nya . menyanyikan sebuah lagu yang iya ciptakan semalaman .
Lagu nya tidak sedih , seperti layak nya orang yang sedang patah hati, hanya saja lirik nya sedikit mewakali apa yang di alami Icha “
“|CINTA 13 HARI “
“sungguh bahagia
Dan sungguh tak ku sangka
Saat pertama
Aku kenal dia,
Tak berlangsung lama
Perkenalan antara kita
Dan tiba- tiba saja
Dia katakan cinta
Namun semua hanya sesaat saja
Dan cinta nya hanya sementara
REFF:Terpaksa aku trima semua
Kenyataan yang ada meski sakit yang ku rasa
Cinta nya 13 hari saja
Namun tak mengapa
Ku sedikit bahagia
Mencintai dia ,
Meski hanya 13 hari saja
*******
Semua bertepuk tangan melihat penampilan Icha di atas panggung , cukup menghibur semua yang hadir saat itu, terutama Renata , iya pun langsung memeluk Icha saat icha turun dari  panggung .
“chaa kerennn , “
“terima kasih , ta ,jawab Icha .
Ini baru sahabat aku , cukup kuat untuk menghadapi semua nya .
“iya ta, harus , buat apa menyesali yang telah terjadi , aku harus melihat kedepan ta,
Biarkan semua berlalu , n semua menjadi kenangan hidup ku ,”jawab Icha

Icha telah melupakan semua nya, tak akan ada lagi ivan, tak akan ada lagi pangeran cuek di hidUP Icha , trus melangkah kedepan , menyongsong masa depan .
Itu yang sekarang Icha lakukan .

Cerpen Sedih, Good Bye....

Setya adalah seorang anak SMA yg suka main game, dan dia menghabiskan waktunya untuk bermain game Lostsaga selama 6 jam perhari, dan hingga suatu saat dia ketemu ama cewe namanya Arin di game tersebut waktu demi waktu dan akhirnya mereka janjian untuk bertemu, Arin tinggal di Bandung sedangkan Setya tinggal di Jakarta, Arin sebenernya sudah ada cowo juga di Bandung, tetapi si Setya ga tau soalnya dirahasiain.. hingga pada suatu saat,

“Rin aku mo ke Bandung di liburan ini, tapi kapannya masih ga pasti, alamat rumahmu masih sama kan?”

“iya, tapi tolong kalo bisa kasih tau yah, soalnya biar aku bisa jemput kamu atau bisa nyambut kamu dulu… “ Jawab Arin

“ah seruan surprise lah, ya uda nanti aku hubungi lagi.. “

Dan akhirnya liburan pun tiba, setya dengan semangat 45 pergi ke Bandung dengan motornya, dan kerumahnya Arin pas hari itu hari Sabtu, saat tiba disana, dia melihat mobil sedan yg lumayan bagus parkir didepan rumahnya Arin, dia gak jadi mampir dulu, tapi muter lagi ke Bandung buat beli setangkai bunga mawar…
Setelah beli dan sampai dirumahnya Arin lagi, ternyata mobil itu masih parkir didepan rumahnya, dia pikir “ah, temen ortunya kali… cuek ah gw dah kangen”
dan pas Setya masuk dihalaman, terlihat Arin dengan seorang cowo sedang bercanda mesra… saat melihat itu tangan setya yg baru bawa bunga bergetar… tubuhnya serasa berhenti berjalan… dan tiba-tiba Arin melihat kearah halaman.. dan dia juga kaget, Setya menarik nafas panjang… dan dia langkahkan mendekati berenda tamu depan rumah Arin, dengan modal senyum…

“Sore rin, maaf mengganggu, tapi aku bawa bunga untukmu… surprise….”

“ …….” Arin diam saja..

“Heiii kamu sapa hah? kasih kasih bunga ama cw gw? senyum2 lagi… mo gw tonjok lo?”

“Ow ini cowomu ya? ~senyum~
“rez kenalin ini setya temenku maen game”
“oww temen game LostSaga itu ya? gitu aja ngasih2 bunga, jangan ngarap lu”

“Maaf, ……….. ~senyum~ klo gitu aku pulang dulu ya rin…”

Hati Setya langsung terpuruk habis…. dan dia balik ke Jakarta dengan perasan yg benar-benar gak menentu, dan ditengah jalan Arin menelpon, tapi Setya gak mau angkat hingga akhirnya pas Setya dirumah, Arin telp lagi lewat hpnya, dan Setya pun angkat

“Maafin Arin ya gak cerita, tadi cowoku, tapi aku ga begitu suka dia, soalnya dia keras, cuma aku sama kamu……. aku kenal dia duluan, tapi bukan berarti aku ingin menyakitimu dengan gak kasih tau, justru aku takut menyakitimu… aku gak ingin kehilangan kmu… selama hidupku cuma kamu yg selalu tersenyum manis dan tulus buat ku”

“… Apakah kamu sayang aku?”

“Iyah....”
akhirnya mereka balikan lagi, dan Setya cuek aja mau Arin suka ama cowo itu apa ga yg jelas dia gak ke Bandung lagi.. hingga suatu hari Setya di call gak pernah jawab.. hpnya mati, dan Arin mencari di game Lostsaga gak ketemu-ketemu, akhirnya dia menerima telp penting dari temenya setya.

“Arin kamu bisa ke Jakarta ga?”

“Wah aku baru test semesteran nih”

“Penting, si Setya di RS, dia meminta kamu dateng ke sini, kalo perlu aku jemput, Setya sakit dan udah 5 hari ini dirawat di ICU sini, aku telpon karena disuruh sama keluarga Setya, katanya “Setya menunggu seseorang bernama Arin kamu tau ga dia sapa?” … trus aku jawab, ya om saya tau nanti coba saya telp dia, saya ajak dia kesini”

“hahhhhh, Setya knapa? ada apa?

“Gak tau, aku juga tau baru aja kok, aku kesana ya!”

“Gak usah! Alamat dan nama RS-nya apa? aku langsung kesana sekarang juga”

Dan saat itu juga Arin meninggalkan sekolah dan ke Jakarta dengan naik taksi dia ambil duit tabunganya buat bayar taksi 1 jam kemudian sebelum Arin tiba di Jakarta, tiba-tiba Bapaknya Arin telp.

“Rin kamu dimana?”

“Temenku ada yg masuk di ICU pah..”

“Temenmu? nanti sore kan bisa, papa antar juga bisa?”


“Aku dah dari tadi pagi ada perasaan ga enak dan saat denger kabar ini, aku langsung ke pergi”

“Ya uda RS apa? …………. hah??? itu kan di Jakarta? kamu kesana naik apa? papa kesana juga sekarang… kamu itu rin, sapa sih temenmu sampai kamu belain gini?

“Dia satu-satunya temen yg selalu bikin Arin tersenyum… temen special…, dan yg mengajari biar Arin selalu tersenyum, hingga papa dan mama juga suka kalo liat Arin tersenyum, uda yah pa aku tutup.. low bat”

Sampai di RS, Arin langsung mencari ruang ICU, dan ternyata gak ada Setya, dia sudah dipindahkan ke kamar biasa… “sukur Tuhan dia dah ga di ICU lagi, terimakasih Tuhan”
[slama perjalanan ke Jakarta Arin terus menerus berdoa untuknya]Dan saat kamarnya ditemukan, tampak beberapa orang berkumpul didepan kamarnya Setya, dan temanya Arin menyambut

“Masuk rin, dah ditunggu Setya”

Terlihat saat memasuki kamar itu, banyak yg sedang meneteskan air mata, wajah2 penuh kesedihan terlihat di muka keluarga Setya dan teman-temannya.

“hai Setya…”

“maaf aku meminta kamu datang tiba-tiba” ~seyum~

“ga papa kok, kamu kok ga cerita sih kamu sakit apa?”

“cuma sakit biasa aja, aku ga cerita cuma gak ingin kamu khawatir.. kan baru semesteran khan?” ~senyum~

“ih kamu cerita ga akan bikin aku khawatir kok..” [sambil cubit]

“terus kabarmu gimana sekarang ? tadi kesini naik apa? eh kok kmaren aku liat dompetmu gak ada fotoku sih?”

“dasarrrrrrr dompet gw di intip-intip……..”

Lalu mereka berdua ngobrol 1 jam, ngobrol hal2 yg biasa2 aja

Hingga akhirnya


“rin, aku ingin kamu tau kalo aku sayang kamu, dan bahagia banget bisa kenal dan tau klo ternyata kamu sayang aku”

“kamu ngomong apaan sih… sapa yg sayang kamu ueee”

“pah… mah.. kak…”

Bokap dan kakaknya Setya berdiri mendekat, masih dengan wajah yang penuh sedih

“rin tolong dunk kamu duduk di deketku, dan sangga kepalaku yah, moh pake bantal…”

“eh.. malu Setya… tapi ga papa cuma bentar aja kan?”

“iya… mo ngomong ama papa dan mama dan kakaku dan kamu juga”

“kamu knapa sih? jadi manja gini?”

“pah.. mah kakak……. klo aku pergi, jangan tangisi aku… karena ini adalah hari terbahagiaku selama aku hidup, bisa bersama dengan orang-orang yg sangat aku cintai, dan bisa berkumpul dengan kalian yg begitu menyayangi aku juga… dan karena ada Arin … karena dia.. aku sangat bahagia juga ma…”

“Setya…… [meneteskan air mata] kamu knapa? kok ngomong aneh?” [arin menggenggam tangan setya erat2]

: “memang aku baru manja nih, boleh minta kecup didahiku ga rin?”

“… iya
Arin mengecup dahinya pelan2 dan saat dia mengecup Setya berkata dengan lirih…”

“Arin… aku ingin bilang aku sayang kamu dan terimakasih kamu bisa datang dan membuat hari ini adalah hari yg paling bahagia untuku.. dan ingat aku akan selalu ada dihatimu.. karena aku sayang sama kamu…”

…. …. …

Pelan-pelan tubuh setya mulai melemas.. dan matanya menutup perlahan… dan dia.. tersenyum

“Aku.. sayang….. k a m u…. rin” ~seyum~…………………………

“… aku juga sayang kamu….”

