Post View:

Kisah Sedih Seorang Istri Solehah

Kamis, 11 Oktober 2012

Mengharu biru; kekuatan kata istri shalehah dalam kisah ini begitu mengena. Catatan yang diambil dari page di sajadah cinta ini , semata-mata ingin menyebarkan manfaat yang terkandung dalam kisah ini. Semoga bermanfaat_

Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.

“mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, ntahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“kenapa?” tanyaku lagi.

Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.

Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.

“saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendirilah”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi deman, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yg di usapnya.

“anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya , ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah2an umi ridho”, begitu katanya.

Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”

Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo ma jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Baigaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaan.

Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.

Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku.

Dia mengambil tas laptopnya,, bergegas ingin meninggalkannku. Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.

Ya Allah….

Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.

Pelajaran yang membuatu menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..

Subhanallah..

Sahabat..
Kekeliruan slama ini, orang mengganggap kebahagiaan itu adalan kaya akan materi.. mobil mewah.. rumah bagus..
Tapi sesungguhnya kekayaan sebanarnya itu ada saat kita merasa cukup akan nikmat ALLAH walaupun tampa ada materi yang bersifat wah..

CERITA CINTA

"sayang,kamu serius sama aku?,kamu sayangkan sama aku?,kalau kamu beneran sayank sama aku. Kamu harus bisa buktiin".
"sayang mau bukti apa?pasti aku turuti.aku gak mau kecewain cinta".

Dingin yang menembus ke sum-sum tulang, membuat burung takut terbang keluar dari sangakar, dingin yang menyulap lilin menjadi padam, dingin yang menimbulkan efek embun pada lampu-lampu berwarna kuning berada di pojok-pojok taman, sehingga menambah suasana romantis acara makan malam dua ingsan yang sedang memadu.
"sayang kok diam?sayang pingin bukti apa sih?

Zara tak dapat berkata, bibirnya kelu, batinya merinding, bulu kudunya berdiri. Zara tak dapat berkata, serasa mulutnya terkunci, batinya menciut, ungkapan yang mengurungkan hasrat. Reval tau kekasihnya itu sedang menggigil. Yang dia tahu perempuan di dekatnya itu kedinginan, dia tak tahu pasti apa maksud semua ini, dia tak tahu apa yang terjadi, dia tak tahu isi hati.
"sayang kamu kedinginan?ya sudah kita kedalam yuk!"

Hanya anggukan yang Zara ungkapkan. Ia tak tahu juga apa isi hatinya. Ia hanya pasrah akan keadaan. Yang ia tahu ia sedang berjuang menepis angkara-angkara fikiran negative. Ia hanya menurut pada apa saja yang dikatakan hati. Dengan di gandeng Reval, Zara masuk kedalam rumah bermotifkan paris yang memunculkan efek elegan pada rumah ber dinding warna kalem sehingga menambahkan suasana romantis.
Zara hanya tahu kalau sekarang dia sedang digandeng reval, selebihnya dia tak tahu. Rasanya ditepis keadaan. Dia pun tak tahu kapan dia sampai dikamarnya dan dia tak tahu kapan Reval pulang.

Zara sudah niat untuk ngomong sama Reval hari ini. Dia sudah tekad. Dia harus mengatakanya. Zara pun mengambil ponsel warna pink di meja marmer dekat ranjangnya berwarna pink pula. Tanganya tak mampu mengetik kata. Hanya memandang ponsel nokia black berry itu yang dari tadi Zara lakukan. Zara sendiripun tak mengerti jalan fikiranya. Dia ling-lung akan perasaanya sendiri. Dia tak mengerti.
"Sayang..."

Pesanpun telah terkirim dan telah sampai ke hand phone Reval.
'kau mau apa pasti kan ku beri,kau minta apa akan ku turuti. Walau...'
"aduh,siapa sih malam-malam ganggu orang tidur aja"

Batin Reval dalam hati. Suara dering hand phonenya memaksa tubuh yag letih untuk bangun Reval dengan lunglai dan masih mengantuk mencari sumber suara itu. Dia mencari-cari hand phonenya yang dari tadi masih berada didalam saku celana jeans warn abu-abu yang dipakainya kerumah Zara. Reval langsung melihat dan
'1 message received'

Dan ternyata dari Zara. Reval dengan spontan membuka pesan dari kekasihnya itu karena rasa penasarana apa isi dari pesan itu. Tidak biasanya Zara menghubungi Reval larut malam. Zara yang dikenalnya manja,cantik dan baik hati itu tidak pernah tidur lewat tengah malam.
"Iya sayang, kenapa? Kok tumben belum tidur? Ada apa?"
'message delivered'

Kini waktu menunujuk pukul 1 malam. Angin malam menembus jendela kamar lewat celah-celah kecil  diantara ukiran kayu terpahat sangat rapi. Sepoi-sepoi,dingin membuat rasa kantuk Reval semakin menjadi dan nafsu untuk mengukir mimpi ingin dituruti. Tapi di lain ruang ada kekasihnya yang butuh dirinya. Diapun berjuang menepis setan-setan yang merasuki darahnya,mengipas-ngipas kalbunya, membujuk batinya,menarik matanya karena Reval tak mau mengacuhkan pesan kekasihnya.
'kau mau apa pasti kan ku beri,kau minta apa akan ku turuti. Walau harus aku...'

Dering hand phone mengagetkan jantung yang terlelah. Menggerakan tangan untuk meraih sebuah ponsel dan segera membukanya. Berharap rasa penasaran hati akan segera luluh dengan sendirinya. Jari jempol reflek bergerak.
"Aku butuh bukti, kalau kamu beneran sayang sama aku...

Dengan setengah mengantuk Reval membaca pesan rembulan hati yang sangat ia sayang. Reval adalah seorang yang mungkin dikirim tuhan untuk Zara. Reval sangat sayang sama Zara, tak mau mengecewakan Zara, dia selalu berusaha untuk membuat Zara tersenyum dan dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri kalau sampai Zara bersedih lebih-lebih sampai air mata rembulan hatinya tak bisa dibendung oleh kelopak mata yang membuat hati Reval damai bila melihat sepasang mata itu. Sepasang mata yang memberi kedamaian ingsan yang memandang, sepasang mata yang mengisyaratkan keteduhan jiwa, sepasang mata yang berwarna coklat muda. Sepasang mata yang saat ini dia miliki dan dia tak akan pernah melepasnya walau yang lain merebutnya. Reval melanjutkan membaca isi pesan Zara...
.....Kamu mau gak aku kasih sebuah tantangan untuk kepastian cintaku?"

Tanpa fikir panjang Revalpun menyetujui tantangan dari kekasihnya.

Dan berharap dia tidak mengecewakan dan bisa memenuhi tantanga Zara dengan baik. Reval pun langsung membalas berharap kekasihnya tak menunggu terlalu lama.
"iya, Reval bener-bener sayang sama Zara. Sayang pingin aku ngelakuin apa?"
"aku pingin kamu hidup tanpa aku selama 1 hari! Tidak ada komunikasi di antara kita selama 1 hari. Aku pingin tau apa yang kamu rasakan. Aku pingin tahu kesungguhan cinta kamu ke aku! Kamu sanggup?"
"kenapa kok gitu sayang?"
"kalau kamu bisa melakukanya aku akan cinta kamu selamanya!"
"iya sayang"

Seharian pun Reval tidak SMS ataupun telefon Zara.
"hmmmmm... Pluto,besok Zara ulang tahun. Aku harus siapin kado spesial buat dia!. Aku pingin dia bahagia!"

Terlihat, Reval sedang berbicara pada sahabat. Sahabat yang mungkin tak pernah dan tak akan menjawab semua keluh Reval. Tapi, dia sahabat yang sangat setia dan mau mendengarkan semua isi hati tuannya. Karena sahabat itu adalah seekor kucing. Kucing yang sangat bersahabat. Dengan di temani cuaca yang tidak bersahabat, langit mendung berwarna abu-abu matang, rintik hujan mulai berjatuhan, matahari menyembunyikan sinar terangnya, Seharian Reval menyiapkan kado untuk hari indah kekasihnya. Dengan hati, Reval menyiapkan semuanya. Dinner romantis dengan ditemani lilin-lilin berbentuk hati, makanan yang Zara suka, biola dengan lagu klasik yang selalu Zara mau tidak mugkin terlupakan dan sebuah cincin cantik berwarna silver dengan dua liontin. Itulah cincin pertunangan yang akan Reval sematkan pada jari manis kekasihnya sebagai tanda ikatan cinta dan kasihnya yang tulus. Tanpa Reval ketahui Zara hanya punya waktu 20 jam untuk hidup karena Zara punya penyakit kangker. Reval tak pernah mengetahui penyakit kekasihnya itu, karena memang Zara tak pernah bercerita. Karena hanya satu alasan, Zara tidak mau kekasihnya sedih.

Dengan hati yang bangga karena yakin akan usahanya, dengan rasa gemetar tapi Reval sadar bahwa ia mempunyai satu rasa yang tak terartikan oleh nya, rasa yang aneh. Reval sudah siap menjemput Zara.

Honda Jazz merah menembus jalan yang sepi, menghamburkan daun yang terjatuh rapi, membelah ruang yang sunyi. Akhirnya honda jazz pun terparkir dipelataran degan suasana yang tidak biasa terjadi.

Reval masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, langkah demi langkah yang berat memaksa kaki untuk berjalan. Hatinya meleleh, seperti Ice Cream yang di telan hawa panas ketika melihat sesosok yang sangat di kenal, pujaan hatinya. Tiba-tiba air mengalir dari kedua matanya, entah siapa yang mengundang. Ketika ia mengetahui ternyata Tuhan telah memanggil Zara. Menjerit sampai tenggorokan kering serak ingin ia ungkapkan ketika sesosok jelita hatinya telah terbaring dengan surat ditanganya.
"kamu berhasil sayang. Bisakah kamu melakukanya setiap hari?
I LOVE U. Aku selalu berdoa, semoga tuhan akan mempertemukan kita di syurga-NYA".

Semoga Cerita Pendek Cinta Romantis bermanfaat bagi anda dan bisa menjadi Motivasi untuk membuat Cerpen yang lebih baik. 

Iva Yansikha

Cerpen Sedih, Good Bye....

Setya adalah seorang anak SMA yg suka main game, dan dia menghabiskan waktunya untuk bermain game Lostsaga selama 6 jam perhari, dan hingga suatu saat dia ketemu ama cewe namanya Arin di game tersebut waktu demi waktu dan akhirnya mereka janjian untuk bertemu, Arin tinggal di Bandung sedangkan Setya tinggal di Jakarta, Arin sebenernya sudah ada cowo juga di Bandung, tetapi si Setya ga tau soalnya dirahasiain.. hingga pada suatu saat,

“Rin aku mo ke Bandung di liburan ini, tapi kapannya masih ga pasti, alamat rumahmu masih sama kan?”

“iya, tapi tolong kalo bisa kasih tau yah, soalnya biar aku bisa jemput kamu atau bisa nyambut kamu dulu… “ Jawab Arin

“ah seruan surprise lah, ya uda nanti aku hubungi lagi.. “

Dan akhirnya liburan pun tiba, setya dengan semangat 45 pergi ke Bandung dengan motornya, dan kerumahnya Arin pas hari itu hari Sabtu, saat tiba disana, dia melihat mobil sedan yg lumayan bagus parkir didepan rumahnya Arin, dia gak jadi mampir dulu, tapi muter lagi ke Bandung buat beli setangkai bunga mawar…
Setelah beli dan sampai dirumahnya Arin lagi, ternyata mobil itu masih parkir didepan rumahnya, dia pikir “ah, temen ortunya kali… cuek ah gw dah kangen”
dan pas Setya masuk dihalaman, terlihat Arin dengan seorang cowo sedang bercanda mesra… saat melihat itu tangan setya yg baru bawa bunga bergetar… tubuhnya serasa berhenti berjalan… dan tiba-tiba Arin melihat kearah halaman.. dan dia juga kaget, Setya menarik nafas panjang… dan dia langkahkan mendekati berenda tamu depan rumah Arin, dengan modal senyum…

“Sore rin, maaf mengganggu, tapi aku bawa bunga untukmu… surprise….”

“ …….” Arin diam saja..

“Heiii kamu sapa hah? kasih kasih bunga ama cw gw? senyum2 lagi… mo gw tonjok lo?”

“Ow ini cowomu ya? ~senyum~
“rez kenalin ini setya temenku maen game”
“oww temen game LostSaga itu ya? gitu aja ngasih2 bunga, jangan ngarap lu”

“Maaf, ……….. ~senyum~ klo gitu aku pulang dulu ya rin…”

Hati Setya langsung terpuruk habis…. dan dia balik ke Jakarta dengan perasan yg benar-benar gak menentu, dan ditengah jalan Arin menelpon, tapi Setya gak mau angkat hingga akhirnya pas Setya dirumah, Arin telp lagi lewat hpnya, dan Setya pun angkat

“Maafin Arin ya gak cerita, tadi cowoku, tapi aku ga begitu suka dia, soalnya dia keras, cuma aku sama kamu……. aku kenal dia duluan, tapi bukan berarti aku ingin menyakitimu dengan gak kasih tau, justru aku takut menyakitimu… aku gak ingin kehilangan kmu… selama hidupku cuma kamu yg selalu tersenyum manis dan tulus buat ku”

“… Apakah kamu sayang aku?”

“Iyah....”
akhirnya mereka balikan lagi, dan Setya cuek aja mau Arin suka ama cowo itu apa ga yg jelas dia gak ke Bandung lagi.. hingga suatu hari Setya di call gak pernah jawab.. hpnya mati, dan Arin mencari di game Lostsaga gak ketemu-ketemu, akhirnya dia menerima telp penting dari temenya setya.

“Arin kamu bisa ke Jakarta ga?”

“Wah aku baru test semesteran nih”

“Penting, si Setya di RS, dia meminta kamu dateng ke sini, kalo perlu aku jemput, Setya sakit dan udah 5 hari ini dirawat di ICU sini, aku telpon karena disuruh sama keluarga Setya, katanya “Setya menunggu seseorang bernama Arin kamu tau ga dia sapa?” … trus aku jawab, ya om saya tau nanti coba saya telp dia, saya ajak dia kesini”

“hahhhhh, Setya knapa? ada apa?

“Gak tau, aku juga tau baru aja kok, aku kesana ya!”

“Gak usah! Alamat dan nama RS-nya apa? aku langsung kesana sekarang juga”

Dan saat itu juga Arin meninggalkan sekolah dan ke Jakarta dengan naik taksi dia ambil duit tabunganya buat bayar taksi 1 jam kemudian sebelum Arin tiba di Jakarta, tiba-tiba Bapaknya Arin telp.

“Rin kamu dimana?”

“Temenku ada yg masuk di ICU pah..”

“Temenmu? nanti sore kan bisa, papa antar juga bisa?”


“Aku dah dari tadi pagi ada perasaan ga enak dan saat denger kabar ini, aku langsung ke pergi”

“Ya uda RS apa? …………. hah??? itu kan di Jakarta? kamu kesana naik apa? papa kesana juga sekarang… kamu itu rin, sapa sih temenmu sampai kamu belain gini?

“Dia satu-satunya temen yg selalu bikin Arin tersenyum… temen special…, dan yg mengajari biar Arin selalu tersenyum, hingga papa dan mama juga suka kalo liat Arin tersenyum, uda yah pa aku tutup.. low bat”

Sampai di RS, Arin langsung mencari ruang ICU, dan ternyata gak ada Setya, dia sudah dipindahkan ke kamar biasa… “sukur Tuhan dia dah ga di ICU lagi, terimakasih Tuhan”
[slama perjalanan ke Jakarta Arin terus menerus berdoa untuknya]Dan saat kamarnya ditemukan, tampak beberapa orang berkumpul didepan kamarnya Setya, dan temanya Arin menyambut

“Masuk rin, dah ditunggu Setya”

Terlihat saat memasuki kamar itu, banyak yg sedang meneteskan air mata, wajah2 penuh kesedihan terlihat di muka keluarga Setya dan teman-temannya.

“hai Setya…”

“maaf aku meminta kamu datang tiba-tiba” ~seyum~

“ga papa kok, kamu kok ga cerita sih kamu sakit apa?”

“cuma sakit biasa aja, aku ga cerita cuma gak ingin kamu khawatir.. kan baru semesteran khan?” ~senyum~

“ih kamu cerita ga akan bikin aku khawatir kok..” [sambil cubit]

“terus kabarmu gimana sekarang ? tadi kesini naik apa? eh kok kmaren aku liat dompetmu gak ada fotoku sih?”

“dasarrrrrrr dompet gw di intip-intip……..”

Lalu mereka berdua ngobrol 1 jam, ngobrol hal2 yg biasa2 aja

Hingga akhirnya


“rin, aku ingin kamu tau kalo aku sayang kamu, dan bahagia banget bisa kenal dan tau klo ternyata kamu sayang aku”

“kamu ngomong apaan sih… sapa yg sayang kamu ueee”

“pah… mah.. kak…”

Bokap dan kakaknya Setya berdiri mendekat, masih dengan wajah yang penuh sedih

“rin tolong dunk kamu duduk di deketku, dan sangga kepalaku yah, moh pake bantal…”

“eh.. malu Setya… tapi ga papa cuma bentar aja kan?”

“iya… mo ngomong ama papa dan mama dan kakaku dan kamu juga”

“kamu knapa sih? jadi manja gini?”

“pah.. mah kakak……. klo aku pergi, jangan tangisi aku… karena ini adalah hari terbahagiaku selama aku hidup, bisa bersama dengan orang-orang yg sangat aku cintai, dan bisa berkumpul dengan kalian yg begitu menyayangi aku juga… dan karena ada Arin … karena dia.. aku sangat bahagia juga ma…”

“Setya…… [meneteskan air mata] kamu knapa? kok ngomong aneh?” [arin menggenggam tangan setya erat2]

: “memang aku baru manja nih, boleh minta kecup didahiku ga rin?”

“… iya
Arin mengecup dahinya pelan2 dan saat dia mengecup Setya berkata dengan lirih…”

“Arin… aku ingin bilang aku sayang kamu dan terimakasih kamu bisa datang dan membuat hari ini adalah hari yg paling bahagia untuku.. dan ingat aku akan selalu ada dihatimu.. karena aku sayang sama kamu…”

…. …. …

Pelan-pelan tubuh setya mulai melemas.. dan matanya menutup perlahan… dan dia.. tersenyum

“Aku.. sayang….. k a m u…. rin” ~seyum~…………………………

“… aku juga sayang kamu….”

Arin memeluk tubuh Setya dan Setya menghembuskan nafas terakhirnya
“S e t y a….” [ucapnya lirih]

Setya meninggal dalam pelukan kekasihnya, Setya pergi dengan meninggalkan wajah penuh kedamaian dan tersenyum, semua orang di kamar itu gak bisa menangis tersedu-sedu.. bahkan mama dan papanya setya hanya diam dan berlinangan air mata..

Setya telah pergi dengan bahagia… bagai mana bisa bersedih bila Setya merasa ini hari paling bahagia untuknya

Lalu mamanya Setya memelukArin dan bercerita kalau Setya kena kangker pankreas stadium akhir, dan sudah mengidap selama 1 tahun… seharusnya menurut dokter dia masih bisa bertahan hingga 6 bulan lagi.. tapi kemaren tiba-tiba Setya minta dipindahkan dikamar biasa aja.. dan menunggu Arin… dia ingin habiskan waktu-waktu terakhirnya dengan orang2 yg dia cintai….

Paginya, saat pemakaman Setya, tampak wajah-wajah yg bahagia bukan kesedihan… karena mereka semua mengerti, kata-kata terakhir yg Setya ucapkan benar, Setya pergi dengan sangat bahagia dan tak ada alasan apapun untuk bersedih karena kepergianya… dan saat melihat isi peti mati terlihat wajah Setya yg damai dan tersenyum..

Dan sorenya saat Mamanya Setya mempersilahkan Arin untuk mengambil barang-barang Setya apapun yg bisa dia jadikan kenangan… Arin menemukan sepucuk note, yg tertulis :

“Tuhan terimakasih kamu sudah menemukanku dengan seorang bidadari bernama Arin, aku belum pasti apakah dia mencintaiku apa ga, dia gak pernah menyimpan foto2ku, tapi yg jelas aku amat sangat menyayanginya… dan walaupun kami terpisah kota dan sepertinya dia juga mempunyai seseorang disana, tapu aku tetap tulus menyayanginya dan aku yakin didalam hatinya dia juga menyayangiku… aku bisa merasakanya Tuhan… aku akan selalu tersenyum untuknya… selamanya hingga saat terakhirku pun aku pasti akan tetap tersenyum untuknya… aku gak berharap agar Tuhan menyembuhkan penyakitku… asal aku bisa melihat senyumanya Arin, dan tau klo dia juga benar2 menyayangiku.. aku kira itu cukup bagiku… aku hidup untuk mencari kebahagian… dan aku sudah menemukan kebahagianku dalam Arin… bidadariku… terimakasih untuk semuanya Tuhan”

Lalu arin tersenyum dengan meneteskan air mata… tanganya bergetar saat membaca note tersebut…

“Setya… aku sayang kamu… sejak kita bertemu dan kenalan dan pertama kali melihat senyumu aku jatuh cinta padamu.. hanya saja aku gak mau mengakuinya… dasar kamu bodoh… dompetku gak akan ada fotomu karena aku selalu terbayang wajahmu yg sangat lugu dengan senyumanmu itu… hanya senyumu yg bisa menghangatkan hari-hariku… senyummu setya… senyumu sudah hidup dalam hatiku untuk slamanya…”

Lalu Arin hanya terdiam dan menangis berjam-jam dikamar Setya

2 bulan kemudian>

Arin berdiri di depan makam setya lalu dia pun berlutut dan berkata

Arin : “ini setangkai mawar untukmu sayang… dan senyum dari kita semua

aku sayang kamu… slamanya” ~senyum~ Dulu kamu yang membuat ku tersenyum sekarang aku akan brusaha untuk tersenyum!”
tak lama kemudian hujan pun turun arin pun bergegas meningal kan pemakaman sebelum dia keluar dari areal pemakaman di lihat nya makam Setya! antara sadar dan tidak sadar di lihat nya bayangan setya tersenyum ke pada nya

“Tersenyum lah untuk ku dan untuk semua orang! hanya senyum mu yang bisa membuat ku tenang di alam sana slamat tingal priest ku sayang Arin.”

lalu bayangan Setya pun menghilang

Arin hanya menangis dan berkata

“Good bye my lovely Wiz!”

Khresna Mahisa

Cerpen Romantis, Ku Temukan Pelangi di Tepi danau

“ Angi....maafin Riko. Riko janji....Riko akan kesini lagi didanau ini. Tapi....”
           “ Tapi apa Riko??” potong Pelangi.
           “ Tapi sekarang Riko harus pergi...” jawab Riko dengan berat hati.
           “ Pergi...kemana??” tanya Pelangi tertegun dengan kata-kata Riko.
           “ Ke London….” Jawab Riko pendek.
           Pelangi menundukkan kepalanya. Ia mencoba menyembunyikan kesedihannya itu. Riko sungguh tidak tega meninggalkan sahabat yang disayanginya itu. Sesungguhnya dalam hati Riko menganggap Pelangi lebih dari seorang sahabat. Sayangnya keadaanlah yang membuat Riko enggan mengungkapkan perasaan itu, ketakutannya akan hubungan persahabatan dengan Pelangi akan renggang setelah dia mengungkapkan perasaan itu.
           “ Tapi Riko janji…. Riko akan kesini lagi, di danau persahabatan kita ini.” tegas Riko.
           Ada sedikit harapan di hati Pelangi untuk bertemu kembali dengan Riko. Tetapi keragu-raguan tetap menyelimuti hati Pelangi. Jarak yang jauh akankah membuat  Riko tetap mengingatnya.
           “ Ini Riko titip gelang.” ujar Riko sedari melingkarkan gelang berinisial R di tangan kiri Pelangi.
           “ Kamu harus jaga gelang ini, kamu nggak boleh ngilangin gelang ini. Gelang ini sebagai tanda janji Riko untuk Pelangi, janji harus Riko tepati nantinya.” Tambah Riko.
           Gelang perak berinisial R kini melekat di tangan pelangi. Tak kuasa buliran bening membasahi pipi pelangi. Sebagai gantinya Pelangi memberikan kalung yang terukir nama PELANGI kepada Riko.
           “ Buat Riko…. Supaya Riko nggak lupa sama Angi.” Kata pelangi memakaikan kalungnya pada Riko. Riko memegang kalung itu dan memandangi ukiran nama yang menggatung dikalugnya. Kabutpun mulaidatang menyelimuti kalung itu, tidak berapa lama wanita berparas anggun datang menjemput Riko.
           “ Rikoo… ayo sayang nanti kita terlambat.” Teriakan mama Riko memecahkan kesunyian.
           “ Iya mah…” sahut Riko.
           Pelangi semakin sedih saat detik-detik keberangkatan Riko. Rasanya dia ingin ikut bersama-sama Riko. Tapi tidak mungkin Pelangi melakukannya.
           “ Riko pergi…. Sampai jumpa lagi saat kita berumur 17 tahun nanti.” Ujar Riko untuk terakhir kalinya kepada Pelangi. Kabut di Danau semakin bertambah tebal mengiringi kepergian Riko. Pelangi hanya bisa menangis mengantar kepergian Riko ke London. Dan sejak saat itu adalah awal semua perubahan kehidupan Pelangi.
******
           Hari demi hari dijalani Pelangi tanpa kehadiran Riko. Tak ada canda ataupun kejailan Riko. Pelangi selalu datang ke danau awal persahabatannya dengan Riko. Di danau itu Pelangi memutar kembali memorinya saat-saat bersama Riko. Semua kenangan diputarnya secara perlahan-lahan agar tidak hilang dari ingatannya. Ingin sekali Pelangi cepat-cepat berusia 17 tahun, tak sabar untuk menanti kedatangan Riko yang mengalami banyak perubahan.
           Tapi sayang, itu masih 5 tahun lagi dan waktu 5 tahun itu adalah waktu yang sangat lama. Dalam benak Pelangi dia bertanya-tanya mungkinkah Riko masih mengingatnya??
******
           Lima tahun genap Riko meninggalkannya. Belum ada kabar sama sekali tentang  Riko. Sampaia suatu hari, dimana hari itu adalah hari ulang tahun Pelangi yang ke-17. Pelangi sangat sedih, disaat hari istimewanya itu Riko tidak berada di sini.
           “Lima tahun sudah Rik.. kamu pergi,dan hari ini adalah hari ulang tahun ku. Kapan kamu pulang??”ujar Pelangi memandangi foto dirinya bersama Riko saat masih kecil dulu.
           Buliran air mata turun dari pelupuk matanya. Pelangi masih setia menunggu sahabatnya itu.Sahabat yang sangat dicintainya,dalam hatinya dia berharap Riko bukan sekedar sahabatnya melainkan orang yang memiliki hatinya.
           “Angiiiii….”seruan mamanya memecahkan kegundahan hati Pelangi.
           “Iya Mahh…” sahut Pelangi.
           “Cepat kesini….., ada surat untukmu” ujar mama.
           Pelangi segera menghapus air matanya dan berlari menghampiri mamanya. Dalam hati dia berkata “ Semoga surat dari London, semoga surat dari London.” Pelangi memengang surat itu
    Dilihatnya alamat surat itu tertera tulisan dari London. Cepat-cepat pelangi membuka surat itu.