Arin memeluk tubuh Setya dan Setya menghembuskan nafas terakhirnya
“S e t y a….” [ucapnya lirih]

Setya meninggal dalam pelukan kekasihnya, Setya pergi dengan meninggalkan wajah penuh kedamaian dan tersenyum, semua orang di kamar itu gak bisa menangis tersedu-sedu.. bahkan mama dan papanya setya hanya diam dan berlinangan air mata..

Setya telah pergi dengan bahagia… bagai mana bisa bersedih bila Setya merasa ini hari paling bahagia untuknya

Lalu mamanya Setya memelukArin dan bercerita kalau Setya kena kangker pankreas stadium akhir, dan sudah mengidap selama 1 tahun… seharusnya menurut dokter dia masih bisa bertahan hingga 6 bulan lagi.. tapi kemaren tiba-tiba Setya minta dipindahkan dikamar biasa aja.. dan menunggu Arin… dia ingin habiskan waktu-waktu terakhirnya dengan orang2 yg dia cintai….

Paginya, saat pemakaman Setya, tampak wajah-wajah yg bahagia bukan kesedihan… karena mereka semua mengerti, kata-kata terakhir yg Setya ucapkan benar, Setya pergi dengan sangat bahagia dan tak ada alasan apapun untuk bersedih karena kepergianya… dan saat melihat isi peti mati terlihat wajah Setya yg damai dan tersenyum..

Dan sorenya saat Mamanya Setya mempersilahkan Arin untuk mengambil barang-barang Setya apapun yg bisa dia jadikan kenangan… Arin menemukan sepucuk note, yg tertulis :

“Tuhan terimakasih kamu sudah menemukanku dengan seorang bidadari bernama Arin, aku belum pasti apakah dia mencintaiku apa ga, dia gak pernah menyimpan foto2ku, tapi yg jelas aku amat sangat menyayanginya… dan walaupun kami terpisah kota dan sepertinya dia juga mempunyai seseorang disana, tapu aku tetap tulus menyayanginya dan aku yakin didalam hatinya dia juga menyayangiku… aku bisa merasakanya Tuhan… aku akan selalu tersenyum untuknya… selamanya hingga saat terakhirku pun aku pasti akan tetap tersenyum untuknya… aku gak berharap agar Tuhan menyembuhkan penyakitku… asal aku bisa melihat senyumanya Arin, dan tau klo dia juga benar2 menyayangiku.. aku kira itu cukup bagiku… aku hidup untuk mencari kebahagian… dan aku sudah menemukan kebahagianku dalam Arin… bidadariku… terimakasih untuk semuanya Tuhan”

Lalu arin tersenyum dengan meneteskan air mata… tanganya bergetar saat membaca note tersebut…

“Setya… aku sayang kamu… sejak kita bertemu dan kenalan dan pertama kali melihat senyumu aku jatuh cinta padamu.. hanya saja aku gak mau mengakuinya… dasar kamu bodoh… dompetku gak akan ada fotomu karena aku selalu terbayang wajahmu yg sangat lugu dengan senyumanmu itu… hanya senyumu yg bisa menghangatkan hari-hariku… senyummu setya… senyumu sudah hidup dalam hatiku untuk slamanya…”

Lalu Arin hanya terdiam dan menangis berjam-jam dikamar Setya

2 bulan kemudian>

Arin berdiri di depan makam setya lalu dia pun berlutut dan berkata

Arin : “ini setangkai mawar untukmu sayang… dan senyum dari kita semua

aku sayang kamu… slamanya” ~senyum~ Dulu kamu yang membuat ku tersenyum sekarang aku akan brusaha untuk tersenyum!”
tak lama kemudian hujan pun turun arin pun bergegas meningal kan pemakaman sebelum dia keluar dari areal pemakaman di lihat nya makam Setya! antara sadar dan tidak sadar di lihat nya bayangan setya tersenyum ke pada nya

“Tersenyum lah untuk ku dan untuk semua orang! hanya senyum mu yang bisa membuat ku tenang di alam sana slamat tingal priest ku sayang Arin.”

lalu bayangan Setya pun menghilang

Arin hanya menangis dan berkata

“Good bye my lovely Wiz!”

Khresna Mahisa

Cerpen Sedih, Penaluna

Aku bersandar di dinding dapur. Ini sudah hampir setengah jam tapi Mama ngga juga berhenti mengoceh. Aku muak. Aku benar-benar muak dengan semua perkataan Mama. Banyak hal yang Mama ngga tahu tentang aku. Mama cuma mengenal dan menilai aku berdasarkan apa yang dia lihat. Dia ngga tau apa-apa tentang aku.

“Kamu itu rasioal sedikit lah, Luna. Mau jadi apa kamu dengan mimpi-mimpi kamu itu? Papa dan Mama pingin kamu jadi dokter. Titik. Mimpi itu ya mimpi, ngga akan untuk jadi nyata. Ngerti kamu?” Kata Mama tanpa memandangku.

“Terserah deh, Ma. Mama ngga tahu apa-apa.” Balasku sambil berjalan pergi meninggalkan Mama. Perasaanku campur aduk. Banyak hal yang membuatku down saat ini. Di sekolah, di rumah, semua orang. Kepalaku terasa sangat berat. Aku masih ngga percaya Emma yang lolos audisi Teen Movie Maker. Emma si cewe centil dari SMA 23 yang aku temui di tempat audisi. Sepertinya dia sama sekali ngga punya kemampuan untuk jadi sutradara. Mungkin dia hanya bisa memegang alat make-up. Aku yang selama ini berjuang untuk lolos audisi itu. Aku yang setiap hari terus berlatih. Aku yang setiap saat bermimpi untuk jadi sutradara. Aku yang selama ini kerja keras belajar segala hal. Aku selama ini yang berjuang. Bukan dia, bukan Emma. Dia ngga tahu apa-apa tentang bagaimana membuat film. Dia ngga tahu apa-apa. Aku yang tahu. Aku yang selama ini mimpi untuk lolos audisi itu. Aku!

Aku membaringkan tubuhku di tempat tidur. Kamar adalah satu-satunya tempat dimana aku bisa sendiri. Aku ingin menghilangkan semua kekecewaan dan rasa bersalah pada diriku sendiri. Apa salah aku ngga mau jadi dokter? Apa salah aku punya impian sendiri? Apa salah aku ingin meraih semua hal yang selama ini aku inginkan? Semua orang meremehkanku, bahkan orang tua dan sahabatku. Semua orang, tapi ngga dengan Jeff. Dia laki-laki yang selama ini mendampingiku. Dia ngga pernah meremehkanku. Dia selalu disampingku.

Tiba-tiba ponselku berbunyi.. Jeff Menelpon.

“Halo Jeff.” Sapaku ramah.

“Kamu lagi dimana, sayang? Aku cari kamu di sekolah, ternyata kamu udah pulang.” Mendengar suaranya membuatku merasa lebih baik.

“Aku di rumah.”

“Kenapa suara kamu lemes gitu? Kamu lagi nangis ya? Ada apa?”

“Eh engga kok, sayang. Aku ngga nangis. Cuman lagi kecewa aja.”

“Karena audisi Teen Movie Maker itu?”

“Iya..”

“Aku ke rumah kamu sekarang ya. Aku pingin bikin kamu senyum lagi.”

“Ada Mama di rumah, Jeff.”

“Mama kamu ngga akan apa-apa kalau aku yang datang.”

“Iya deh.”

“Tunggu ya, princess..” Jeff menutup telepon.

Aku mengambil sebendel kertas dari dalam tas. Beberapa lembar kertas ini adalah naskah film pendekku. Sebuah film pendek yang aku buat susah payah. Tapi semuanya sepertinya sudah berakhir. Padahal lewat audisi Teen Movie Maker lah satu-satunya jalanku meraih semuanya. Sutradara terkenal. Gue benar-benar menginginkannya. Aku menggumam dalam hati, seperti biasanya. Ngga sengaja aku menjatuhkan tas disampingku dan membuat isinya berceceran di lantai. Semua barang-barang gue hari ini, gila banyak banget, mungkin gue bakalan kaya kalau tiap hari dapet bayaran buat bawa semua school stuffs ini. Aku memerhatikan sebuah buku berjudul ‘Dream Big’ diantara buku-buku sekolahku. Buku tentang motivasi dengan sampul bergambar balon warna-warni. Buku pemberian Manda, untuk memberiku inspirasi, katanya. Yah, kurasa dia mulai menyemangatiku. Aku meraih buku itu. Satu persatu halaman aku buka dengan tidak acuh. Aku terlalu malas membacanya. Kurasa menonton film jauh lebih menyenangkan daripada membaca buku. Aku mendengus. Tiba-tiba mataku terpaku pada sebuah halaman. Halaman 14, kalimat yang dikutip dari Woodrow Wilson.

“Semua orang adalah pemimpi. Mereka melihat segalanya bagaikan kabut lembayung pada musim semi, atau sebagai api yang membakar pada malam musim dingin. Beberapa dari kita membiarkan suatu impian mati, namun yang lain memupuk dan melindunginya, merawatnya dalam hari-hari buruk hingga membawanya ke sinar matahari dan juga cahaya yang selalu menghampiri mereka yang selalu berharap impiannya akan menjadi nyata. Semua yang Anda impikan, Anda inginkan dan Anda harapkan, akan dapat Anda raih jika Anda memiliki kekuatan untuk bertahan, jika Anda dapat tetap terfokus pada tujuan Anda dengan intensitas yang cukup dan dengan satu tujuan.”