    London ,14 Febuary 2010
    Untuk
    Pelangi tersayang
    Salam sayang,
    “hai.. Angi”, mungkin kata-kata itu yang tepat ku ucapkan untuk ku ucapkan pertama kali setelah sekian lama aku tak menyapamu.Aku tau kamu pasti marah kepadaku setelah sekian lama aku pergi dan ini surat pertama yang kau terima.Oh..ya sebelumnya , apa kabar Pelangi ??? akuharap kamu disana sehat dan semakin cantik saja.Apa ada laki-laki yang mengisi hatimu?? Semoga saja belum da seseorang mengisi hatimu.(seulas senyum terlukis diwajah Pelangi)
    Aku minta maaf baru bisa memberimu kabar sekarang.Sebenarnya sudah lama aku ingin membagi kabar pertama ku saat di London.Tapi apa daya, aku ingin memberimu kabar lewat e-mail tapi aku tak tahu alamat e-mail mu.
    Aku tau hari ini kamu genap berusia 17th.Mungkin jika kamu disini kamu sudah berulang tahunkemarin.Aku ingin sekali bercerita bnyak tentang London .Disini cuacanya sangat bertolak belakang dengan di Indonesia, makanannya juga aneh-aneh namanya. Apalagi rasanya,lebih enak masakan si mbok. Masih banyak yang ingin kusampaikan padamu. Aku harap kamu masih seceria dulu saat-saat kamu masih bersamaku. Sekian dulu surat dariku, aku akan menemuimu di tempat awal kita bertemu dulu. Sebelumnya aku ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun Pelangiku sayang. Semoga kau sehat selalu. Tolong tunggu aku sebentar saja, aku akan kembali padamu.
                                                                                                       Orang yang merindukanmu,

             ( Riko )
    NB: masihkah kau jaga gelang dariku???
              Aku harap kau masih memakainya…
              Jangan hilangkan gelang itu !!!


 Pelangi tak kuasa meneteskan air matanya. Meskipun berulang kali Pelangi menyekanya, air mata itu tetap saja tidak mau berhenti keluar dari matanya. Entah air ,mata kebahagiaanya atau kesedihannya. Pelangi bahagia ternyata Riko tidak pernah melupakan dirinya. Tapi satu hal yang mengganjal hatinya kapankah Riko akan pulang?
******
Hari itu Pelangi berangkat ke sekolah, kebetulan jarak sekolahan cukup jauh. Tapi Pelangi tak mengurungkan niatnya untuk naiksepeda ke sekolahannya. Hari itu bertepatan dengan kepulangan Riko dari London. Riko memang sengaja tidak memberi tahu Pelangi bahwa hari ini dia akan pulang. Dia ingin memberikan kejutan untuk Pelangi. Riko tiba di bandara tepat pukul 08.30 WIB. Senyumannya mengembang saat ia menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Indonesia setelah sekian lama dia pergi.
“ Aku pulang Pelangi….” Ujarnya sendiri sambil menatap birunya langit pagi itu.
Riko akan pulang ke rumah lamanya yang telah sekian lama ia tinggalkan dengan mamanya. Selama Riko di London rumah itu dihuni oleh neneknya dan 2 pembantu serta seorang satpam. Semenjak Riko pergi memang jarang pergi berkunjung ke rumah Riko.
Sebuah mobil kijang merah marun menjemput Riko. Pak Karjon menenteng koper Riko dan langsung meluncur.
“ Pak Karjon mampir ke toko boneka dulu ya…” pinta Riko.
“ Iya Den, mau beli boneka buat Non Pelangi ya?” Tanya Pak Karjon.
“ Iya pak…, Pelangi tambah cantik nggak Pak?”
“ Cantik Den, Non Pelangi sering lewat naik sepeda ke sekolah.” jawab Pak Karjon.
Sampai di toko Riko segera membeli sebuah boneka berbentuk kelinci berwarna merah muda, yang rencananya akan diberikan kepada Pelangi malam nanti.
******
“ Pelangiiiiii……… kamu sudah mendapat kabar dari Riko?” Tanya Mama.
“Sudah mah, tapi Angi nggak tahu kapan Riko akan pulang.” Jawab Pelangi. Mamanya mengerutkan dahi karena bingung dengan jawaban Pelangi.
“ Kok gitu??”
“ Ya Angi nggak tahu mah, ya udah deh Angi istirahat dulu ya mah..”
“ Iya udah sana.”
Sore menjelang malam Riko telah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Pelangi. Mulai pakaian, diperhatikannya dari ujung rambut sampai kaki tidak dilewati Riko. Neneknya hanya tertawa melihat cucunya yang mendadak fashionable. Akhirnya setelah berjam-jam berdandan, Riko berangkat menuju ke rumah Pelangi.
Riko memacu mobilnya kecepatan yang stabil. Senyumnya tak berhenti mengembang saat melihat boneka kelinci yang akan dberikan pada Pelangi. Sangking senangnya Riko tidak melihat adanya truck dari arah yang berlawanan.
Mobil yang dikendarai Riko keluar dari jalur dan menabrak pohon. Selang kejadiaan itu terdengarlah suara serene yang terdengar parau di telinga Riko.
******
Dirumah, Pelangi memandangi fotonya bersama Riko sewaktu kecil dulu. Senyum tipis muncul di wajah Pelangi mengingat kejadiaan saat kecil dulu. Saat akan diletakkannya foto itu kembali, tiba-tiba saja foto terjatuh. Pelangi kaget bukan main, pikirannya mendadak teringat tentang Riko.
Sementara itu Riko tersadar telah berada di ruang yang aromanya penuh dengan obat. Didapatinya nenek berada di sampingnya, menangis mencemaskan keadaannya.
“ Riko kenapa?” Tanya Riko dengan lemah.
“ Kamu kecelakaaan saat menuju rumah Pelangi.” Jelas nenek.
“ Tapi Riko harus ke rumah Angi sekarang juga.” Ujar Riko bersih keras ingin ke rumah Pelangi.
“ Kamu belum sembuh betul, Nak.”
“ Tapi….”
“ Sudah kamu istirahat saja dulu.” Ucap nenek memotong perkataan Riko.
******
Pagi telah datang, Minggu ini adalah saat yang tenang untuk Pelangi. Entah kenapa mendadak Pelangi ingin pergi ke danau. Di keluarkanya sepeda yang kemudian dikayuhnya menuju danau.
Sementara itu Riko masih terbaring lemah di ranjang. Cahaya matahari masuk melalui celah-celah gorden jendela tempat Riko dirawat.
“ Danau… Aku ingin kesana.” Ujar Riko ketika terbangun dari tidurnya.
Dengan langkah tertatih Riko keluar dari kamar inapnya. Riko memanggil taxi untuk mengantarnya ke danau. Jika neneknya tahu Riko akan pergi ke Danau, neneknya tidak akan mengizinkannya.
Dalam hitungan jam Riko sampai di danau. Taxi itu meninggalkan Riko yang tertatih menyusuri jalan setapak yang dipenuhi kabut. Riko melihat sekeliling danau, sedikit ada perubahan pada jembatan danau itu. Senyumnya kembali terlukis di wajahnya melihat tempat kenangan masa kecilnya bersama Pelangi.  melihat tempat kenangan masa kecilnya bersama Pelangi. Tak jauh dari jembatan Riko mendapati seorang wanita yang sedang duduk di bangku taman tepi danau. Dalam hati Riko menebak-nebak “apakah wanita disana itu Pelangi?”. Perlahan-lahan Riko mendekati wanita itu. Rambut berwarna hitam kecoklatan kontras dngan kulit wajah putihnya. Wanita itu memakai switer hijau. Pandangannya menerawang jauh kearah cakrawala.
“Angii…” panggil Riko dengan rasa yang berkecamuk dihatinya.
Wanita itu menoleh kea rah suara yang memanggil namanya. Pelangi menengadakkan kepalanya ke sosok laki-laki bertubuh atletis yang berdiri di depannya. Wajah laki-laki itu terlihat pucat, matanya melihat Pelangi lekat-lekat. Riko melihat gelang yang melingkar di pergelangan wanita itu. Hal itu membuat Riko semakin yakin bahwa wanita itu adalah Pelangi. Pelangi terkejut dengan tingkah laki-laki yang berdiri dihadapannya.
“ Angi…, kamu benar Pelangi?” ujar Riko dengan derai air mata.
Pelangi semakin hera darimana laki-laki itu tahu namanya. Akhirnya Riko menunjukkan  kalung yang terukir nama Pelangi untuk meyakinkannya. Pelangi berdiri dari duduknya. Buliran air mata tak terbendung lagi di matanya. Ternyata laki-laki di hadapannya adalah Riko.
“ Ini aku Riko, Pelangi.” Kata Riko dengan suara bergetar.
Pelangi hanya diam menagis sejadi-jadinya.Sungguh idak disangka kalau Riko benar-benar menepati janjinya. Riko menarik tubuh Pelangi kedalam pelukannya. Di danau ini, di tempat ini pertama awal pertemuan dan persahabatan Riko dan Pelangi. Dan di danau ini pula, sekarang Riko dan Pelangi dipertemukan kembali setelah 5 tahun berpisah.
“ Jangan tinggalin aku lagi…..please.” ujar Pelangi sesenggukan di pelukan Riko.
“ Nggak akan… I’ll stay here for you…. Forever.” Jawab Riko.
Sesuatu yang terlihat jauh tak selamanya menjadi jauh. Begitupun dengan orang yang kita sayangi, walau waktu dan jarak yang jauh tidak akan selamanya terpisah. Yakinlah bahwa waktu juga yang akan menyatukan kita kembali. 

Nurul Fajarwati

Cerpen Cinta, Matematika Cinta

“bagaimana anak-anak untuk tugasnya kemarin, apa ada yang sudah selesai?”

Suasana kelas sunyi layaknya di kuburan yang ada hanya malaikat yang mencatat pelajaran eh salah maksudnya mencatat amal baik dan amal buruk, tapi beneran loh sepi banget rasanya ini kelas soalnya setauku ngak ada tu yang selesai tugas dari ms.killer kali ini. Jadi, kalian tau donk rasanya kalau di tatap oleh seseorang dan keringat dingin membanjiri tubuh, tapi yang natap bukan pacar ya! kalau doi yang lihatin gue setahun juga ngak apa-apa deh. Sumpah gue paling ngak tahan di buat malu nah ms.killier ini kalau seandainya jikalau andaikata apabila gue ngak bisa ngerjain itu tugas mau di tarok dimana muka gue yang udah kayak bidadari ini.

Klop banget nih tamingnya, udah semalam gue begadang karena nyoba jawab ini soal yang pada akhirnya masih ngak bisa gue jawab di tambah ini kelas sepi banget sukses bikin gue tidur.

“tok tok tok.” Suara pintu kelas di ketuk *ya iyalah ya pintu kelas masak iya atap kelas*

“assalamualaikum, permisi buk saya murid pindahan ini surat penganyar dari bapak kepsek.”

“oh baiklah, kamu langsung duduk di sebelah puspa perkenalanya nanti saja saya tidak mau jam pelajaran habis untuk hal yang tidak penting.”

“baik bu!”

“tapi sebelumnya kamu pinjam buku di puspa dan kerjakan semua soal itu, ibu ingin buktin kemampuanmu”

What ini guru emang killer banget orang baru pindah sekolah kayak gitu langsung di suruh ngerjain soal tapi untung deh setidaknya gue lepas dari masalah.

“hey permisi saya di suruh ms. Killer pinjem buku matematika kamu.”

“ehm ya nih bukunya, tau darimana loh kalau dia itu ms. Killer?” kami bicara berbisik, soalnya kalau ketauan bisa gaswat.

“dari mukanya kelihatan kok tapi tenang aja loe selamat kok gue bisa ngerjaiinya.”

Cowok itu mengerlingkan sebelah matanya dan gue hanya bisa senyum ngak jelas tapi bodoh amat pokoknya thank you so much.

“ehm puspa, mau aku traktir ngak?”

“loh kamu tau nama aku?” pertanyaan terbodoh yang pernah gue tanyain, tadikan jelas-jelas dia tau dari ms. Killer

“ha?” cowok itu hanya tersenyum “kenapa kamu ngak Tanya nama aku aja. Kamukan belum tau namaku.”

“ha iya benar. Nama…”

“udah telat nanyanya. Langsung aku jawab aja nama aku somad.”

“he?”

“udah ngak usah sok kaget gitu, nama aku emang kampungan tapi baguslah buat melestarikan bahasa betawi, oh ya kalau masalah tampang aku yang indo ini kerena ibu aku orang betawi dan ayah orang aku itu orang betawi juga.”

“loh kok bisa?”

“tuhkan mulai deh ngak connectnya, orang aku udah ketawa dari tadi itu tandannya aku becanda.”

“ooo, hehehe.”

“telat lagi ketawanya. Ke kantin aja deh laper.”

Somad langsung menarik tanganku dan menyeretku ke kantin. Aku hanya bengong, somad langsung melepaskan tanganku saat dia sadar mengenggam tanganku.

“maaf gue ngak maksudnya aku ngak maksud. Ah kok jadi ribet gini kalimatnya.”

“udah ngak usah salting gitu donk mad. Aku tau kok kalau aku itu emang cantik tapi ngak usah segitunya kali.” Aku tersenyum penuh kemenangan akhirnya aku bisa membalas ejekkanya cowok berwajah indo ini.

“hemm dasar.”

“yah kau benar nak, silahkan duduk.”

“makasih buk.”

Sudah beberapa minggu ini aku sukses menyelesaikan tugas matematika dan menjadi salah satu murid kesayangan ms.Killer ehtapi sekarang aku ngak pakai sebutan itu lagi soalnya kata somad kalau mau bisa matematika pertama kita harus berdamai dengan gurunya dan menyayangi pelajaran tersebut. Eh, tau ngak sejak pertama bertemu somad aku dan somad emang udah akrab ngak tau kenapa tapi sepertinya aku punya something dengan somad tapi entahlah, soalnyakan somad itu keren banget seandainya aja ngak ada yang ngefans sama somad tapikan itu tadi ngak mungkin somadkan cakep banget.

“puspa hari ini aku ngak bisa temenin kamu ke toko buku soalnya kau ada acara sama seseorang.”

“siapa?”

“mau tau aja. Ah, atau kamu cemburu ya?”

“kata siapa?”

“kata aku”

“buktinya?’

“itu muka kamu merah. Cielah ayo ngaku.”

“ngak kok beneran.”

“ayo ngaku.”

“beneran soamd, udah pergi sana entar telat lagi.”

“ya udah aku pulang duluan ya, jangan jelous ya.”

“ngak bakalan. Ngak bakalan ngak nangis lihat kamu jalan sama cewek lain.” Aku berkata lirih.

“apa? ngak kedengaran?”

“aku bilang, cepet pergi atau aku lempar pakai sepatu nih.”

Aku hanya mondar-mandir di toko buku, ngak tau kenapa kok bisa gini. Rencananya sih sampai di toko buku aku langsung beli buku terus pulang tapi kok sekarang jadi ngak jelas gini, parahnya lagi aku ingat somad itu cowok lagi apa ya sekarang? Ehm kok kayaknya aku dengar lagunya one time deh tapi kok di toko buku di puter lagu sih? Atau eh iya lupa itukan nada dering hp aku. Somad? Telpon aku? Katanya lagi ngedate?

“halo kenapa?”aku mengangkat telpon dengan suara yang sedikit ketus.

“aduh jangan sok ketus gitu donk suaranya. Masih jelous ya?”

“hallo, kenapa somad? Apa ada yang bisa saya Bantu?”

“bisakah anda menyuruh orang yang bernama puspa untuk membaca sms dari aku sekarang?”

Kapan somad kirim sms ya, kok ngak ada tandanya sih? Iya sih ada sms dari somad

“eh iya ada kok.”

“cepat ya jangan lama-lama.”

Telpon langsung di matikan. Sms teka-teki? Tantangan nih kayaknya, lumayan buat main-main daripada mondar-mandir ngak jelas di sini.

“perpustakan cinta?” aku bengong saat berhasil memecahkan teka-teki yang di berikan somad tadi, aku kira apaan gitu yang surprise ternyata hanya sebuah perpustakaan yah walaupun namanya perpustakaan cinta tapi tetap aja perpustakaan..

“selamat datang di perpustakaan cinta. Karena kamu pengunjung pertama aku punya hadiah.”

“buku matematika?” aku semakin benggong saat di beri hadiah buku ini sangat jauh dari yang aku harapkan.

“makanya jangan lihat hanya pada satu arah.”

“maksudnya?”

“mulai deh ngak connectnya, ya bukunya di baca.”

“sekarang?”

“oh ngak besok aja, ya sekarang baca yang keras.”

“beneran bacayang keras yah? Okey judul Buku Matematika Cin.. ta” aduh kenapa semua yang ada di sini judulnya cinta-cinta semua sih? “standard kompetensi 2011, kata pengantar buku ini di buat untuk memenuhi standard isi hatiku?” aku semakin bingung.

“kenapa ngak di lanjutin?”

“dan dengan segala ke ikhlasan hati maukah kau jadi pacarku?” nah loh apa tadi yang aku baca, ngak salahkan?

“tentu dengan senang hati my princess akhirnya kamu nembak aku juga.”

“ha? Apa tadi kamu bilang? Kapan aku nembak kamu?”

“yeee tulalit banget sih tadikan kamu baca buku.”

“he ngak adil pokoknya ngak adil.”

“ya udah aku yang nembak deh, kamu mau ngak …”

“aku mau kok whit my pleasure.”

“eh emang aku mau bilang apa tadi? Ke gr-an”

“ya udah, aku pulang deh udah sore nih.”

“eh tunggu okey aku serius, kamu mau ngak jadi my princess?”

“apa ngak kedengaran?”

“KAMU MAU NGAK JADI PACAR AKU?”

Kau tau rasanya di tembak seseorang? Seneng banget kata iklan di tv sih serasa melewatin atmosfer cinta dan menuju rasi bintang paling manis.

“iya somad aku mau…”

“mau apa puspa? He? Kamu tidur lagi ya? Keluar dari kelas SE KA RANG”

“ha? Apa buk? Kok saya di kelas buk? Somadnya mana buk?”

“somad-somad kamu keluar SEKARANG”

Yeee jadi tadi Cuma mimpi? Tapi kok mimpi aku panjang banget rasanya dan anehnya kayak nyata aja. Mimpi yang manis. Aku berjalan menuju pintu keluar dengan mata yang masih setengah terbuka teriakkan ms.killer tadi ternyata ngak cukup buat aku sadar 100% dan walhasil aku menabrak seseorang dan buku-buku yang dia bawa jatuh berserakkan.

“eh kalau jalan pakai mata donk.” Cowok itu memaki ku.

“eh iya maaf ngak sengaja,” aku mencoba membuka mata sepenuhnya dan melihat ke arah orang yang ku tabrak “somad?”

Septi Minarni

Cerpen Cinta, Antara 3 Cinta

Di suatu sore disebuah rumah makan yang terletak dipusat kota Jakarta, terlihat Riska sedang duduk menyantap makanannya. Tanpa disadarinya terlihat juga sepasang mata memperhatikannya dari sebuah kursi yang tak jauh dari tempat duduknya.

’’eh Reza,disini juga.’’ Sapa Riska saat tersadar ada Reza didekatnya.

‘’iya, boleh aku duduk disitu?’’ jawab Reza.

‘’kenapa tidak…’’ sahut Riska.

Mereka pun mengobrol dan terciptalah keakraban diantara mereka,padahal selama 2 tahun ini mereka satu sekolahan,tapi mereka jarang sekali bertegur sapa, dan entah kenapa hari itu Reza dan Riska terlihat akrab.

‘’besok weekend ya.. kamu ada planing kemana?” Tanya Reza.

“gak ada rencana sih mau kemana. Ya paling jalan sama teman-teman” jawab Riska

Obrolan itu terhenti saat reza menerima telepon, dan dia pamit untuk pulang lebih dulu karena mendapat panggilan untuk menjemput adiknya. Selepas Reza pergi tinggallah Riska duduk sendiri lagi.

“ bosen ah, mendingan aku online dech.”gumam Riska sambil membuka akun facebooknya.

Riska meng-update status yang bertuliskan lirik sebuah lagu yang baru saja didengarnya.

“bodohnya diriku selalu menunggumu yang tak pernah untuk bisa mencintai aku.”

Beberapa saat setelah menulis status itu,mampir sebuah pemberitahuan bahwa Sisil, sahabat dekat Riska mengomentari statusnya.

“siapa sih ka? Kayaknya lagi mendam rasa ‘ma seseorang ya,, cerita dong..”

Rischa memang tidak pernah menceritakan kepada siapapun bahwa selama ini dia sedang menyimpan rasa pada seseorang. Hanya diari mungilnya yang menjadi saksi bisu gundah gulana hatinya. Dia berusaha mengelak dari pertanyaan Sisil.

“gak kok,itu cuma lirik lagu aja…” jawab Riska.

Memang sudah lama Riska memperhatikan Vino,teman satu sekolahannya, namun tak ada keberanian untuk mengatakannya. Mereka hanya bisa mengobrol seperti teman biasa, dan Riska risih jika harus berhadapan dengan Vino,karena dia harus menutupi rasa gugupnya.

***

“hai Vin,,ujan-ujan gini mau pulang?” Tanya Riska saat bertemu Vino di parkiran sekolah.

“nunggu ujan sih lama, ujan kayak gini biasanya awet loh..” sahut Vino ramah.

“oh,ya udah..hati-hati ya,,,” pesan Riska.

Senyum mengembang di bibirnya karena baru saja berpapasan dengan pujaan hati tercinta. Sesampainya dirumah,Riska masih saja teringat wajah Vino tadi,tiba-tiba dering handphone membuyarkan lamunannya. Satu pesan dari Rian, teman satu sekolahannya.

“hai Ka..lag ngapain? udah makan belum?” begitulah isi sms tersebut.

“ngapain lagi Rian nhi sms,,gak kapok-kapok juga apa.” Batin Riska kesal.

Begitulah Rian, selalu membuat Riska risih dengan sikapnya. Selalu sms gak jelas,gak penting pula. Kalau mereka ketemu, pati selalu saja ada kejahilan yang dibuat Rian kepada Riska. Riska sering dibuat kesal dengan sikap Rian terhadapnya yang dia sendiri tidak tahu apa maksud dan tujuan dari Rian bersikap seperti itu.

“mending aku mikirin Vino. Andai saja Vino yang sms. Aminnnnn,,”gumam riska.

Lagi-lagi Riska meng-update status facebok-nya yang bernada sedih.

“oh mungkin aku bermimpi menginginkan dirimu….” Begitulah lirik lagu yang menjadi status facebooknya.

“aduh..ngapain sih mikirin Vino lagi,gak bisa berhenti bentar aja kenapa. Kalau bisa jangan berharap lebih deh sama dia,,lupain aja perasaan ini. Lagian dia juga gak bakalan tau perassan aku kalau aku gak ngasih tau ke dia,kalau aku cuma diem aja. Lagian ternyata susah juga nyimpan rasa ini sendirian.” Batin Riska berbicara sendiri.

Besoknya dia memutuskan untuk menceritakan tentang perasaan gundah gulananya selama ini dengan Deva, sahabatnya.

“udahlah Ka,ngapain sih ngarepin yang gak pasti. Toh, dia kan juga gak tau. Angggap aja kamu itu cuma mengagumi.” Saran Deva.

“ya niatnya sih emang mau ngelupain dia, tapi kan kita satu sekolah. Tiap hari ketemu, gimana caranya ngelupain? Mana tiap ketemu dia,aku jadi lupa sama niatku buat ngelupain dia.”

“waduh,,kenapa jadi aku yang bingung ya? Gini aja, kamu jangan maksain buat ngelupain dia, jalanin aja dulu..siapa tahu lama-lama dia bakalan nangkap sinyal-sinyal kamu dan bakalan tahu perasaan kamu ke dia. Kamu berdo’a aja.”

“eh tapi Va, gue juga ngerasa sinyal-sinyal dari dia. Kadang nih ya,aku sering ngeliatin dia.. eh kadang aku sering ketemu mata sama dia.’

“jangan-jangan tanpa kamu tahu,dia juga sering ngeliatin kamu.”

“hmm…..semoga aja, jadi aku gak galau lagi, ya gak?”

‘amiinn..aku do’ain aja deh.”

***

Pagi yang cerah membuka semangat baru bagi Riska untuk memulai aktivitasnya di sekolah. Lagi-lagi Riska bertemu Rian di koridor sekolah dan Rian lagi-lagi mencoba menggodanya. Dengan sengaja dia menarik tangan Riska hingga Riska tersungkur ke tubuh Rian.

“ih.kamu gak bisa diem apa. Sehari aja gak jahil bisa gak?’ serang Riska garang.

Rian pun hanya membalas dengan senyuman. Dan itu membuat Riska bertambah kesal.

“aduh Va, Rian tuh gak bisa berheti gangguin orang. Tiap malem aja pasti ada sms dari dia,yang isinya tuh gak penting banget.” Cerita Riska kepada Deva.

“wah jangan-jangan dia naksir kamu ka” goda Deva.

“ waduh..aku mohon dengan sangat,,jangan sampai itu terjadi. Aku kan pengennya deketin Vino.kenapa jadi temennya yang kecantol.”

Deva hanya tertawa melihat wajah sahabatnya itu yang sedang gusar.

***

Malam ini Riska merenung sambil mendengarkan lagu favoritnya. Sementara matanya tak beralih dari langit yang berhiaskan bintang berkilauan. Sesekali matanya memandang foto Vino yang kemarin dia curi dari handphone temannya.

“Vin,kapan kamu bisa ngerti perasaan aku,kapan kamu bisa tau? Aku capek mendam rasa ini sendirian Vin.kapan kamu tahu,aku disini nunggu kamu Vin.” Gumam riska.

Untuk menghibur dirinya,dia membuka akun facebook-nya dan ada satu pesan yang ternyata dari Reza dan isinya cukup mengagetkan Riska.

“ ka..i love you.” Riska membaca pesan itu berulang kali.

Besoknya Riska langsung menceritakan itu kepada Deva.

“waduh ka,jangan-jangan Reza……” Deva menggantungkan kalimatnya.

“jangan-jangan apa Va..” Tanya Riska.

“ Ya…jangan dong Va, kemarin Rian,sekarang Reza, coba aja Vino,pasti aku tanggapin dengan senang hati.” Riska mengerti maksud kalimat Deva setelah sesaat berfikir.

“ ya udah deh..aku tahu cintanya Cuma buat Vino seorang, yang lain bisanya ngarep aja deh.” Kata Deva sambil tersenyum.

***



Rasa suka yang dialami Riska terus hadir walaupun dia telah mencoba untuk mengabaikan rasa itu. Tiba-tiba datang Deva mengusik ketenangannya yang sedang merenung.

“ hey, Riska Vino.” Kaget Deva.

“ apaan sih, Riska aja, bukan Riska Vino.”

“bentar lagi juga bakalan jadi Riska Vino” goda Deva.

“Amiinn Ya Allah…..” harap riska.

“eh, kamu tahu gak,aku denger kemarin Vino jalan sama adek kelas kita, si Yessi itu lho.”adu Deva.

“ya terserah dia lah. Aku juga gak akan terlalu berharap banyak sama dia.” Sahut Riska sedikit kecewa.

“loh,tadi baru bilang aminn, sekarang udah gitu lagi.” Goda Deva lagi.

***

Entah kenapa rasa itu perlahan hilang, namun tetap saja sisa-sisa cinta itu masih tertinggal dihati Riska. Suatu saat ketika dia sedang duduk bersama temannya, terlihat Vino dan Rico,teman sekelas Riska sedang ngobrol dan kelihatannya percakapannya serius. Rico pun meninggalkan Vino dan duduk di bangku dekat Riska sambil menggerutu.

“tuh anak bikin kesel aja. Apa sih maunya.” Geram rico.