Aku bengong. Ini kata-kata terindah yang pernah kubaca. Mungkin buku itu dikirim Tuhan padaku sebagai perwujudan dari malaikat. Aku tertawa sendiri. Buku ini adalah malaikat yang dikirim Tuhan? Kalau begitu, buku ini pasti punya sayap tersembunyi. Aku pasti sudah gila. Makin hari, otak gue semakin kacau. Berasa apa kalik gue kalau kayak gini terus. Ha-ha. Aku membaringkan tubuhku lagi dan buku itu kuletakkan di atas dadaku, mencoba meresapi semua kata-kata tadi. Aku bisa, ya, aku bisa meraih apa yang aku inginkan. Tuhan selalu memberi jalan.



Ponselku berdering..

Ternyata aku tertidur tadi. Jeff pasti sudah sampai dan sedang berusaha menelponku. Benar, Jeff menelpon. Aku melempar ponselku ke meja dan segera berlari menuju ruang tamu. Jeff sudah duduk disana dan tersenyum manis padaku. Aku membalas dengan senyuman riang dan menghampirinya. Aku langsung memeluknya. Aku bisa mencium wangi parfum Drakkar, parfum yang sangat dia sukai.

“Luna, aku tadi ngga ingin bangunin kamu. Jadi aku telpon aja biar kamu bangun sendiri.” Kata Jeff sambil tertawa.

“Itu sama aja bangunin aku. Dasar. Tapi maaf ya aku ketiduran.” Aku merapikan kemeja Jeff. Dia tampan hari ini. Dia juga terlihat sangat dewasa, mungkin karena dia lebih tua dua tahun dariku sehingga aku sering melongo melihat gaya berpakaiannya yang berbeda dari anak seumuranku. “Mama ngga bangunin aku. Harusnya Mama bangunin aku.”

“Mama kamu ngga di rumah kok.”

“Loh? Tadi Mama di rumah.”

“Kata Bi Sami, Mama kamu lagi nyetorin tulisannya ke penerbit.”

“Oh.. emang dasar penulis ya ke penerbit terus kerjaannya.” Kataku ketus.

“Karena itu ‘kan nama kamu Penaluna. Mama kamu penulis dan juga pelukis, seniman dehpokoknya. Pena dan Luna. Penaluna Windy Arzen. ” Jeff mencubit pipiku.

“Tapi kalo Papa itu ‘kan investor. Berarti harusnya nama tengahku Investasi.”

Jeff tertawa terbahak-bahak. “Penaluna Investasi. Nama kamu keren banget!”

Aku memandang wajah Jeff. Cara tertawanya yang begitu lepas dan juga mata coklatnya. Aku suka kedua mata coklat itu. Jeffri Raditya, aku sudah pacaran dengannya semenjak aku di kelas tiga SMP, sekitar tiga tahun yang lalu. Dia begitu berarti bagiku.

“Oh iya, ngomong-ngomong soal audisi, semuanya bukan salah kamu, sayang. Kamu udah usaha keras selama ini buat bikin film pendek itu. Kita semua tahu kamu yang terbaik. Mungkin Emma lagi lucky aja.” Jeff meraih tanganku.

“Kita semua? Siapa yang kamu maksud kita semua? Mamaku? Papaku? Sahabatku sendiri, Kesly sama Manda? Mereka pikir aku yang terbaik untuk ini?”

“Udahlah, sayang. Kamu harus senyum. Ayo senyum..” Jeff menarik-narik kedua ujung bibirku dan membuatku tidak bisa menahan tawa. Jeff selalu membuatku tersenyum dan menjagaku. Dia segalanya. Sesuatu di dalam dirinya membuatku merasa begitu berarti. Aku sangat mencintainya.

Sore itu Jeff mengajakku keluar rumah hingga malam. Tentu saja untuk menghiburku. Dia membawaku ke pasar malam di pinggiran Jakarta. Wahana bermain anak-anak yang sederhana, penjual mainan, permen kapas, lampu-lampu malam, anak-anak kecil dan tawa mereka. Semuanya membuatku merasa lebih baik. Membuatku merasa seperti anak kecil lagi, saat aku bebas bermimpi seperti kupu-kupu yang bebas terbang dan selalu merasa semuanya begitu mudah untuk diraih.







Mobil Papa berhenti di depan sekolah. Aku mencium pipi Papa dan langsung keluar mobil untuk menghampiri Kesly dan Manda yang sudah berdiri di depan gerbang. Mereka selalu menungguku disana setiap pagi sambil duduk-duduk di bangku bawah pohon depan sekolah.

“Hey, you guys!” Sapaku dengan senyum ceria sembari menarik mereka melewati gerbang sekolah. Kedua sahabatku itu langsung menyerbuku dengan pertanyaan.

“Beneran Lun, Emma yang dari SMA 23 yang menang? Kok gue baru tau, loe ngga bilang-bilang.” Manda dengan wajah penuh penasarannya.

“Iya, sengaja ngga gue sebarin. Gue malu.” Jawabku datar.

“Tuh ‘kan Lun, Teen Movie Maker itu audisi yang susah banget. Hadiahnya aja ngga tanggung-tanggung: langsung dapet project dan ikutan gabung bareng sutradara-sutradara terkenal di berbagai seminar! Gila aja.” Kesly menarik tangan kananku dan membuat beberapa bendel kertas tugas yang kupegang jatuh. “Eh.. maaf, Lun. Gue ngga sengaja. Maaf banget.”

Aku tersenyum kecut, sementara Kesly memungut naskah yang berserakan di tanah. “Udah ngga apa-apa, Kes. Sini kertasnya. Jalan ke kelas, yuk.”

Kelas masih sepi. Sepertinya kami bertiga berangkat terlalu pagi. Aku memerhatikan anak-anak kelas sepuluh dan sebelas lalu lalang di depan kelasku, mereka berteriak pada anak-anak kelas duabelas dengan senyum mengembang di wajah mereka: “Pagi, kak” “Have a nice day, kak.”. Terasa baru kemarin aku seperti mereka, kesana kemari untuk menyapa kakak kelas yang paling senior. Itu semacam tradisi sekolahku setiap pagi. Konyol memang. Tapi hal itu yang akan selalu membuatku merindukan masa-masa SMA.

Aku masih tenggelam dalam pikiraanku sendiri hingga aku teringat sesuatu. Aku langsung mengecek tas. Dan benar saja setelah seisi tas aku acak-acak, aku ngga menemukannya. CD film pendek gue hilang! Gue yakin gue masukin ke dalam tas kemarin. Haduh bego banget gue sampe hilang gini. Kalo ilang, ya mati gue. Aku buru-buru menelpon rumah untuk menanyakan CD itu ke Bi Sami, mungkin saja dia melihatnya di kamarku. Tapi kata Bi Sami dia ngga melihatnya. Haduh mati gue bisa mati!

“Kenapa, Lun? Kok muka loe aneh gitu?” Kesly yang duduk di sebelahku nyeplos.

“Ada yang hilang. Haduh bego banget gue.”

“Apaan yang hilang, Luna Lalunna?”

“Eh, ngga apa-apa kok. Barang ngga penting he-he.” Aku nyengir. Kayaknya emang ngga usah dicari deh. Seinget gue, masih ada back-up nya di rumah. Semoga aja ngga ditemuin orang iseng.

Aku berpikir keras. Kira-kira siapa yang menemukan CD film pendekku itu? Pencari bakat atau juri Teen Movie Maker yang akhirnya menyadari bakatku dan memberiku kesempatan kedua untuk jadi juara? Aku tertawa kecil. Aku menertawai kekonyolanku. Kesly yang duduk sebangku denganku memandangiku aneh, tapi dia tahu bagaimana aku saat bertingkah aneh, terutama saat aku tertawa sendiri tanpa alasan, benar-benar seperti orang aneh. Dia membiarkanku lalu kembali sibuk dengan buku tugas matematikanya.

Jauh dari perkiraanku, bukan pencari bakat atau juri Teen Movie Maker yang menemukan CD itu, tapi Ivan. Dia salah satu anak populer di sekolah, dia juga super tajir, orangtuanya bukan orang sembarangan. Aku ngga pernah kenal dia, bahkan ngobrol sekalipun engga. Tiba-tiba dia menghampiri mejaku saat aku masih berkutat dengan PR matematika yang belum sempat aku kerjakan semalam—sangat realita anak SMA—. Tangannya mengulurkan sebuah formulir pendaftaran dengan kop bertuliskan Vancouver Film School.

“Luna Lalunna Penaluna, loe jatuhin CD loe di depan ruang OSIS kemarin dan gue temuin. Demi apa film pendek loe keren banget! Bener-bener ngga nyangka gue. Gue rasa loe cocok masuk ke Sekolah ini. Bokap gue yang rekomendasiin.” Ivan tersenyum padaku. Aku melongo, begitupun Kesly yang langsung menyerobot formulir itu dari tangan Ivan.

“A-apa? Bokap loe? Gimana bisa? Maksud gue, loe bahkan ngga kenal gue, iya kan? Kok bisa?”

“Banyak nanya nih loe, Lun. Udah ini terima aja formulirnya. Juga lampirin CD loe ini. Terus kirim ke alamat yang ada di kop. Gue yakin loe ngga cuman diterima, beasiswa bahkan udah nunggu elo. Bentar lagi 'kan kita juga udah lulus, jadi loe bebas nglanjutin dimana aja.” Cetus Ivan sambil menyodorkan CD film pendekku.

“Loe serius?” Aku masih memandangnya heran.

“Bokap gue nonton film pendek loe. Gue sih yang ngajak dia buat nonton. Gue juga kenal loe. Luna Lalunna Penaluna, si cewe cantik yang gue taksir dari kelas satu, tapi sayang udah punya pacar. Btw, good luck, ya. Kabarin gue berita baiknya.” Ivan nyelonong pergi dengan tawa di wajahnya. Luna Lalunna Penaluna, si cewe cantik yang gue taksir dari kelas satu, tapi sayang udah punya pacar. Aku bengong, ngga bisa ngomong apapun. Vancouver Film School? Bahkan lebih hebat dari hadiah Teen Movie Maker!

Kesly melambaikan tangannya di depanku. “Penaluna, loe masih hidup, ‘kan?”