Riska hanya bisa heran melihat sikap Rico. Tiba-tiba datang lagi Vino menuju kearah Rico. Riska mulai melihat sinyal-sinyal negatif dari wajah Vino.

“wah,dari tampangnya,kayaknya bakal ada perang nih. Gawat, aku harus cegah.” Gumam Riska.

Saat Vino lewat didepannya.

“Vino..jangan,kalian apa-apaan sih.” Cegat Riska.

“aku juga gak tau ka,kayaknya aku gak ngerasa punya salah sama dia,tapi dia ngajak ribut kayaknya.” Jelas Vino berhenti sebentar,lalu meneruskan jalannya ke arah Rico.

Riska hanya bisa melihat mereka dari tempat duduknya.

“loe gak ngehargain cewek Vin,loe gak ngerti perasaan mereka.” Sergah Rico tiba-tiba.

“maksud loe apa?kok ngebahas cewek?”Tanya Vino tak mengerti.

“loe tahu,selama ini diam-diam ada seseorang yang ngarepin loe,nunggu loe. Loe gak tau kan?”

“siapa?”

“loe pikirin aja sendiri.kira-kira siapa orang itu.”

Vino hanya bisa heran dan tampak bingung mendengar perkataan Rico. Dia bertanya-tanya dalam hati,siapa yang dimaksud Rico tadi.

***

Riska tiduran dikamarnya sambil mendengar mp3 di handphonenya.

“ Tuhan,kenapa sat aku mencintai seseorang. Dia tidak bisa membaca apa yang kurasakan. Namun disaat ada seseorang yang membuka hatinya untukku,aku malah tidak bisa merasakan cintanya. Kenapa aku gak bisa dicintai oleh orang yang juga aku cintai.” Gumam Riska.

Dering handphone membuyarkan lamunannya.

“apa mungkin aku hanya bisa berharap tanpa bisa memilikinya.” Riska membaca sms yang ternyata datang dari Rico.

“maksudnya?” Riska bertanya-tanya sendiri.

Otak Riska mulai berimajinasi. Selama ini sikap Rico memang baik dengannya dan mereka cukup akrab.

“ah,tapi gak mungkin. Sikap dia kan cuma sebatas teman aja,gak lebih kok.” Riska menepis pikiran itu.

***

Sementara itu, Vino masih kepikiran dengan ucapan Rico. Dia masih mencari-cari siapa yang diam-diam menunggunya selama ini.

“udah tahu orangnya?” Tanya Rico saat mereka berpapasan di kantin sekolah.

“belum.siapa sih” Tanya Vino.

“yakin mau tahu” Tanya Rico lagi.

“cepetan lah Co,gue penasaran nih.”

“Adelia Priska.alias Riska.”

“gak mungkin Co. loe tau darimana?” Tanya Vino,tidak yakin dengan ucapan Rico.

“gue denger dari mulut dia sendiri saat dia sedang curhat dengan Deva dikelas. Gue gak sengaja denger.sekarang loe tahu kan,dan gue harap loe bisa dewasa nentuin sikap.jangan biarkan dia nunggu loe terus dengan harapan-harapan kosong yang bakal nyakitin dia.” Jelas rico.

“maksudnya?” Vino bertambah bingung.

Pertanyaan itu diabaikan Rico,dan dia berlalu pergi meninggalkan Vino. Akhirnya Vino memutuskan untuk menanyakan sendiri dengan Riska.

“ ka, bener apa yang dibilang Rico kalau selama ini loe diam-diam merhatiin gue?”

Riska pun kaget membaca isi sms yang datang dari Vino tersebut. Dia pun bingung harus menjawab apa, lalu diabaikannya sms Vino.

Besoknya di sekolah, kebetulan Riska berpapasan dengan Vino dan Vino langsung memanfaatkan kesempatan itu.

“ Ka, kenapa semalem kamu gak jawab pertanyaan aku? Bener apa yang dibilang Rico?” sergah Vino.

Tak sengaja Rico lewat dan Vino langsung mencegat Rico.

“ co, jelasin apa yang loe bilang sama gue kemaren?”

“loe tahu darimna Co?” Tanya Riska.

“gue gak sengaja denger curhat loe sama Deva waktu itu.”

“trus kenapa loe bilang semuanya sama Vino.” Tanya Riska lagi,dan Rico pun terdiam.

“ jawab co, kenapa?”

“sampai kapan loe mampu mendam rasa ini sendirian ka. Gue gak mau liat loe sedih karena cinta loe gak pernah dibalas. Bahkan Vino mungkin gak akan tahu kalau gue gak bilang langsung sama dia...” Jelas Rico

“tapi Rico…”

“ gue Cuma mau liat loe seneng Ka.” Potong Rico.

Riska terdiam dan dia menatap Rico.

“maksud loe?” Tanya Riska lagi sambil menatap Rico.

“loe ingat sms gue dulu ke loe. Itu isi hati gue Ka.” Riska teringat sms Rico waktu itu, dan dia menarik nafas perlahan sambil menundukkan kepala.

”karena gue ingin loe bahagia,jadi gue bilang semuanya sama Vino Ka.’ Lanjut Rico lagi.

“Rico…terus gimana…”

“gue gak apa-apa Ka. Asal loe bahagia.” Rico memotong kalimat Riska.

Riska diam dan mengalihkan pandangannya ke arah Vino.

“ Vin.itu semua benar. Tapi itu dulu,dan sekarang gue udah gak ngarepin balasan dari loe lagi. Lagian gue juga gak mau maksa loe buat nerima gue. Karena gue tahu, loe gak akan bisa mencintai gue seperti gue dulu ke loe.” Jelas Riska.

“maksud loe Ka?” Tanya Rico dan Vino serempak.

“ya,gue udah ngubur perasaan itu dalam-dalam. Dan sekarang gue gak lagi ngarepin Vino kok, loe tenang aja Vin. Gue gak akan maksa loe buat suka sama gue lagi.”lanjut Riska.

“sekarang ada orang yang benar-benar sayang sama loe. Apa harapan itu ada untuk dia?” Tanya Vino sambil menunjuk rico.

“jujur gue juga sayang loe Co.sikap loe,kebaikan loe. Itu yang bikin gue juga sayang loe. Tapi gue gak bisa nerusin rasa itu karena gue gak mau persahabatan kita rusak gara-gara itu. Karena loe udah jadi teman aja loe udah bikin gue bahagia kok punya teman kayak loe.” Jelas Riska.

“loe bener ka.persahabatan kita lebih penting.” Jawab Rico.

“lagian,loe masih bisa kok sayang sama Riska sebagai adik.’ Sambung Vino.

“iya dong, gue kan juga sayang sama Rico. Tapi Cuma sebagai sahabat. Loe gak perlu berubah kok sama gue,sikap loe,kebaikan loe. Contohnya sekarag aja.mumpung masih dikantin nih,boleh dong ya mesen satu mangkok aja.laper ni habis klarifikasi tadi.”canda Riska.

“yeee ujungnya gak enak tuh.” Balas Vino.

Dan akhirnya semuanya berkahir bahagia. 3 hati itu tetap bisa saling menyayangi sebagai sahabat.

Mellytha Afriani

Cerpen Sedih, Penaluna

Aku bersandar di dinding dapur. Ini sudah hampir setengah jam tapi Mama ngga juga berhenti mengoceh. Aku muak. Aku benar-benar muak dengan semua perkataan Mama. Banyak hal yang Mama ngga tahu tentang aku. Mama cuma mengenal dan menilai aku berdasarkan apa yang dia lihat. Dia ngga tau apa-apa tentang aku.

“Kamu itu rasioal sedikit lah, Luna. Mau jadi apa kamu dengan mimpi-mimpi kamu itu? Papa dan Mama pingin kamu jadi dokter. Titik. Mimpi itu ya mimpi, ngga akan untuk jadi nyata. Ngerti kamu?” Kata Mama tanpa memandangku.

“Terserah deh, Ma. Mama ngga tahu apa-apa.” Balasku sambil berjalan pergi meninggalkan Mama. Perasaanku campur aduk. Banyak hal yang membuatku down saat ini. Di sekolah, di rumah, semua orang. Kepalaku terasa sangat berat. Aku masih ngga percaya Emma yang lolos audisi Teen Movie Maker. Emma si cewe centil dari SMA 23 yang aku temui di tempat audisi. Sepertinya dia sama sekali ngga punya kemampuan untuk jadi sutradara. Mungkin dia hanya bisa memegang alat make-up. Aku yang selama ini berjuang untuk lolos audisi itu. Aku yang setiap hari terus berlatih. Aku yang setiap saat bermimpi untuk jadi sutradara. Aku yang selama ini kerja keras belajar segala hal. Aku selama ini yang berjuang. Bukan dia, bukan Emma. Dia ngga tahu apa-apa tentang bagaimana membuat film. Dia ngga tahu apa-apa. Aku yang tahu. Aku yang selama ini mimpi untuk lolos audisi itu. Aku!

Aku membaringkan tubuhku di tempat tidur. Kamar adalah satu-satunya tempat dimana aku bisa sendiri. Aku ingin menghilangkan semua kekecewaan dan rasa bersalah pada diriku sendiri. Apa salah aku ngga mau jadi dokter? Apa salah aku punya impian sendiri? Apa salah aku ingin meraih semua hal yang selama ini aku inginkan? Semua orang meremehkanku, bahkan orang tua dan sahabatku. Semua orang, tapi ngga dengan Jeff. Dia laki-laki yang selama ini mendampingiku. Dia ngga pernah meremehkanku. Dia selalu disampingku.

Tiba-tiba ponselku berbunyi.. Jeff Menelpon.

“Halo Jeff.” Sapaku ramah.

“Kamu lagi dimana, sayang? Aku cari kamu di sekolah, ternyata kamu udah pulang.” Mendengar suaranya membuatku merasa lebih baik.

“Aku di rumah.”

“Kenapa suara kamu lemes gitu? Kamu lagi nangis ya? Ada apa?”

“Eh engga kok, sayang. Aku ngga nangis. Cuman lagi kecewa aja.”

“Karena audisi Teen Movie Maker itu?”

“Iya..”

“Aku ke rumah kamu sekarang ya. Aku pingin bikin kamu senyum lagi.”

“Ada Mama di rumah, Jeff.”

“Mama kamu ngga akan apa-apa kalau aku yang datang.”

“Iya deh.”

“Tunggu ya, princess..” Jeff menutup telepon.

Aku mengambil sebendel kertas dari dalam tas. Beberapa lembar kertas ini adalah naskah film pendekku. Sebuah film pendek yang aku buat susah payah. Tapi semuanya sepertinya sudah berakhir. Padahal lewat audisi Teen Movie Maker lah satu-satunya jalanku meraih semuanya. Sutradara terkenal. Gue benar-benar menginginkannya. Aku menggumam dalam hati, seperti biasanya. Ngga sengaja aku menjatuhkan tas disampingku dan membuat isinya berceceran di lantai. Semua barang-barang gue hari ini, gila banyak banget, mungkin gue bakalan kaya kalau tiap hari dapet bayaran buat bawa semua school stuffs ini. Aku memerhatikan sebuah buku berjudul ‘Dream Big’ diantara buku-buku sekolahku. Buku tentang motivasi dengan sampul bergambar balon warna-warni. Buku pemberian Manda, untuk memberiku inspirasi, katanya. Yah, kurasa dia mulai menyemangatiku. Aku meraih buku itu. Satu persatu halaman aku buka dengan tidak acuh. Aku terlalu malas membacanya. Kurasa menonton film jauh lebih menyenangkan daripada membaca buku. Aku mendengus. Tiba-tiba mataku terpaku pada sebuah halaman. Halaman 14, kalimat yang dikutip dari Woodrow Wilson.

“Semua orang adalah pemimpi. Mereka melihat segalanya bagaikan kabut lembayung pada musim semi, atau sebagai api yang membakar pada malam musim dingin. Beberapa dari kita membiarkan suatu impian mati, namun yang lain memupuk dan melindunginya, merawatnya dalam hari-hari buruk hingga membawanya ke sinar matahari dan juga cahaya yang selalu menghampiri mereka yang selalu berharap impiannya akan menjadi nyata. Semua yang Anda impikan, Anda inginkan dan Anda harapkan, akan dapat Anda raih jika Anda memiliki kekuatan untuk bertahan, jika Anda dapat tetap terfokus pada tujuan Anda dengan intensitas yang cukup dan dengan satu tujuan.”

Aku bengong. Ini kata-kata terindah yang pernah kubaca. Mungkin buku itu dikirim Tuhan padaku sebagai perwujudan dari malaikat. Aku tertawa sendiri. Buku ini adalah malaikat yang dikirim Tuhan? Kalau begitu, buku ini pasti punya sayap tersembunyi. Aku pasti sudah gila. Makin hari, otak gue semakin kacau. Berasa apa kalik gue kalau kayak gini terus. Ha-ha. Aku membaringkan tubuhku lagi dan buku itu kuletakkan di atas dadaku, mencoba meresapi semua kata-kata tadi. Aku bisa, ya, aku bisa meraih apa yang aku inginkan. Tuhan selalu memberi jalan.



Ponselku berdering..

Ternyata aku tertidur tadi. Jeff pasti sudah sampai dan sedang berusaha menelponku. Benar, Jeff menelpon. Aku melempar ponselku ke meja dan segera berlari menuju ruang tamu. Jeff sudah duduk disana dan tersenyum manis padaku. Aku membalas dengan senyuman riang dan menghampirinya. Aku langsung memeluknya. Aku bisa mencium wangi parfum Drakkar, parfum yang sangat dia sukai.

“Luna, aku tadi ngga ingin bangunin kamu. Jadi aku telpon aja biar kamu bangun sendiri.” Kata Jeff sambil tertawa.

“Itu sama aja bangunin aku. Dasar. Tapi maaf ya aku ketiduran.” Aku merapikan kemeja Jeff. Dia tampan hari ini. Dia juga terlihat sangat dewasa, mungkin karena dia lebih tua dua tahun dariku sehingga aku sering melongo melihat gaya berpakaiannya yang berbeda dari anak seumuranku. “Mama ngga bangunin aku. Harusnya Mama bangunin aku.”