Beberapa bulan kemudian..



Jeff, Mama, Papa, Kesly, Manda, dan Ivan. Satu-persatu dari mereka memberiku pelukan perpisahan. Pesawat berangkat lima menit lagi. Iya, aku dapat beasiswa di Vancouver, Amerika itu dan berangkat lima belas menit lagi, tepat lima belas menit lagi. Ngga ada lagi yang memaksaku untuk jadi dokter, ngga ada lagi yang meremehkanku karena paling tidak aku seudah membukitikan kemampuanku pada mereka. Aku bisa meraih apa yang aku impikan. Yah, belum jadi sutradara hebat juga, sih. Tapi ini sebuah pijakan awal. Selama ini aku jadi orang aneh, terlalu terobsesi, semuanya karena aku ingin meraih apa yang aku inginkan. Ada yang salah dengan bermimpi? Semua orang bebas bermimpi. Semuanya berawal dari mimpi. Ngga ada yang bisa mengendalikan masa depan kita selain diri kita sendiri, bukan orang lain. Terkadang kabar baik juga datang dari orang yang sama sekali ngga terduga, dari orang yang bahkan ngga terlintas di pikiran. Ivan si anak populer yang entah gimana sekarang jadi salah satu sahabatku. Dia sangat berjasa bagiku. Suatu saat aku akan membalasanya. Hmm.. dan tentang Jeff, dia yang akan selalu di sisiku. Dia berarti segalanya. Dia belahan jiwaku.

Aku berjalan meninggalkan orang-orang yang kusayangi. Tentu saja meninggalkan mereka untuk sementara. Kulihat mereka tersenyum padaku. Senyum ceria mereka. Senyum dengan rasa bangga mereka. Mereka melambaikan tangan padaku, mulut mereka bergumam dan aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka katakan. Tapi aku percaya mereka mengatakan ‘Kami mencintaimu, Lun’.

Luna Lalunna Penaluna. Well, ini bukan akhir, tapi permulaan dari sebuah akhir..
Annisa Widyawati

Cerpen Sedih Sayang, Aku Ingin Putus

Saat aku sedang tidak ada kerjaan, tiba-tiba ada seseorang yang mengirimi ku sms. “Anggi” isi smsnya. Aku pun langsung membalas nya dengan bertanya “siapa ini?”. Dia mengaku sebagai ahmad teman sekelas ku. Aku masih belum percaya bahwa dia adalah ahmad, akhirnya aku bertanya dengan teman-temanku apakah mereka mengetahui nomor siapa ini. Ternyata nomor itu adalah milik Rendi teman sekelas ku juga, ia mendapatkan nomor ku dari salah satu teman ku.

Setelah itu, kami jadi sering smsan. Aku awalnya tidak memiliki perasaan apa-apa kepadanya, tapi suatu saat dia menembakku dan aku tidak bisa menerimanya karna aku menganggap dia hanya teman. Dia tidak putus asa, beberapa kali dia menembak ku lagi sampai akhirnya aku menerima nya karna aku memiliki perasaan yang sama dengan nya, tapi saat aku menerima nya aku berkata bahwa aku tidak dibolehkan berpacaran selama sekolah, jadi kita tidak bisa ketemuan atau ngedate. Ia pun menyanggupinya.
Kami berpacaran hanya lewat sms dan telfon, di sekolah pun kami jarang berbicara karna kami tidak mau teman-teman kami yang lain tau bahwa kami berdua berpacaran. Selama itu kami banyak menghadapi masalah sampai harus putus nyambung putus nyambung. Suatu saat aku ketahuan berpacaran oleh orang tua ku, akhirnya hp ku disita dan kami tidak berhubungan lagi. Ketika hp ku dikembalikan, aku menghubungi rendi lagi dan kami pun berpacaran kembali.

***
Saat itu sandi ingin sekali menemuiku, tapi aku tidak mau karna takut ketahuan. Kami pun sepakat untuk bertemu didepan jendela kamar ku pada jam 3 subuh. Ketika kami bertemu, kami senang sekali walau dibatasi oleh teralis jendela kamarku. Tapi sayang, saat itu juga mama ku masuk ke kamar ku dan melihat ada rendi di depan jendelaku. Rendi pun langsung pergi dan aku hanya bisa diam saat orang tua ku memarahiku. Hp ku kembali disita selama berbulan-bulan dan kami tidak ada berhubungan sama sekali. Aku mengira bahwa rendi telah memiliki kekasih yang baru dan melupakanku, padahal saat itu aku masih sangat sayang kepadanya.

Setelah 6 bulan, hp ku pun dikembalikan tapi aku tidak menghubungi rendi. Pada tanggal 23 februari saat dia berulang tahun, ku beranikan diriku untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Aku kira dia tidak akan membalas sms ku, tapi ternyata dia membalas sms ku dengan ucapan terima kasih. Bermula dari sanalah hubungan kami terjalin lagi.

***

Saat pembagian kelas, aku dan sandi sekelas lagi, tapi orang tua ku tidak menyetujuinya dan meminta kepada guruku untuk memindahkan ku ke kelas yang lain. Aku pun rela dipindahkan dan tidak sekelas lagi dengan rendi. Tapi, kami masih berhubungan baik walaupun aku terkadang cemburu dengan nya yang sekelas dengan mantannya. Di saat seperti itu, aku biasanya meminta rendi untuk menelfon ku dan ku ceritakan semua unek-unekku kepadanya. Tidak jarang di telf aku menangis dan rendi juga ikut menangis.

Sebenarnya aku ingin kami tidak berhubungan lagi karna aku tidak mau terus-terusan membohongi orang tua ku, aku dulu berjanji bahwa aku tidak mauberpacaran lagi tapi ternyata aku tetap berpacaran. Berbagai cara ku coba untuk membuat rendi benci kepadaku dan meninggalkan aku. Saat itu aku hanya bisa berkata bahwa aku tidak akan bisa membuat mu bahagia karna keadaan ku yang terlalu di kekang dan aku tidak pernah bisa mengerti kamu. Tapi rendi selalu saja berkata “tujuan hidup ku hanya kamu vita, jadi kalau kita putus, aku tidak punya tujuan hidup lagi. Aku hanya ingin nanti kita bisa menikah dan bersama selamanya. Aku akan selalu mengerti keadaan mu dan memahami segala kekurangan mu”. Aku hanya bisa menangis mendengar perkataannya.

Suatu saat aku ingin benar-benar ingin rendi meninggalkan aku dan memberinya kebebasan untuk mencari wanita lain yang lebih baik dari ku, yang dibolehkan pacaran oleh orang tua nya sehingga wanita itu bisa membahagiakan rendi. Aku akhirnya meminta kepada rendi untuk putus dengan alasan aku sudah tidak tahan dan tidak sayang lagi dengan nya, padahal aku sangat sayang kepadanya. Aku tau itu menyakitkan baginya, tapi hanya cara itulah yang bisa ku lakukan. Rendi pun bersedia untuk ku putuskan.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan dengan rendi, aku merasa sangat kesepian dan hampa. Aku hanya dapat berharap suatu saat kami bisa bersama, kalau pun tidak bisa semoga saja dia mendapatkan kebahagiaan dengan wanita pilihan nya. Amin.
***

Anggi Sagita

Diantara Kisahku Kau Dan Dia

Dewi hanya terdiam, seakan tak percaya apa yang didengarnya.Kekasih yang selama ini ia sangat sayangi, dan ia sangat cintai,brniat memutuskan hubungan mereka.

‘’putus” hanya kata itu yang selalu terngiang ditelinganya....sedih,,bingung,,,bercampur baur menjadi satu. Tanpa terasa air mata mengalir dari tepian matanya yang indah.Sambil terbata-bata ia berucap

’’kenapa’’ dengan suara yang serak dan perlahan.

sebenarnya banyak kata danpertanyaan didalam hati yang ingin diucapkan , namun seakan-akan semua itu tersangkut ditenggorokannya, tak sanggup berkata-kata hanya itu kata yang terucap.

‘’Mungkin kita sudah tak sejalan lagi’’ jawab fauzan kekasih yang sangat dewi, namun dengan nada datar.

Semakin pilu perasaan hati dewi harus menerima kenyataan ini.air matanyapun semakin deras mengalir.

“ya..udah aku pulang dulu”kata fauzan mengakhiri pertemuan mereka disore itu, sambil terus berlalu dari hadapan dewi.

Dewi yang sedari tadi tak bisa berjkata-kata dan hanya terdiam dengan air mata yang terus mengalir...seakan sempit dunia ini seakan gelap pandangan mata dewi. Iapun terus menangis......

====================================

“de...de....bangun...bangun.....liat tuh jam berapa? Gugah mamanya dewi dari depan kamar dewi.

“iya maa....”jawab dewi dengan suara yang agak serak.

Dewi langsung bangun dan melihat jam beker

“hah.... jam segini?” ternyata dia bangun kesiangan karna semalem gak tau dia tidur jam berapa, karna semalaman ia hanya menangis.dewi langsung mandi dan memakai seragam sekolahnya, lalu ia duduk didepan cermin merapihkan wajahnya, terlihat matanya sembab karna habis menangis semalaman.

Masih terekam jelas diingatan dewi saat kemarin fauzan memutuskan hubungan dengannya hanya karna persoalan yang gak jelas, karna selama ini nyaris tak pernah ada permasalahan antara hubungan mereka berdua.

“de...mau sekolah gak? Dah siang nih? Kk mau ada kuliah pagi”kata kakak dewi yang membuyarkan lamunan dewi

“iya sebentar...sebentar,,,jawabdewi sambil menyeka air mata yang tanpa terasa mengalir.

“ma ...pa dewi berangkat dulu ya”kata dewi sesaat setelah sampai keruang tengah rumahnya.

“gak sarapan dulu?”tanya ibunya

“gak mam...ntar aja disekolah”jawab dewi sambil mencium pipi ibunya dan ayahnya

“mata kamu kenapa de? Kok sembab gitu?”tanya ayahnya heran.