“Mama kamu ngga di rumah kok.”

“Loh? Tadi Mama di rumah.”

“Kata Bi Sami, Mama kamu lagi nyetorin tulisannya ke penerbit.”

“Oh.. emang dasar penulis ya ke penerbit terus kerjaannya.” Kataku ketus.

“Karena itu ‘kan nama kamu Penaluna. Mama kamu penulis dan juga pelukis, seniman dehpokoknya. Pena dan Luna. Penaluna Windy Arzen. ” Jeff mencubit pipiku.

“Tapi kalo Papa itu ‘kan investor. Berarti harusnya nama tengahku Investasi.”

Jeff tertawa terbahak-bahak. “Penaluna Investasi. Nama kamu keren banget!”

Aku memandang wajah Jeff. Cara tertawanya yang begitu lepas dan juga mata coklatnya. Aku suka kedua mata coklat itu. Jeffri Raditya, aku sudah pacaran dengannya semenjak aku di kelas tiga SMP, sekitar tiga tahun yang lalu. Dia begitu berarti bagiku.

“Oh iya, ngomong-ngomong soal audisi, semuanya bukan salah kamu, sayang. Kamu udah usaha keras selama ini buat bikin film pendek itu. Kita semua tahu kamu yang terbaik. Mungkin Emma lagi lucky aja.” Jeff meraih tanganku.

“Kita semua? Siapa yang kamu maksud kita semua? Mamaku? Papaku? Sahabatku sendiri, Kesly sama Manda? Mereka pikir aku yang terbaik untuk ini?”

“Udahlah, sayang. Kamu harus senyum. Ayo senyum..” Jeff menarik-narik kedua ujung bibirku dan membuatku tidak bisa menahan tawa. Jeff selalu membuatku tersenyum dan menjagaku. Dia segalanya. Sesuatu di dalam dirinya membuatku merasa begitu berarti. Aku sangat mencintainya.

Sore itu Jeff mengajakku keluar rumah hingga malam. Tentu saja untuk menghiburku. Dia membawaku ke pasar malam di pinggiran Jakarta. Wahana bermain anak-anak yang sederhana, penjual mainan, permen kapas, lampu-lampu malam, anak-anak kecil dan tawa mereka. Semuanya membuatku merasa lebih baik. Membuatku merasa seperti anak kecil lagi, saat aku bebas bermimpi seperti kupu-kupu yang bebas terbang dan selalu merasa semuanya begitu mudah untuk diraih.







Mobil Papa berhenti di depan sekolah. Aku mencium pipi Papa dan langsung keluar mobil untuk menghampiri Kesly dan Manda yang sudah berdiri di depan gerbang. Mereka selalu menungguku disana setiap pagi sambil duduk-duduk di bangku bawah pohon depan sekolah.

“Hey, you guys!” Sapaku dengan senyum ceria sembari menarik mereka melewati gerbang sekolah. Kedua sahabatku itu langsung menyerbuku dengan pertanyaan.

“Beneran Lun, Emma yang dari SMA 23 yang menang? Kok gue baru tau, loe ngga bilang-bilang.” Manda dengan wajah penuh penasarannya.

“Iya, sengaja ngga gue sebarin. Gue malu.” Jawabku datar.

“Tuh ‘kan Lun, Teen Movie Maker itu audisi yang susah banget. Hadiahnya aja ngga tanggung-tanggung: langsung dapet project dan ikutan gabung bareng sutradara-sutradara terkenal di berbagai seminar! Gila aja.” Kesly menarik tangan kananku dan membuat beberapa bendel kertas tugas yang kupegang jatuh. “Eh.. maaf, Lun. Gue ngga sengaja. Maaf banget.”

Aku tersenyum kecut, sementara Kesly memungut naskah yang berserakan di tanah. “Udah ngga apa-apa, Kes. Sini kertasnya. Jalan ke kelas, yuk.”

Kelas masih sepi. Sepertinya kami bertiga berangkat terlalu pagi. Aku memerhatikan anak-anak kelas sepuluh dan sebelas lalu lalang di depan kelasku, mereka berteriak pada anak-anak kelas duabelas dengan senyum mengembang di wajah mereka: “Pagi, kak” “Have a nice day, kak.”. Terasa baru kemarin aku seperti mereka, kesana kemari untuk menyapa kakak kelas yang paling senior. Itu semacam tradisi sekolahku setiap pagi. Konyol memang. Tapi hal itu yang akan selalu membuatku merindukan masa-masa SMA.

Aku masih tenggelam dalam pikiraanku sendiri hingga aku teringat sesuatu. Aku langsung mengecek tas. Dan benar saja setelah seisi tas aku acak-acak, aku ngga menemukannya. CD film pendek gue hilang! Gue yakin gue masukin ke dalam tas kemarin. Haduh bego banget gue sampe hilang gini. Kalo ilang, ya mati gue. Aku buru-buru menelpon rumah untuk menanyakan CD itu ke Bi Sami, mungkin saja dia melihatnya di kamarku. Tapi kata Bi Sami dia ngga melihatnya. Haduh mati gue bisa mati!

“Kenapa, Lun? Kok muka loe aneh gitu?” Kesly yang duduk di sebelahku nyeplos.

“Ada yang hilang. Haduh bego banget gue.”

“Apaan yang hilang, Luna Lalunna?”

“Eh, ngga apa-apa kok. Barang ngga penting he-he.” Aku nyengir. Kayaknya emang ngga usah dicari deh. Seinget gue, masih ada back-up nya di rumah. Semoga aja ngga ditemuin orang iseng.

Aku berpikir keras. Kira-kira siapa yang menemukan CD film pendekku itu? Pencari bakat atau juri Teen Movie Maker yang akhirnya menyadari bakatku dan memberiku kesempatan kedua untuk jadi juara? Aku tertawa kecil. Aku menertawai kekonyolanku. Kesly yang duduk sebangku denganku memandangiku aneh, tapi dia tahu bagaimana aku saat bertingkah aneh, terutama saat aku tertawa sendiri tanpa alasan, benar-benar seperti orang aneh. Dia membiarkanku lalu kembali sibuk dengan buku tugas matematikanya.

Jauh dari perkiraanku, bukan pencari bakat atau juri Teen Movie Maker yang menemukan CD itu, tapi Ivan. Dia salah satu anak populer di sekolah, dia juga super tajir, orangtuanya bukan orang sembarangan. Aku ngga pernah kenal dia, bahkan ngobrol sekalipun engga. Tiba-tiba dia menghampiri mejaku saat aku masih berkutat dengan PR matematika yang belum sempat aku kerjakan semalam—sangat realita anak SMA—. Tangannya mengulurkan sebuah formulir pendaftaran dengan kop bertuliskan Vancouver Film School.

“Luna Lalunna Penaluna, loe jatuhin CD loe di depan ruang OSIS kemarin dan gue temuin. Demi apa film pendek loe keren banget! Bener-bener ngga nyangka gue. Gue rasa loe cocok masuk ke Sekolah ini. Bokap gue yang rekomendasiin.” Ivan tersenyum padaku. Aku melongo, begitupun Kesly yang langsung menyerobot formulir itu dari tangan Ivan.

“A-apa? Bokap loe? Gimana bisa? Maksud gue, loe bahkan ngga kenal gue, iya kan? Kok bisa?”

“Banyak nanya nih loe, Lun. Udah ini terima aja formulirnya. Juga lampirin CD loe ini. Terus kirim ke alamat yang ada di kop. Gue yakin loe ngga cuman diterima, beasiswa bahkan udah nunggu elo. Bentar lagi 'kan kita juga udah lulus, jadi loe bebas nglanjutin dimana aja.” Cetus Ivan sambil menyodorkan CD film pendekku.

“Loe serius?” Aku masih memandangnya heran.

“Bokap gue nonton film pendek loe. Gue sih yang ngajak dia buat nonton. Gue juga kenal loe. Luna Lalunna Penaluna, si cewe cantik yang gue taksir dari kelas satu, tapi sayang udah punya pacar. Btw, good luck, ya. Kabarin gue berita baiknya.” Ivan nyelonong pergi dengan tawa di wajahnya. Luna Lalunna Penaluna, si cewe cantik yang gue taksir dari kelas satu, tapi sayang udah punya pacar. Aku bengong, ngga bisa ngomong apapun. Vancouver Film School? Bahkan lebih hebat dari hadiah Teen Movie Maker!

Kesly melambaikan tangannya di depanku. “Penaluna, loe masih hidup, ‘kan?”







Beberapa bulan kemudian..



Jeff, Mama, Papa, Kesly, Manda, dan Ivan. Satu-persatu dari mereka memberiku pelukan perpisahan. Pesawat berangkat lima menit lagi. Iya, aku dapat beasiswa di Vancouver, Amerika itu dan berangkat lima belas menit lagi, tepat lima belas menit lagi. Ngga ada lagi yang memaksaku untuk jadi dokter, ngga ada lagi yang meremehkanku karena paling tidak aku seudah membukitikan kemampuanku pada mereka. Aku bisa meraih apa yang aku impikan. Yah, belum jadi sutradara hebat juga, sih. Tapi ini sebuah pijakan awal. Selama ini aku jadi orang aneh, terlalu terobsesi, semuanya karena aku ingin meraih apa yang aku inginkan. Ada yang salah dengan bermimpi? Semua orang bebas bermimpi. Semuanya berawal dari mimpi. Ngga ada yang bisa mengendalikan masa depan kita selain diri kita sendiri, bukan orang lain. Terkadang kabar baik juga datang dari orang yang sama sekali ngga terduga, dari orang yang bahkan ngga terlintas di pikiran. Ivan si anak populer yang entah gimana sekarang jadi salah satu sahabatku. Dia sangat berjasa bagiku. Suatu saat aku akan membalasanya. Hmm.. dan tentang Jeff, dia yang akan selalu di sisiku. Dia berarti segalanya. Dia belahan jiwaku.

Aku berjalan meninggalkan orang-orang yang kusayangi. Tentu saja meninggalkan mereka untuk sementara. Kulihat mereka tersenyum padaku. Senyum ceria mereka. Senyum dengan rasa bangga mereka. Mereka melambaikan tangan padaku, mulut mereka bergumam dan aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka katakan. Tapi aku percaya mereka mengatakan ‘Kami mencintaimu, Lun’.

Luna Lalunna Penaluna. Well, ini bukan akhir, tapi permulaan dari sebuah akhir..
Annisa Widyawati

Cerpen Sedih Sayang, Aku Ingin Putus

Saat aku sedang tidak ada kerjaan, tiba-tiba ada seseorang yang mengirimi ku sms. “Anggi” isi smsnya. Aku pun langsung membalas nya dengan bertanya “siapa ini?”. Dia mengaku sebagai ahmad teman sekelas ku. Aku masih belum percaya bahwa dia adalah ahmad, akhirnya aku bertanya dengan teman-temanku apakah mereka mengetahui nomor siapa ini. Ternyata nomor itu adalah milik Rendi teman sekelas ku juga, ia mendapatkan nomor ku dari salah satu teman ku.

Setelah itu, kami jadi sering smsan. Aku awalnya tidak memiliki perasaan apa-apa kepadanya, tapi suatu saat dia menembakku dan aku tidak bisa menerimanya karna aku menganggap dia hanya teman. Dia tidak putus asa, beberapa kali dia menembak ku lagi sampai akhirnya aku menerima nya karna aku memiliki perasaan yang sama dengan nya, tapi saat aku menerima nya aku berkata bahwa aku tidak dibolehkan berpacaran selama sekolah, jadi kita tidak bisa ketemuan atau ngedate. Ia pun menyanggupinya.
Kami berpacaran hanya lewat sms dan telfon, di sekolah pun kami jarang berbicara karna kami tidak mau teman-teman kami yang lain tau bahwa kami berdua berpacaran. Selama itu kami banyak menghadapi masalah sampai harus putus nyambung putus nyambung. Suatu saat aku ketahuan berpacaran oleh orang tua ku, akhirnya hp ku disita dan kami tidak berhubungan lagi. Ketika hp ku dikembalikan, aku menghubungi rendi lagi dan kami pun berpacaran kembali.

***
Saat itu sandi ingin sekali menemuiku, tapi aku tidak mau karna takut ketahuan. Kami pun sepakat untuk bertemu didepan jendela kamar ku pada jam 3 subuh. Ketika kami bertemu, kami senang sekali walau dibatasi oleh teralis jendela kamarku. Tapi sayang, saat itu juga mama ku masuk ke kamar ku dan melihat ada rendi di depan jendelaku. Rendi pun langsung pergi dan aku hanya bisa diam saat orang tua ku memarahiku. Hp ku kembali disita selama berbulan-bulan dan kami tidak ada berhubungan sama sekali. Aku mengira bahwa rendi telah memiliki kekasih yang baru dan melupakanku, padahal saat itu aku masih sangat sayang kepadanya.

Setelah 6 bulan, hp ku pun dikembalikan tapi aku tidak menghubungi rendi. Pada tanggal 23 februari saat dia berulang tahun, ku beranikan diriku untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Aku kira dia tidak akan membalas sms ku, tapi ternyata dia membalas sms ku dengan ucapan terima kasih. Bermula dari sanalah hubungan kami terjalin lagi.

***

Saat pembagian kelas, aku dan sandi sekelas lagi, tapi orang tua ku tidak menyetujuinya dan meminta kepada guruku untuk memindahkan ku ke kelas yang lain. Aku pun rela dipindahkan dan tidak sekelas lagi dengan rendi. Tapi, kami masih berhubungan baik walaupun aku terkadang cemburu dengan nya yang sekelas dengan mantannya. Di saat seperti itu, aku biasanya meminta rendi untuk menelfon ku dan ku ceritakan semua unek-unekku kepadanya. Tidak jarang di telf aku menangis dan rendi juga ikut menangis.