“gak papa kok pa,Cuma kurang tidur aja”jawab dewi.

sebenarnya dewi bukan tipe orang yang suka berbohong , apalagi pada kedua orang tuanya.tapi karna tak ingin kedua orang tuanya panik makanya ia berbohong.

v ======================

“Asalamualaikum” dewi pamit sambil keluar dari rumahnya, dan taklupa ia menyalami kedua orang tuanya.

Wa’alaikum salam”. Hati-hati dijalan!”jawab ayahnya

Pagi itu seperti biasa dewi berangkat sekolah diantarkan oleh kakaknya. sekalian kakaknya berangkat kuliah.

“kakak mau terus aja ya de?...”kata kaknya sesampainya didepan gerbang sekolah dewi.

“ya kak” jawab dewi langsung menyalami kakaknya

“assalamualaikum” kata kakanya

Waalaikum salam”jawab dewi

Dewi langsung aja masuk kedalam kelas, disana ada teman sebangkunya EVA.

“pagi?”sapa eva.

“uga”jawab dewi. Sambil duduk disebelah eva dan meletakan tasnya.

“mata kamu kenapa de..?”tanya eva

“gak papa”jawab dewi

“mungkin karna semalam aku rang tidur jadi mataku sembab”timpalnya

Tak berapa lama datanglah yani sahabat eva dari kecil

“ “pagi semua”teriaknya dengan senyuman yang khas.

“pagi “jawab eva”siap-siap ratu gosip dateng” celoteh eva lagi. Sambil tersenyum melirik yani.

“de..de..kamu masih jadian ma fauzan?”tanya yani pada dewi sesaat setelah iya duduk didekat mereka berdua

“emangnya kenapa”tanya eva pada yani.

”semalem aku dapet sms dari siti, katanya fauzan jalan ma silvi”kata yani dengan antusias.

‘dan katanya lagi mereka pelukan mesra banget.”kata yani semakin menggebu-gebu

“bukannya kamu pacaran ma fauzan de?”tanya eva dengan muka yang penuh tanda tanya pada dewi

Dewi tak bisa menjawab hanya air mata yang mengalir dari matanya yang indah,bibirnya kelu perasaannya semakin hancur, setelah kemarin ia diputuskan oleh fauzan sekarang ia mendengar kabar yang lebih mengagetkannya.

Silvi adalah sahabat baiknya yang baru 2 bulan yang lalu ia kenalkan pada fauzan ternyata tega merebut fauzan dari dirinya.

“a..aku dah putus”jawab dewi dengan terbata-bata.sambil menyeka air mata yang sedari tadi mengalir.

“kapan?”tanya eva lagi.

‘’kemaren”jawab dewi agak lebih tegar

“tapi tega ya silvi ma kamu de, padahal dia tau bahwa fauzan itu kekasihmu dan baru kemaren kalian putus,kok tega-teganya dia jalan ma fauzan? Sambil peluk-peluk juga.”kata eva dengan nada jengkel

“biarin aja”jawab dewi

Padahal didalam hati dewi penuh dengan kekecewaan ,kemarahan,kesedihan namun ia tahan ia tak mau menunjukkan semuanya didepan sahabat-sahabatnya.

=========================

Sesampainya dirumah dewi langsung masuk kekamar. Tanpa ganti pakaian ia menghidupkan laptop putih kesayangannya, hadiah ulang tahunnya yang ke17, dari kakanya. Teringat pesan dari kakaknya

“kalo kamu ada unek-unek atau keluh kesah atau apapun yang kamu anggap itu berkesan dan sangat berarti, kamu tulis aja di laptop ini.”pesan kakaknya waktu iyi.

Lanngsung saja dia buka microsof world dan menulis puisi


    DIA.....

    DISAAT RASA INI ADA,,,,,

    DISAAT CINTA INI BAHAGIA..

    LEPAS BERSAMA ANGIN....

    TAPI... SERAYA TERSANJUNG SEPI...

    TERBUKA TABIR MENGUSIK....

    DIA....

    KENAPA HARUS DIA?....

    TEMPATKU BERCURAH, DARI SEGALA KELUH KESAH...

    TEMPATKU BERBAGI,DARI SEGALA ISI HATI...

    DIA ......

    KENAPA HARUS DIA?...

    Tanpa terasa air mata dewi kembali menetes.tapi ia lanjutkan menulis.

    YA ALLAH YA ROBBI...

    AKU SADARI DIRI..

    BERANJAK DARI SADARI....

    ATAS SEMUA INI ...HANYA ENGKAULAH YA ,,, ROBBI...

    YANG TELAH MENGHENDAKI KEBAIKAN , DARI DIRI INI,,,,,

    NATAR-LAMPUNG-13_O7_2012.

Ardiansyah

Cerpen Penderitaan Itu Kembali

Jalanan yang sepi. Aku berdiri di samping jendela kamar menatap sunyinya jalan yang hanya dilalui beberapa orang yang lalu lalang. Berlari santai sambil mengirup sejuknya udara pagi, itulah yang mereka lakukan. Mereka terlihat bahagia menikmati suasana pagi bersama orang yang mereka sayangi. Jujur, aku iri melihat mereka. Sangat iri.


Sekali lagi kutatap lekat sebuah surat yang ada di genggaman tanganku. Mungkinkah ini hanya mimpi?? Atau… atau ini kenyataan?? Jika ini hanya sekedar mimpi, maka hanya satu hal yang aku inginkan. Aku ingin segera terbangun dan terlepas dari mimpi buruk ini. Hanya itu yang aku inginkan. Sesekali kutepuk pipi kanan dan pipi kiriku. Hingga aku sadar, semua ini benar-benar kenyataan.
“Sisy, kamu belum siap-siap ke sekolah? Sekrang udah pukul 06.00, Sisy.” kata mama sambil mengetuk pintu kamarku.


“Iya, mama . Tunggu sebentar.” Jawabku singkat.
Dengan berat, kugerakkan kakiku secara perlahan menuju kamar mandi. Ya, meskipun masih setengah sadar, tapi aku berusaha berjalan dengan normal. Satu jam telah berlalu, aku sudah siap lengkap dengan seragam sekolah, sepatu, tas dan perlengkapan lainnya. Kakiku yang mungil terus melangkah membawaku ke ruang makan. Papa dan mama sudah duduk menungguku dari setengah jam yang lalu.
“Gimana bobonya, Si? Nyenyak?” tanya mama.


“Nyenyak, Ma.”
“Sisy, mata kamu agak merah. Kamu abis nangis yah?”
“Ehm,,,, Nggak, Pa. Tadi kemasukan sabun pas lagi mandi, jadi merah gini deh.”
“Benar?”
“Iya, Papa.”
“Ya udah, kamu lanjut sarapannya. Ntar telat ke sekolah kalau cerita terus.”


Aku hanya tersenyum pada papa. Aku merasa senang bisa duduk dan bercanda bersama mama dan papa. Menjadi anak tunggal dari mereka membuatku bahagia dalam keluarga ini. Keluarga yang harmonis dan saling menyayangi. Cukup melihat papa dan mama tersenyum, sudah membuatku bahagia. Apalagi saat mencium mereka secara bergantian sebelum berangkat sekolah. Aku sayang mama dan papa.

*


“Sy, kamu nggak lagi sakit kan?” tanya Gita padaku saat aku tiba di kelas.
“Sakit..?? Nggak. Aku sehat-sehat aja kok.”
“Tapi kamu kelihatan pucat dan lemas.”
“Mungkin karena kurang tidur. Tapi ini bukan masalah besar kok.” Jawabku tenang. Aku memang merasa lemas pagi ini, bahkan semangat belajarku hilang. Saat belajar, pikiranku melayang entah kemana. Aku sendiri pun bingung dengan apa yang aku pikirkan, bahkan pagi ini sudah ada tiga guru yang menegurku karena aku sama sekali nggak fokus ke pelajaran.


“Sisy, kalau kamu lagi ada masalah, cerita aja. Kamu jangan diam-diam gini.” Kata Gita setelah bel tanda pelajaran usai siang itu.
“Gita, aku nggak lagi ada masalah.”
“Tapi, Sy..”
“Tapia apa?”
“Hari ini kamu kelihatan beda. Seperti ada yang menganggu pikiran kamu.” Ucap Gita lalu sesekali menggigit bibir bawahnya, menandakan ia agak ragu untuk bertanya.
Sambil berjalan menuju parkiran mobil, aku terus meyakinkan Gita kalau aku benar-benar tidak punya masalah hari ini.

“Jangan khawatir, Git. Aku nggak punya masalah kok.”
“Tapi….” Belum selesai Gita berbicara, aku sudah memotongnya dengan terbatuk berkali-kali. Aku langsung menutup mulutku dengan tangan kanan dan tanpa melepaskan tanganku dari mulut, aku langsung pamit pada Gita.


“Git, maaf. Kali ini aku nggak bisa ngantar kamu ke rumah. Aku buru-buru, ada urusan penting. Nggak masalah kan?”
“Nggak, Sy. Kamu hati-hati di jalan. Jangan ngebut.” Kata Gita.
Aku pun masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas meninggalkan Gita yang terus menatap mobil yang kukendarai hingga menghilang dari pandangannya. Perlahan kulepas tanganku dari mulut. Dan dugaanku benar, batukku tadi mengeluarkan darah. Aku tidak tahan melihatnya.


“Tuhan, apa artinya ini? Aku takut dan aku tidak mau lagi menanggung semua ini…” Aku menjerit dalam hati. Rasanya ingin langsung tiba di rumah dan mengurung diri di kamar.
Setiba di rumah, aku langsung masuk kamar. Beruntung mama dan papa lagi nggak ada di rumah, jadi mereka tidak akan melihatku dengan keadaan begini, mata yang lembab dan tangan yang berlumuran darah. Belum selesai aku membersihkan darah yang ada di tangan dan mulutku, aku kembali merasakan sakit yang luar biasa. Dadaku terasa sakit, sangat sakit, seakan ada yang mengirisnya.


“Tuhan, kenapa aku harus menderita seperti ini? Kenapa penyakit ini kambuh lagi? Kenapa….?” Aku berteriak seakan menolak semua ini. Aku tidak ingin mengulang kejadian lima tahun yang lalu…

*


“Anak Bapak positif mengidap kanker paru-paru. Dan sangat kecilkemungkinannya untuk dapat disembuhkan secara total karena umurnya yang masih sangat muda.”
Kalimat itu terdengar jelas di telingaku. Seorang dokter ahli kanker mengatakan hal tersebut kepada papa saat kami sedang memeriksa kondisiku yang sedang tidak sehat. Aku langsung shock mendengarnya. Bagaimana mungkin di umurku yang baru 13 tahun ini, aku sudah positif mengidap kanker paru-paru?? Aku sangat takut. Aku takut tidak akan bisa hidup lama, aku takut jauh dari mama dan papa, dan aku takut tidak akan terbangun lagi saat aku sedang tertidur pulas di atas ranjang rumah sakit.


Awalnya aku mulai batuk terus menerus, seuruh badanku terasa nyeri, dahakku pun bercampur dengan darah dan pada akhirnya dadaku terasa sangat sakit. Sangat-sangat sakit. Aku berpikir apakah aku akan meninggal saat itu juga? Tapi mama dan papa sangat menyayangiku, mereka melakukan segala cara untuk membuatku tetap bertahan hidup.


“Jangan mau kalah sama penyakit. Sisy harus bisa bertahan, harus kuat dan Tuhan tidak akan pernah ninggalin kamu.” Aku masih ingat betul kata-kata mama saat aku akan menjalani pengobatan kemoterapi. Meskipun umurku belum memungkinkan untuk menjalani kemoterapi, namun aku siap menanggung semua rasa sakitnya asalkan aku bisa sembuh.


Menjalani kemoterapi adalah penderitaan terbesar dalam hidupku. Bagaimana tidak? Kemoterapi pertama memang masih terasa normal, namun kemoterapi-kemoterapi berikutnya mulai terasa mematikan. Tubuhku seakan menolak semua obat-obatan keras yang dimasukkan ke dalam tubuhku melalui suntikan, melalui cairan infuse, dan melalui proses kemoterapi itu sendiri.


Aku meronta kesakitan, sulit bernapas, menggigil, mimisan, mual dan muntah, kulit jadi kering bahkan aku harus merelakan mahkota terindah di kepalaku rontok hingga tak ada satupun yang tersisa. Sungguh menyedihkan, aku sendiri tak kuat untuk melihat keadaanku yang seperti ini. Air mataku jatuh, apalagi ketika mama dan papa turut menangisiku. Sulit rasanya untuk menjelaskan bagaimana isi perasaanku. Namun, perjuanganku tidak sia-sia. Aku bisa sembuh dari kanker paru-paru. Ini semua berkat doa mama dan papa. Terima kasih Tuhan, aku sayang mereka.


*


Sekali lagi kepegang dadaku yang terasa sangat sakit.
“Tuhan, penyakit ini benar-benar kembali. Surat dari dokter yang aku terima tadi pagi ternyata benar.” Aku duduk merenung. Aku tidak ingin melihat mama dan papa menangis lagi. Sudah cukup semua penderitaan ini, aku tidak ingin mengulang semua penderitaan dengan penyakit kanker. Dan sudah aku putuskan, aku akan menyimpan rahasia ini sendiri. Kali ini aku rela kalah dari kanker asalkan orang yang aku sayangi bisa tersenyum bahagia. Mama, papa, maafin Sisy.


Satu bulan, dua bulan, dan tiga bulan berlalu. Kanker ini mulai menyebar dengan cepat. Berat badanku mulai turun, tubuhku lemas, dahakku selalu bercambur dengan darah dan dadaku terasa sangat sakit setiap hari. Namun aku bersyukur, rahasia ini masih tersimpan dengan baik, hanya aku dan Tuhan yang tahu. Entah bagaimana caraku menyembunyikannya.

Pagi ini, aku terbangun dengan cara yang aneh. Aku melangkah perlahan keluar dari kamar, keluar dari rumah dan terus berjalan ke sebuah taman yang sangat indah yang terletak tidak jauh dari rumah.
“Hari ini kamu berulang tahun kan? Jadi silakan petik satu bunga yang ada di taman ini. Ingat… hanya satu tangkai bunga saja.” kata seorang penjaga taman yang ada di taman itu. Hari ini memang hari ulang tahunku, dimana umurku genap 18 tahun.


“Sebaiknya aku mengambil dua tangkai bunga untuk mama dan papa.”
“Jangan. Kamu hanya boleh mengambil satu tangkai bunga.”
Aku jadi bingung ingin mengambil bunga warna apa. Semuanya tampak cantik, ada warna merah, putih, kuning, merah muda dan sebagainya. Namun ada satu bunga yang sangat menarik perhatianku. Bunga itu berwarna merah darah dan daunnya yang berwarna hijau layu.


“Ini bunga yang aku cari.” kataku sambil memetiknya.
Aku lalu kembali ke rumah dengan perasaan yang ringan tanpa beban. Aku bahkan sudah lupa kalau aku sedang mengidap penyakit kanker yang ganas. Rasanya sangat lega..
Namun setiba di rumah, aku melihat mama, papa dan Gita sahabatku sedang menangisi seorang gadis yang terbaring di tempat tidur. Gadis itu berpakaian sama seperti diriku.


“Mama, Papa, Gita … ini Sisy… Kenapa kalian menangisi gadis itu?” kataku sambil tetap berada di dekat pintu kamar.
“Ma... Pa… Kalian dengar Sisy kan? Ma,,, Pa,,, Gita,,,,?? Kenapa kalian nggak jawab?? Kalian dengar Sisy ngomong kan?”

Dengan agak kesal, aku lalu melangkah mendekati mereka. “Ya Tuhan..” aku kaget dan bunga yang ada digenggamanku terlepas. Gadis yang terbaring itu adalah diriku yang tak bernyawa lagi.
“Tidak… ini tidak mungkin..” aku mencoba menyentuh tangan mama, tangan papa, dan tangan Gita. Namun tanganku tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Kini aku hanya menjadi roh yang tidak dapat dilihat manusia.

“Mama, Papa, Gita… maafin Sisy. Sisy sudah memilih bunga merah darah dengan daun hijau layu lambang kematian. Sisy sayang sama kalian. Maafin Sisy….”
***

Inggrid Claudine

Cerpen Remaja SEMPAT MEMILIKIMU

“Bodoh!! Bodoh,,knp aku bisa sebodoh ini.menyia nyiakan laki laki yang begitu sempurna.” Umpat Lea pada dirinya sendiri.seminggu setelah Ivan memutuskan hubungan gelap mereka.Ivan adalah laki2 yang di kenal lea selama setahun terakhir.awalnya Mereka dekat karena Rian pacar resmi Lea di kabarkan selingkuh sama temen kerjanya.

Rian jadi jarang ada waktu buat lea.selalu beralasan ini itu stiap kali lea mengajaknya bertemu.merasa kesepian akhirnya Lea teringat sosok Ivan teman SMU nya.kebetulan saat lea online FB Ivan juga sedang Online.lea langsung menyapa Ivan  via Chat FB
Lea:temen SMA ku ya??
Ivan:iya kayaknya,,
Lea:kok kayaknya sih.kamu ivan kan.yang anak ipa,yang dulu ikutan PPATG.yg agak gendut dan matanya sipit hehehehe
Ivan:iya,kok tau.aku aja gak inget kamu.kamu dulu anak ipa/ips sih
Lea:ips 1 
Ivan:oh ya ya ya
Lea:kamu inget van?
Ivan:Dikit Dikit :P, inget cantiknya doank. 0838205xxxxx sms aku aja kalo mau.udah mau off nih.salam kenal lagi aja deh sori kalau lupa.


    Akhirnya malam itu juga Lea langsung sms Ivan.secara emang dulunya lea sempet naksir kok sama Ivan.mereka mulai deket.smsan stiap hari.secara Ivan gak suka BEBE.jadi gak bisa BBM an deh.mulai dari nanya2 hal hal sepele sampe akhirnya jadi becanda2an.2 bulan saling kenal akhirnya mereka memutuskan untuk Jadian .and endingnya mereka berencana untuk bertemu.secara si Ivan kuliah di bandung sekarang kan.sedangkan Lea di jakarta.jadi susah mau ketemunya.oiya mereka manggilnya udah gak aku kamu lagi loh.sekarang manggilnya sayang2an gitu deh.pagi itu lea telfon ivan.buat mastiin hari itu mereka jadi ketemu apa gak.”Halo,van.mau ketemu jam berapa.kamu pulang kuliah jam berapa?”,”ketemu pagian juga gak apa2 kok sayang.aku mau bolos aja hari ini.cape nih.jam 11 siang aja gimana?aku berangkat dari Rumah jam 10an”,”oh gitu juga gak apa2 sih yank.kalau gitu aku siap2 dulu deh”,”jam berapa ini sayang.ngapain siap2 sekarang.baru jam 7 gitu”,”ih ivan.kan aku harus milih bajunya dulu.harus ke salon dulu benerin rambut kalu gak,gak keburu tar.”,”ya ampun !sayangku,kamu itu gak usah di apa2in juga udah cantik kok.” Ciiieeee romantisnya si Ivan :P “oh gtu ya yank.yaud deh ga jadi ke salon aja.trus ini kamu mau ngapain yank”,”ya tidur lagi aja sih yank.masi pagi bener dah ini.semalem tidur jam 2 aku yank”,”Ooh yaudah si bobok lagi aja.jgan kesiangan ya sayang.mpe ketemu nanti.mmuuah”Telepon di tutup.”Mumpung si Rian lagi Liburan sama temen2 kantornya di bali.aku bisa ketemu Ivan deh.Lumayan lah sehari xixixixi”kata Lea dalam hatinya