Sebenarnya aku ingin kami tidak berhubungan lagi karna aku tidak mau terus-terusan membohongi orang tua ku, aku dulu berjanji bahwa aku tidak mauberpacaran lagi tapi ternyata aku tetap berpacaran. Berbagai cara ku coba untuk membuat rendi benci kepadaku dan meninggalkan aku. Saat itu aku hanya bisa berkata bahwa aku tidak akan bisa membuat mu bahagia karna keadaan ku yang terlalu di kekang dan aku tidak pernah bisa mengerti kamu. Tapi rendi selalu saja berkata “tujuan hidup ku hanya kamu vita, jadi kalau kita putus, aku tidak punya tujuan hidup lagi. Aku hanya ingin nanti kita bisa menikah dan bersama selamanya. Aku akan selalu mengerti keadaan mu dan memahami segala kekurangan mu”. Aku hanya bisa menangis mendengar perkataannya.

Suatu saat aku ingin benar-benar ingin rendi meninggalkan aku dan memberinya kebebasan untuk mencari wanita lain yang lebih baik dari ku, yang dibolehkan pacaran oleh orang tua nya sehingga wanita itu bisa membahagiakan rendi. Aku akhirnya meminta kepada rendi untuk putus dengan alasan aku sudah tidak tahan dan tidak sayang lagi dengan nya, padahal aku sangat sayang kepadanya. Aku tau itu menyakitkan baginya, tapi hanya cara itulah yang bisa ku lakukan. Rendi pun bersedia untuk ku putuskan.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan dengan rendi, aku merasa sangat kesepian dan hampa. Aku hanya dapat berharap suatu saat kami bisa bersama, kalau pun tidak bisa semoga saja dia mendapatkan kebahagiaan dengan wanita pilihan nya. Amin.
***

Anggi Sagita

Cerpen Romantis Esther...

Esther..mgkn esther tidak mau bertemu lagi dengan koko..mungkn esther berusaha menghapus seluruh kenangan kita dan cerita kita yang dulu pernah ada. Dan mungkin semua sudah terlambat menurut esther..Rintangan dan cobaan yang tidak mampu kita lewati berdua akhirnya membuat keadaan yang ada tidak bisa mempersatukan kita kembali..

Mungkin semua cerita kita sudah berakhir..sangat terpukul dan shock dengan keputusan dan pilihan esther yang sangat tiba-tiba..
Air mata dan penyeselan tiada arti dan tiada guna akhirnya yang koko dapatkan..usaha untuk mendapatkan dan memiliki hati esther sepenuhnya kembali akhirnya gagal..tertutupnya ruang hati dari esther buat koko membuat koko harus merelakan esther meski keikhlasan itu tidak...sama sekali tidak ikhlas...yaa..koko harus merelakan tanpa keikhlasan.

Maafkan koko yang sudah membuat keadaan seperti ini..karena koko tidak mau dan tidak bisa membohongi isi hati koko...besarnya sayang dan cinta koko kepada esther tidak akan pernah pudar...maafkan koko karena cinta koko telah mengkhianati esther..koko sudah ingkar janji untuk selalu menjaga esther ,dan mendampingi esther...



Meski dengan hati yang sedih, perih, dan uraian air mata,

Meski terkadang ucapan dan perkataan koko tidak sesuai dengan isi hati koko,

Tapi cerita itu akan abadi di hati koko..selamanya..meski nanti koko akan pergi jauh, bahkan sampai nanti koko tutup usia, cerita kita akan selamanya koko kenang....


Meski tersirat tidak akan ada yang abadi, tidak ada yang sempurna...semua pasti akan berlalu..

ijinkan koko membuat tulisan hati terakhir ini buat esther di hari yang special buat esther...koko tidak berharap balasan tulisan dari esther..koko hanya berharap esther masih akan senyum dan mengenali koko saat masih diberi kesempatan untuk bertemu koko..dan koko berharap, koko bisa hidup bahagia bersama dengan esther di kehidupan yang mendatang dan memperbaiki kesalahan kesalahan kita di kehidupan yang lalu...jikalau memang kehidupan mendatang itu ada..

meskipun esther tidak mau membaca semua tulisan ini sampai habis atau bahkan sampai esther delete, tapi koko sedikit bisa lega dengan membuat tulisan ini...karena tidak ada lagi yang bisa koko lakukan selain meluapkan isi hati koko...

Berlalu dan berlalu begitu cepat....

Gak terasa..semua harus berakhir..masih terlintas semua dibenak koko apa yang sudah terjadi dan kita lewati bersama selama ini..entah sampai kapan bisa terus dipikiran koko..semoga Tuhan terus bersama kita selamanya mengiringi perjalanan hidup kita..

7 tahun lalu, koko memutuskan berhenti kerja di merauke-papua setelah hampir 2 tahun kerja di merauke..koko akhirnya memutuskan untuk ke jakarta selama 1 bulan dan akhirnya memilih ke surabaya..ke surabaya juga karena ingin membantu kakaknya koko namanya ferry, cari barang dagangan untuk kemudian dikirim ke toko kakaknya koko di merauke..


Yaa..sepertinya semua tak terduga..Sekitar bulan september 2005, langit sore Surabaya terasa masih terik saat itu..sehabis keliling kota surabaya untuk cari barang dagangan untuk di jual di merauke, koko teringat punya janji dengan teman..teman koko mau kenalin koko ke seorang perempuan..dan sekitar jam 3 sore, koko akhirnya berkenalan dengan perempuan itu di mall Tunjungan Plaza Surabaya..dengan sosok koko yang waktu itu mgkn kurus banget dengan sedikit deg-degan bersalaman dan berkenalan dengan seorang wanita yang .....hmmmm...rambut lurus sebahu, pipi yang chubby dan montok  lucuu dehh..sangat sesuai dengan type wanita yang koko suka..yaa manis banget dalam pikiran koko saat ituuu..dia menyebut namanya Estherina..waktu bertemu dia, entah kenapa pada saat dia menyebut namanya estherina, dan koko melihat matanya, koko waktu itu merasa ada yang lain di sosok wanita ini..terlintas di benak koko sekejap kalo dialah..dia..ini dia..dan ini orangnya yang akan banyak mempengaruhi hidup koko...ya..ya..dan waktu itu mgkn koko jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan langsung merasa dia yang paling tepat buat koko.


Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.sosok seperti foto disamping ini saat pertama kali bertemu dengan dia.lucu bangettttt  Wanita itu akhirnya selalu koko panggil esther..dan dengan seiring waktu berjalan, kami semakin dekat dan dekat..entah kenaapa koko merasa nyaman saat bersama dia..koko mendapat signal positif selama melakukan pendekatan dengan dia..dan tepat hari Sabtu 1 Oktober 2005, sehabis nonton bersama dan malam mingguan di mall tunjungan, koko memberanikan diri untuk menyatakan cinta koko kepada dia..dan dia setuju untuk menjadi pacar koko..esther menjadi milik koko..cerita indah,manis dan pahit semuanya berawal disini..

Yaa..bisa dibilang terlalu cepat, terlalu dini untuk masa perkenalan koko dengan esther sampai akhirnya kami berdua jadian..Tapi semua hanya Tuhan yang tahu garis dan takdir cinta koko dengan esther...

Entah apa yang ada dlm perasaan koko..senang..gembira dan bahagia..karena wanita yang bersama koko itu lucu, smart, dan selalu membuat koko merasa tenang bila bersama dia...maklum kali yah..semangat anak muda yang jatuh cinta..saat itu usia koko masih 24 tahun dan esther 18 tahun masih SMA kelas 3..hihihi..iyaaaa ....katanya esther pernah gak naik kelas waktu kelas 1 SMA..dasar bandelll kali dia dulu..

Kita akhirnya jadi sering jalan bareng...naik motor bareng..ke mall mengendarai motor honda mega pro koko...kemudian ga lama koko ada tabungan waktu kerja jadi sales disurabaya, motornya diganti dengan motor bebek supra..  lucu banget deh..suka mampir di bakso jalan jagalan..mamam bakso disana, makan di kost koko atau di kost esther..bahkan kita sempet main bilyard bareng jugaa..diaa bisa maen bilyard ternyata..huuuu...tapi koko selalu menang..ihihihi

Hmmm..kadang esther ama koko juga suka makan nasi pecel keputran deket sekolah esther...enak banget nasi pecelnya..pedes dengan empal goreng suir-suir..kalo ke surabaya lagi pasti mau mampir kesini akhhh....


Hal terlucu lagi pernah ban motor kempes, koko ampe bingung..boncengin cewekk koko abis makan malahh pake acara ban bocorr..huuuu..kan gak lucuu...hujan pulaaa waktu ituu  akhirnya drpd esther naik motor kempes, koko suruh esther pulang ke kost naik taksi dan koko pergi tambal ban.hehehe..


Dan 18 oktober 2005, koko dapat kado special dr esther..kado pertama dr wanita yang mengisi hari-hari koko di surabaya..wanita yang koko cintai...kado berupa salib emas putih..dikasih saat di orange taksi waktu antar esther pulang ke kost..

Perasaan senang campur aduk waktu terima kado itu..hmm..selalu ada di kalung koko bandul salib emas putih itu saat itu..

Yaa..koko mengenal esther memang walaupun bukan sosok yang terlalu religius dalam Katolik, tapi esther selalu mencari Tuhan dan selalu mengingat Tuhan dalam segala langkahnya selalu..

Yaa..koko selalu diajak ke gereja setiap minggu..satu hal yang sudah sangat jarang koko lakukan dalam 5 tahun terakhir  tapi esther selalu mengingatkankan koko untuk selalu gereja dimulai saat menerima bandul salib itu sedikit banyak pikiran koko terbuka untuk selalu berserahkan diri dan mengucap syukur pada Tuhan atas kehidupan ini.....

Dan saat itu koko sadar kalau estherina , wanita yang 6 tahun lebih muda dari koko, mampu membantu koko untuk bisa lebih mengenal Tuhan..sikap esther yang sedikit manja, iya koko suka banget dengan kemanjaan dia, tapi mempunyai pemikiran positif yang lebih baik dari koko..

Hmmm..seiring waktu berjalan, tak terasa banyak yang telah terjadi diantara koko dan esther..sungguh tah terduga kalo perjalanan koko dengan esther baru dimulai saat itu...

Desember 2005, setelah semua berjalan sebagaimana mestinya...akhirnya koko memberanikan diri ke kampung halaman esther di cepu..tentunya dengan seijin esther dahulu..esthernya sudah berada disana duluan awalnya..dan akhirnya koko sampai di cepu untuk merayakan natal dan tahun baru bersama-sama di rumah esther. Koko dijemput sama esther dan kakak ipar esther di stasiun kereta api cepu..kota yang nyaman dan ramah sih menurut koko..iyaaa sempet naik becak bareng berdua juga di cepu....hehehe


Banyak hal terjadi di cepu..berkenalan dengan keluarga esther..jalan kaki ke toko-toko sebelah toko kue Gardenanya esther...kenal sama pegawai esther yang namanya cik gien..orang yang saat itu paling dekat dengan esther..tapi belakangan koko dengar dia jadi jauh dengan esther.. ..tapi pengalaman berkunjung ke cepu adalah hal yang luar biasa buat koko..koko bisa berkenalan dengan keluarga esther lebih awal dan cepat...koko merasa senang dan nyaman saat itu..bisa makan bersama keluarga esther..dan makan sate blora bareng esther..yaa..kesukaan esther juga...hihihi..

Iya, malamnya juga dibikin pudding di rumah esther..dan iya, pudding itu kesukaan koko banget..dia buatt puddingnya enakk banget..pake fla susu gitu..waktu malam itu makan pudding bareng adik esther namanya adit...makannya adit buanyak banget..gendut..dan iya, adit itu adik kesayangannya esther......sangat dekat waktu itu..

Tapi sepertinya semua berjalan tidak sesuai harapan koko..saat itu keluarga esther sepertinya tidak begitu menyukai sosok koko..dan esther diharapkan sama keluarga esther untuk tidak terlalu jauh jalan bersama koko. Tapi atas pemikiran matang koko dan esther, semua berjalan sebagaimana mestinya..

Hubungan koko ama esther berlanjut dan terus berlanjut...meski tanpa sepengetahuan keluarga esther di cepu kalau kita terus jalan bareng..satu hal yang koko petik,, esther sayang sama koko dan koko pun tidak mau kehilangan esther, sehingga waktu itu tidak mau memutuskan hubungan yang baru seumur jagung itu...koko berkesimpulan, mgkn orang tua esther tidak siap dengan keadaan yg ada..entah koko yang terlalu tua buat esther, belum mapan,atau ada sesuatu dlm benak orang tua esther..hiks..atau juga esther yang terlalu muda di usia 18 thn belum diijinkan untuk memiliki suatu hubungan yang serius dengan laki-laki...entahlah...dalam benak koko, koko hanya sayang dengan esther dan tidak mau semua berakhir hanya karena rintangan ini..

Setelah natal dan tahun baru 2005 usai, koko balik ke surabaya..kerja kembali..2005 berlalu..2006 menghampiri koko dan esther...saat itu semua berjalan sebagaimana mestinya..koko yakin bisa menjalani hub dengan esther baik-baik saja..


Hmm..yaa..lucu...Terkadang mama papa esther telp ampe harus menghindar kalo tidak ada koko disamping esther..dan akhirnya demi kelangsungan hub koko ama esther, esther harus membohongi keluarga kalo koko sudah tidak ada apa-apa dengan esther,hanya sebatas teman..terlintas dibenak koko esther sudah melakukan hal yang lumrah demi hub koko dan esther berjalan baik..sedih sih dengan keadaan begitu..tapi kembali lagi, ini hanya ujian dan rintangan dalam hub koko dengan esther.