    Jam 11:05, Ivan sampe di rumah Lea naik motor Vixion warna putihnya.Gilaa keren banget.Ivan udah gak gendud lagi loh.cakep banget,Rambutnya agak  di panjangin gitu,kaya yesungnya  Super junior hahahaha #Lebay amat.Lea langsung menghampiri Ivan di depan.”Hai van”sapa si lea.lea Grogi banget loh.walaupun tiap hari berhubungan Via telfon.tapi untuk tatap muka kaya gini baru yang pertama kali.waktu SMA lea gak pernah berani nyapa si Ivan.cuman liatin Ivan dari jauh doank.dan sekarang Ivan bener2 di depan matanya.jaraknya gak nyampe 1 meter.waahhh bisa bayangin gak si senengnya Lea.begitu juga dengan Ivan.Ivan yang dari awal emang gak begitu kenal lea.waktu di sekolah emang Ivan sempet berkali2 papasan sama lea tapi gak begitu meduliin.dalam Hati si Ivan bilang “ternyata lebih cantik aslinya”si Ivan malah jadi Bengong deh,”Heeii van,,hellooo kok bengong si”kata Lea sambil sambil megang pundak Ivan.”oh sory2 aduh jadi salting kan akunya.”kata si Ivan malu.”Masuk yuk van.org rumah pada pergi.cuman ada pembantu aku 1 di belakang.jadi santai aja ya”,”oh,iya sayang.udah santai loh ini hehehe”.si Ivan masuk ke rumah lea.mereka duduk di teras belakang rumah.ngobrol banyak hal.waktu rasanya cepet banget.saat mereka lagi asik ngobrol.tiba2 Ivan mendekatkan wajahnya ke wajah lea.Lea kaget dan grogi banget bingung mesthi gimana.”aduh kayaknya dy mau cium gw nih.Tuhan gimana nih.ga siap.gw kan gak pernah ciuman”batin lea dalam hati.suasana begitu mendukung.akhirnya.1 kecupan dari Ivan yang merupakan ciuman pertama Lea,mendarat mulus d bibir Lea .sebelumnya lea pernah sih di ajak ciuman sama rian berkali2 malah.tapi Lea selalu nolak.gak tau kenapa pas sama Ivan lea kaya gak ada keinginan sedikitpun buat nolak.perasaan yang campur aduk d rasakan sama si Lea.nerves,kaget,seneng,pokoknya jadi 1 deh.buat yang pernah ngrasain ciuman pertama pasti tau rasanya.Ivan menatap Lea dalem banget.”


Aku mau mati sama kamu suatu saat”kata ivan.lea kaget setengah mati dengernya”kamu ngomong apa sih van.kok jadi bicarain kematian”,”Aku serius Lea,aku mau mati tenang sama kamu suatu saat.karna aku gak bisa milikin kamu seutuhnya,aku pengen hidup sama kamu,aku pengen punya anak dari kamu,aku pengen kamu buatin teh stiap hri,tpi gak mungkin..kamu gak mungkin mau tinggalin Rian kan.”kata Ivan,”van,aku pasti tinggalin dia.suatu saat aku bakal jadi milikmu seutuhnya.”kata lea,” kamu cuma bisa ngomong ..,”sanggah si Ivan.”van,kalaupun nantinya aku gak bisa menikah sama kamu tapi bukan berarti kamu kehilangan aku.aku slalu ada waktu buat kamu.kapan pun kamu butuh aku van.”kata lea”trus,sampai menikah nanti juga harus selingkuh...?aku gak kuat. . .,aku Cuma mau sama kamu.itu aja.kalaupun aku gak bisa hidup sama kamu,ayok kita mati sama2.,”Lea diem,dia gak tau harus bilang apa.Ivan kliatan terguncang banget.Lea pegang tangan Ivan.”Aku mau mati sama kamu.apapun yang kamu minta aku mau Van”,Lea memeluk Ivan kenceng banget.dia gak tau kenapa bisa terucap kata2 seperti itu dari mulutnya.yang ada di pikiran Lea saat ini hanyalah Ivan.dia sangat mencintai Ivan.”Makasi sayang”kata Ivan lirih.semakin erat mereka berpelukan.gak terasa ud jam 5 sore.Ivan pamit buat pulang ke bandung lagi.Lea mengantarnya sampai depan.”Hati hati ya.gak usah ngebut.”,kata lea sambil mengusap kepala Ivan.Ivan meraih tangan lea.di taruh di dadanya.”Kamu tau,hari ini aku seneng banget.sebenernya masi pengen disini terus sayang.”,kata si Ivan.”aku juga yank.besok2 sering2 kesini donk yank.kalo pas kamu Libur.”,kata lea”di usahain honey ku.yaudah aku pulang dulu.”Ivan mengecup kening Lea.adduu so sweet nya ,, .”kalau udah sampai jangan lupa kabarin aku ya sayang.Ivan naik ke motornya sambil terus menatap Lea.kelihatan banget kalau dia sangat mencintai Lea.begitupun Lea.Ivan menstarter motornya.dia melambaikan tangannya pada lea.setelah Ivan pergi Lea langsung masuk ke kamarnya.dia pegang dadanya.”Y ampun kenceng banget jantung gw larinya.saking senengnya jadi nyesek.Ivan,,I love you”


    Hari demi hari.Ivan dan lea tetap menjalin hubungan gelap mereka.tanpa di ketahui oleh Rian.pacar resmi Lea.bahkan Lea hampir stiap Hari brantem sama Rian.lea jadi brubah sama Rian sejak kehadiran Ivan.semua perhatian lea hanya untuk Ivan.Lea selalu mengutamakan Ivan.Rian sering heran sama sikap lea akhir2 ini.”sebenarnya Lea ni kenapa sih.dulu dia sabar banget orang nya.sampai gw selingkuh aja di maafin sm dy.kok sekarang jadi brubah 180 derajad gini sih.apa jangan2 dia punya cowok lain.ah gak lah gak mungkin,lea kan gak pernah pergi kemana2.kalaupun dia kluar itupun sama gw.”Rian gak terlalu perduli dengan perubahan sikap Lea.karna rian masih punya Dilla,cewe yang selama ini jadi selingkuhannya si Rian.tapi sayang,nasip Rian gak bagus2 amat.akhir tahun 2011 Rian PUTUS  sama Dilla.gara2 Dilla punya laki2 lain lagi.so, , ,si Rian jadi sedih banget gitu deh.lea yang pada dasarnya emang Gadis baik gak tega liat Rian kaya gitu.dengan sabar Lea hibur Rian.sampai akhirnya Rian sadar kalau cewe yang selama ini dia cari ada di depannya.penyesalan yang teramat dalam di rasakan Rian.kenapa dia bisa begitu Bodohnya menyia nyiakan Lea yang sebaik itu.hanya demi cewek kaya Dilla.yang hanya mau sama uangnya Rian aja.Rian memeluk Lea erat.tapi prasaan Lea biasa aja.Hambar,gak ada lagi perasaan cinta yang menggebu gebu kaya dulu.karna prasaanya kini udah berpindah pada Ivan.


    Semakin Hari Rian semakin mencintai lea.namun lea semakin mencintai Ivan.begitu juga Ivan.tapi suatu ketika Ivan sempat berpikir bahwa dia lelah.dia lelah menunggu Cinta yang gak pasti kaya gini.dia tahu lea sangat mencintai dirinya.tapi Cinta aja gak cukup.Ivan pengen di akuin di depan semua orang kalo dia itu pacar Lea sekarang.stiap Ivan buka Facebook Lea dan dia Lihat ada Tulisan “In Relationship with Rian” di Info status Lea.hatinya sakitt banget.sakit sesakit sakit saat liat wanita yang dia amat Cintai adalah milik orang Lain.dan dia gak bisa berbuat apa apa.8 bulan sudah Ivan dan Lea menjalin hubungan mereka.sampai pada akhirnya Ivan merasa benar benar udah gak sanggup lagi.Ivan mulai cuek sama lea.mulai jarang ada waktu buat Lea.sering gak ada kabar.Lea sedih banget dengan perubahan sikapnya Ivan.Dia kangen banget sama Ivan.biasanya tiap malem Ivan selalu sempetin waktu sebelum tidur buat telepon Lea.karna hanya itu alat untuk melepas kangen mereka.mereka hanya bisa bertemu kalau Ivan punya waktu longgar.dan itu jarang banget.Setiap kali Lea buka facebook Ivan,Ivan gak pernah menulis status tentang Cinta kaya dulu.kebetulan password facebook Ivan,sempet di kasih tau ke Lea.suatu hari lea buka Facebook Ivan.dia buka Inboknya.banyak banget inbok dari cewe cewe yang gak Lea kenal.Ivan terkesan sedang mencari pacar lagi…Lea kaget baca inbok2 dia.Lea nangis sejadi jadinya.sedih banget,liat cowok yang sangat di cintai nya terang terangan cari pacar baru.jam 1 mlm Lea nelfon Ivan.”Halo lea,knpa kok belom bobok”kata Ivan dari seberang sana.”Yank,bisa ketemuan gak,aku kangen banget sama kamu”,kata Lea Lirih.”Aduh kalau waktu waktu dekat aku sibuk sayang.tapi aku usahain cari waktu deh buat ketemu kamu ya.kalau minggu depan aja gimana yank?”kata Ivan.”oh yaudah,gapapa kok yank.minggu depan ya.mau ke rumahku apa ketemu dimana.”,”ke rumah kamu aja si yank.biar aku yang ke rumah nanti.sekarang kamu bobok ya.udah malem loh.met bobok mami cantik.muuuaachh.”Ivan menutup telfon lea.Ivan merbahkan tubuhnya di tempat tidur.”asal kamu tahu Lea,aku juga sangat sangat merindukan kamu.tapi aku harus belajar kuat tanpa kamu.karna kamu gak akan bisa aku miliki”gak terasa Ivan meneteskan air matanya.Ivan  sangat merindukan lea.selama ini dia berusaha agar terlihat kuat di depan semua orang tapi dalam hati ivan Nangis,pedih banget rasanya kalau inget Lea gak bisa dia miliki.


    Hari yang di tunggupun tiba.jam 1siang Ivan sampai di rumah Lea.lagi lagi orang rumah pas gak ada semua.seolah-olah keadaan seperti ini sudah di atur .Ivan pake baju warna item dan jaket warna merah.pas banget waktu dia pake.Ivan benar benar kliatan Ganteng banget.Lea langsung menyambut Ivan dengan pelukannya.”Ohh Tuhan sumpa deh gak kuat ini,,pengen nangis rasanya”kata Ivan dalam hati.”kita langsung masuk aja yuk.”ajak si lea.susananya gak kaya waktu pertama kali Ivan dateng ke rumah Lea.hari itu suasana nya sedih aja.walaupun berkali kali Ivan dan lea sama sama mencoba mencairkan suasana,tapi tetep aja,Hati mereka gak bisa bohong.”sayang aku mau ke kamar mandi dulu ya”kata si ivan.”oh iya yank.jgan lama lama ya”Hape Ivan di tinggalin di meja.Lea penasaran pengen buka hape Ivan.akhirnya dia mulai buka buka hape Ivan isi sms nya dari Lea semuanya.catatan panggilannya juga,ada beberapa dari papa and mama nya si Ivan.Lea mulai buka di Galery.dia buka buka album foto dan,Lea Kaget setengah mati liat ada  beberapa Foto Christy di Hape Ivan”Loh kok isinya foto si Christy semua”Christy adalah teman mereka berdua waktu sma.Ivan balik ke Teras liat Lea lagi pegang Hapenya.dia Liat Lea buka Foto Christy.Ivan mencoba tetap bersikap tenang.”yank ini si Christy kan”kata lea.”Iya yank,knpa?”jwab Ivan dengan santainya.”gapapa kok yank,nanya aja.”Lea gak berani tanya2 lagi.Lea gak berani ngatur2 Ivan harus jaga jarak sama cewe lain.secara Ivan juga hanya di jadikannya pacar ke 2.jam 7 tepat ivan pamit pulang.sebelum dia naik ke motornya di peluk Lea erat banget.seolah olah dia gak akan ketemu Lea lagi.tapi Ivan gak ngomong satu kata pun.dia hanya diam dan terus memeluk lea.”aku pulang ya sayang.nanti kl udah sampe aku kabarin.”Ivan mengecup kening Lea.Lea gak sanggup ngomong apa2 hatinya sedih gak karuan.gak tau kenapa dia merasa Ivan jauh banget.meskipun mereka saling berdekatan.dalam perjalanan pulang Hati Ivan semakin kacau.”maaf sayang,maaf bikin kamus sedih.Foto foto Christy emang sengaja aku taruh di hape biar kamu bisa benci sama aku.tapi kenapa kamu malah meluk aku seerat itu.”Ivan meneteskan air mata sepanjang perjalanan pulang.dalam Hati dia bertekad hubungan ini harus segera dia selesaikan.di kamar, lea masih terbayang foto Christy yang ada di hape Ivan.”sakit banget hati gue,knapa kamu brubah sih Van.”



    Waktu terus berjalan.hubungan Ivan dan Lea semakin renggang.seperti ada jarak di antara mereka.Ivan terus menerus menguatkan hatinya bahwa dia mampu Hidup tanpa Lea.dia hanya harus mengembalikan Hidupnya sama seperti sebelum Lea hadir dalam hidupnya.tepat 9bulan lebih 20 hari,


Hari itu Lea sempet berantem sama Ivan.gara gara 2 hari Ivan gak ada kabar,tapi malah sempet bikin status di facebook.akhirnya lea bikin status di facebook ”Kalo di sms tu ngejawab donk jangan diem aja.”akhirnya si Ivan baca status Lea.dia langsung sms Lea.”kok ada yang beda ya”isi sms ivan.”apa nya si yang beda”jawab lea.”gak tau juga yank”kata ivan”Coba deh di cari tau dulu ya ,muach.”ivan jawab dengan emoticon cium doank (:-*) .sepanjang sore Lea nunggu sms dari si Ivan.tapi sampe malem Ivan gak juga sms dia.akhirnya jam 11 malem,Lea buka facebooknya.dia search nama Ivan tapi gak ada.”loh kok fbnya Ivan gak ada.”Lea panik banget.knp Fbnya tau tau di blokir sama Ivan.akhirnya dia buka fb si Ivan pake passwordnya si Ivan.ternyata password udah di ganti jam 16:16.keringat dingin mulai keluar.jantung Lea berdegub kenceng banget.perasaan takut,kawatir,sedih jadi 1.Lea telfon si Ivan tapi gak di angkat.berkali2 dia telfon gak diangkat juga.akhirnya Lea sms.”Papi dimana?”sekitar 1 menit ada balasan dari Ivan”kita putus aja ya.”,Hancuurrr banget rasanya hati si lea.bener bener gak bisa ngomong apa apa.tangan Lea bergetar.kaki rasanya lemes banget.Lea jawab sms Ivan”kenapa yank?aku salah apa sama kamu.sebelumnya kita gak ada masalah apa2 loh.”gak ada jwaban lea sms lagi ”Kamu kenapa van,tolong kasih aku penjelasan.” Sekitar 10menit ivan menjawab “mulai besok jangan hubungin aku lagi ya.maaf,kamu lupain aku aja.”Lea udah gak bisa jawab apa apa lagi.Air mata mulai mengalir deras di wajah Lea.sedih banget,dia terlanjur sayang banget sama Ivan.Lea penasaran dengan status Ivan setelah mutusin Lea,akhirnya dia pinjem password FB temennya Tania,buat buka FB si Ivan,dan bener aja isi statusnya bikin sedih banget


“i have no regret. . .
this tormented soul are seeking for a new place,
and forgetting YOU !!”
yang artinya, “Aku punya tidak ada penyesalan sedikitpun... jiwa yang tersiksa ini ingin mencari tempat baru, dan melupakanmu!!”.sakit banget hati si lea.dia nangis sepanjang malem.dan Ivan,dia duduk di kamarnya.dia masih merenung,dia pun sebenernya gak siap kehilangan lea,Gadis yang selama ini sangat dia Cintai.”Maaf sayang.aku nyakitin kamu,tapi aku gak kuat kalau harus terus terusan jadi selingkuhan kamu.maaf”Ivan meneteskan air matanya.dia buka hapenya ada sms dari Lea.” buat yang terakhir aja,kasi aku ciuman terakhir van.setelah itu aku gak akan ganggu kamu.aku cuma nyimpen kamu di hati ku paling dalam.skali ini aja.yang terakhir :'(” Tangis Ivan semakin menjadi.pedih banget hatinya baca sms si Lea,tapi dia harus kuat.dia gak bole cengeng kaya gini.akhirnya Ivan  membalas sms nya singkat banget” Muach :-* Goodbye :-)”setelah membalas sms lea Ivan buka FB nya.dia Nulis status “mmmmmmmuach :*,,my last kiss for you :’(”.pedih banget hati Ivan.begitupun lea.kenapa untuk hidup bersama orang yang di cintai harus sesulit ini.sepanjang malam mereka menangis.mengenang semua yang udah terjadi di antara mereka.saat sedih,bahagia,berantem,saat romantis.semua begitu indah dan sayang untuk di lupakan.lagi2 ada sms dari lea yang isinya “kamu dulu bilang pengen mati bareng sama aku.kenapa sekarang malah minta putus ,tapi gak apa2 kok sayang aku hargai keputusan kamu.sayang kamu jaga diri ya,jangan stress lagi.i'll always love u.by my soulmate :*aku janji pada diriku sendiri.slamanya km tetep yang terindah yang pernah aku miliki :').aku berharap kita berjodoh di kehidupan mendatang :') Oiya Twitter kamu udah aku benerin @XXx_x  passwordnya :xxxxx kalo mau di ganti pengaturannya bisa.followersnya udah banyak.bye :D”,Ivan tersenyum baca sms terakhir dari Lea.”Lea kamu masi inget aja,pengen sih ngajakin kamu mati bareng,tapi aku gak se egois itu sayang.kamu masi bisa aja senyum.aku sayang banget sama kamu.semoga kamu bahagia ya sayang.makasi buat cinta tulusmu selama ini.aku akan melanjutkan hidupku tanpa kamu.belajar hidup tanpaku ya sayang.aku Yakin kamu akan Bahagia dengan Rian.”Ivan membuka Twitter yang barusan di kasih sama Lea.sebelumnya Twitter Ivan emang gak bisa di buka.trus d benerin sama lea.Ivan buka di tweets,ternyata Lea ud nambahin beberapa foto dia di twitter,”makasih Lea sayang”kata Ivan sambil mencium Foto Lea.Ivan kembali membuka FB nya dan menulis sebuah status “ketika aku mncari, sangat sangat terasa susah didapat, mungkin kalau ak lupakan malah datang sndri kali ya”


    1 minggu sudah Lea dan Ivan putus.Lea masi sangat terpukul atas semua ini.tapi dia gak mungkin terus2an terpuruk seperti ini.dia mau bangkit.karna hidupnya gak Cuma untuk menyesal dan menyesal.”Ivan,dimanapun kamu dan sampai kapanpun.kamu tetap yang terindah buat aku.Aku beruntung SEMPAT MEMILIKIMU”


    Lea kembali pada rutinitas nya sebelum ada Ivan begitu juga dengan Ivan.Ivan kembali melanjutkan hidupnya.dan membantu usaha kluarganya.di sisi lain Rian berencana akan melamar Lea Tahun depan.terkadang apa yang kita inginkan bukanlah yang kita butuhkan.hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik bagi hidup kita,belajar ikhlas dan bersyukur atas segala yang terjadi. 

Chintya Valent
 

http://cerita-cerita-di.blogspot.com Copyright © 2012-2013 | Powered by Blogger