Dan iya..seiring waktu berjalan,koko semakin mengenal karakter esther..sering waktu kita habiskan berdua..makan bareng...makan di pasar atom..makanan kesukaan kita..paniki dan rw masakan manado, bu gris di pasar atom..hampir setiap minggu sepulang gereja atau kalau tidak ke gereja sekalipun akan mampir ke pasar atom untuk makan berdua..rebutan kursi duduk dengan pengunjung lain di food court pasar atom....hihihihi

Dan sosok esther koko kenal periang..lucu..manjaaaa bangett....pipinya ituuu lohhh, bikin kepala koko kalo lagi sakit bisa sembuh sendiri..hehehe...kami semakin dekat dan dekat..huuuu..iya..sesekali koko tegur kepala dia yang sering miring sendiri tiba-tiba kalo nonton tv atau bioskop...huuu..bawaan dr kecil sih kata esther..tapi ya sudahlah..koko tidak bosan-bosannya menegur dia kalo kepala dia yang bulat itu tiba-tiba miring sendiri..hihihihi...

Ehhh iya,,,,akhirnya koko tau juga kalo dia ternyata bisa dan pintar masakkk..aduuh..dia jadi sosok wanita yang koko impikan dr seorang wanita..huuuu....


Di 2006 .......Seringkali saat dia pulang ke cepu, koko sering dibawaain makanan bikinan esther atau mama esther ke surabaya..kadang jjuga dibawain roti gardena yang di jual di toko..hihihi.juga pernah dibawain kodok swikee khas cepu...  lumayan, apalagi koko sendiri dikost kadang lupa makan..jadi kalo esther nginap di kost koko aja gak mgkn telat makan..soalnya ada esther yang ingetin makan...

Sering juga malam minggu pergi makan ikan bakar..minggu siang makan sop saudara di undaan kulon..seriiiing bangettt makan sop disituu..esther sering minta diajak makan kesana...weeeekk..hihihihii...terus suka banget tuh kalo pergi makan kodok goreng swikee,, tapi koko lupa nama jalannya... tapi lebih enak swikee yang di cepu sih..sepertinya lebih enak..

dari situ koko mengenal sosok esther yang doyaaaan makan pedes, doyan makan makanan makassar yang sebelumya gak pernah tau makanan makassar..hehehehe..ampe kadang koko marahin esther kalo makan sambel nya itu gak kira-kira, ampe kadang sambelnya itu bikin koko yang keringetan.... huuuu...

Waktu di thn 2006 berjalan sebagaimana mestinya dan terus berlalu...hingga suatu waktu di awal 2007 esther mendapat bea siswa dr st.louis ...bea siswa kuliah jurusan kedokteran di Untar – Jakarta.. bangga dan bahagia saat itu sih..apalagi denger esther ambil jurusan kedokteran...yaa..sulit diungkapkan dengan kata-kata...krn itu adalah jurusan yang diimpi-impikan oleh orang tua kepada anak-anaknya..



Akhirnya melalui pertimbangan yang berat, esther memilih kuliah kedokteran di jakarta.apalagi saat itu keluarga esther sangat support kalo esther kuliah kedokteran..

Iya,kuliah kedokteran butuh waktu lama, keseriusan dalam belajar dan kemapanan finansial..

Dan esther saat itu dengan mantap dan yakin bisa melewati rintangan yang belum kelihatan saaat itu..karena koko melihat di mata esther saat itu, di kamar kost koko, koko dan esther YAKIN bisa.

saat itu esther menangis di kost koko..seakan tdk mau dan ingin ada perpisahan dgn koko di surabaya dan koko tau esther pengen dekat di samping koko selalu..waktu itu esther denger lagu kerispatih- “lagu rindu” di kamar kost koko....esther menangiss dan menangiisss...  koko coba selalu menenangkan hati esther saat itu..koko coba bersikap tenang, padahal, jujur isi hati koko saat itu adalah pasti akan ikut esther ke jakarta...yaa..jakarta, kota yang sudah tidak terlalu asing buat koko.

Akhirnya, koko memutuskan untuk ikut bersama esther ke jakarta..mei 2007 koko resign dr kerjaan koko di surabaya..koko susul esther yang udah lebih dulu ke jakarta, kost di samping kampus untar baru, di jl. taman s parman blok A 1c..hehe..lengkap yaa..koko saat itu hanya punya 1 keinginan, tidak ingin jauh dari esther..karena esther udah banyak merubah hidup koko yang sebelum kenal esther kurang begitu nyaman buat koko dengan pengalaman-pengalaman buruk koko..terlintas di benak koko, tanpa esther koko lemah..lemah dalam segala-galanya...


Koko memutuskan ke jakarta juga karena jakarta udah tidak asing lagi buat koko,karena dulu koko sempat SMP dan kuliah di jakarta juga..apalagi ada kakaknya koko juga yang kerja di sinarmas di BSD City..


Dan Kokopun cari kerjaan di jakarta..dengan sedikit tabungan yg ada,, koko beli motor untuk mobilitas cari kerjaan di jakarta..

Tapi ternyata ga semudah itu cari kerjaan di jakarta..banyak lamaran yang koko masukkan ke perusahaan, tapi hasilnya nihil..akhirnya koko minta bantuan kokonya koko yang di BSD untuk masukkan koko di kerjaan property sinarmas..dan well, its work..koko dpt kerjaan di sinarmas property dengan gaji 1 juta perbulan dan tanpa pengetahuan soal property sedikit pun...buta bangettt soal property...tapi yaaah dengan semangat menyambung hidup, harus dijalani saat itu.

Tapi...Gak tau kenapa dan mimpi apa sebelumya atau ada pertanda buruk apa, 2 minggu sebelum masuk kerja di bsd, koko tabrakan di jalan gunung sahari..koko ditabrak sama mobil dr belakang..akh..ini sepertinya pertanda buruk buat koko...tangan kiri koko luka dgn tulang bergeser dan membekas sampai sekarang...tapi yah sudahlah..koko coba melupakan hal buruk tersebut....esther beberapa kali nemenin koko berobat tangan koko kala itu..esther marahin koko kalo koko obatin dengan cara-cara tradisional..harus operasi kata esther..tp dokter minta sekitar 10 jutaan untuk operasi..koko gak punya uang saat itu...akhirnya yah terapi urut kiri kanan aja....esther cemberut aja liat semua tingkah konyol koko dengan berobat tradisional..hehehe..


17 Juli 2007 koko mulai kerja di bsd..hadehh..usia koko sudah 26 dan esther 20 saat itu..huff...cepat dan cepat waktu berlalu..koko belajar banyak saat kerja di bsd saat itu..banyak hal yang koko pelajari di saat itu..


Tapi saat koko mulai kerja di bsd, disinilah dimulai banyak cobaan dan ujian dalam hubungan koko dengan esther...terkadang benci dan sangat lelah mengingat ujian dan rintangan itu...koko hanya berharap ujian dan rintangan itu bisa buat hubungan kita semakin kuat...

Banyak kenangan indah, seru,lucu,menyebalkan dan  dalam hubungan koko dengan esther kala itu...di sinilah koko belajar arti hidup, cinta, dan kasih sayang yang sesungguhnya..

Yaa..dimulai dengan waktu esther dan koko yang sering ngambek..mgkn dikarenakan sabtu dan minggu koko diwajibkan kerja terus  weekday esther kuliah, weekend esther libur tapi koko harus kerja...jadi waktu bareng dengan esther jadi berkurang..tapi koko selalu berusaha untuk bisa bersama esther di saat ada waktu dan waktu koko off di hari selasa..semua itu karena koko tahu, esther selalu ingin dekat dengan koko...demikian pun koko yang selalu ingin dekat dengan esther walaupun kalimat itu jarang terucap dr mulut koko...

Malam koko sempatkan bisa makan bareng esther sebelum pulang ke rumah kartini..kadang malam minggu esther nginap di kartini juga..minggu pagi koko antar pulang ke kost esther lagi..

Dan 2 bulan setelah kerja, dengan sedikit memaksa tabungan yang ada, koko membeli mobil hyundai yang awalnya tanpa sepengetahuan esther..plat mobilnya B 1800 MF..yaaa mobil si biru itu menjadi mobil pribadi pertama koko ama esther..esther sempet kaget campur senang saat mobil itu koko pake untuk jemput esther di kost..di raut wajah esther terlihat aneh..entah senang atau sedih...pikiran koko esther harus senang..hihihi..tp koko juga pikir mgkn esther sedih..karena koko tahu esther orangnya pelit..ga suka boros dan tahu cara menempatkan diri pakai uang...tapi koko coba mengalihkan situasi saat itu..koko cuek aja..krn koko pikir untuk mobilitas kerja di BSD itu sangat jauh dr rumah kartini di jakarta...dan lambat laun akhirnya esther pun bisa mengerti keadaan itu..

Seiring waktu berjalan, koko yang kerja dengan tekanan tinggi di BSD saat itu, dan kerja tanpa kenal waktu, mgkn mendapatkan hasil yang sedikit lumayan...setidaknya hasil kerjaan koko di marketing BSD saat itu bisa untuk ditabung dan buat makan bareng esther...dan iya, dalam tahun pertama kerja,, koko langsung masuk dalam 5 besar penjualan terbaik di BSD saat itu..hasil yang juga diluar dugaan koko...semua karena berkat Tuhan dan pastinya support dr esther juga saat itu...


18 0ktober 2007, koko dpt kado special lagi...dpt kue ultah dr esther..kue dari holland bakery..hehehe..enak..apalagi ada esther yang potongin kuenya..


saat itu semua berjalan baik-baik aja..seringkali koko cium pipi dan kening esther..dan iya..esther yang koko sering juga panggil rabbit, honey,hunhun, dengan manja hanya mau dan bisa bobo dibawah ketiak koko...rasa itu selalu membekas sampai sekarang..rasanya waktu itu hanya ingin memiliki status hubungan yang lebih dengan esther..tapi apa daya, esther masih baru memulai pendidikan kuliah esther waktu itu...

Iyaa...ada kenangan yang tak terlupakan jugaa...pada 2008 awal sempat terjadi banjir besar di jakartaaa..hampir seluruh jakarta terendam banjir...koko saat itu tidak kerja dan esther sedang berada di kost...dan saat itu grogol dan sekitarnya sangat parah kena banjir...dan esther terisolasi dalam kost...mati lampu..mati air..panik..gak bisa kemana-mana...koko di rumah kartini panik..bingung gak tau harus gimana..koko akhirnya minta tolong best fren koko si jemmy untuk jemput koko di rumah, lalu berdua naik motor sampai di depan roxy..karena selepas dr roxy udah banjir lautan yang parahh..hmmm..koko akhirnya liat ada jasa gerobak sampah untuk anterin sampe ke untar..koko jd naik gerobak sampah itu dari roxy sampai ke kost esther...sebelum sampe ke kost esther, gerobaknya kebalik di deket jembatan penyebrangan..hahahaha..kacauuu...gak lama esther keluar naik perahu karet, dan koko udah nunggu di bawah jembatan....dgn naik gerobak berdua, akhirnya bisa keluar dr banjir ama esther dan balik ke rumah kartini..hehehehehe....berduaan bauuu air gottt....

Dan iya, dengan tunggangan mobil biru, sering banget pergi makan berdua di tanjung duren..tempat makan anak-anak kost..makan tahu goreng dll..kadang sesekali makan di cafe strawberry jugaa...masih inget maen di cafe strawberry berdua waktu itu..tapi ga inget main apa...dan iya,esther koko tau sebagai wanita yang simple..she’s nice women..

Hmm..pertengahan 2008, koko ama esther berlibur ke bali ....ya sepertinya semua tersusun dengan baik sebelum ke bali..beli voucher hotel malam-malam sehabis koko pulang kerja di roxy tepatnya di kantor travel raja kamar..koko ambil cuti dr kantor, dan iya akhirnya kita liburan di bali....seruu..berenang di kuta, makan bebek bengil, keliling naik taksi, ampe makan nasi campur bali di denpasar..iya..liburan di bali yang gak akan terlupakan buat koko...

Seiring waktu yang terus berjalan, juli 2008 rumah di kartini akhirnya koko jual..dengan sedikit tabungan yang ada, koko dan esther memutuskan untuk membeli rumah di BSD..dalam waktu singkat setelah bereliling BSD, akhirnya koko dan esther memilih rumah di jl.angsana BSD City. Saat itu rumah itu memang sedikit gak terawat dan teratur sih..tapi sepertinya rumah imut itu nyaman untuk dihuni...dan tak disangka ternyata rumah inilah yang paling banyak menyimpan cerita koko dan esther,,rumah inilah menjadi saksi bisu cerita kita...

Hmm..yap..rumah itu akhirnya koko dan esther renovasi supaya nyaman untuk ditinggal dan dihuni..dengan tabungan yang ada dan sedikit memaksa, arsitek andri tamzil dibantu arsitek estherina hehehe, dengan dukungan alat alakadarnya menggambar rumah untuk direnovasi..

Selama rumah bsd di renovasi, koko sementara nge-kost di belakang hero tomang, kalo gak salah di jalan delima no.8...kadang-kadang esther nginap di kost koko..koko sebenarnya gak terlalu suka ngekost disitu..orang-orang dikost sepertinya kurang friendly  tapi supaya deket dengan kost esther ya koko tetep kost disitu..lagi pula renovasi rumah sekitar 3 bulanan aja selesai..gak sabar banget pengen nempatin rumah di bsd...yaa..saat itu juga bareng-bareng ama esther pindahan barang yang bisa dibawa dari rumah kartini ke kost tomang..pake mobil biru gotong royong bawa barang ke kost tomang

Kadang saat ada waktu bersama, keliling ke toko bangunan untuk cari bahan bangunan yang pas untuk rumah itu.. memilih keramik, interior rumah, perabotan dan lain-lain untuk rumah itu..meski renovasi tidak berjalan mulus sih, tapi akhirnya selesai sesuai harapan esther dan koko..rumah itu nyaman buat dihuni..dan simsalabimmm..

jadilah rumah itu jadi 2 kamar plus 1 kamar pembatu dan 2 kamar mandi plus 1 kamar mandi pembantu..dengan 1 syarat, wajib di cat warna putih rumah itu, sesuai kemauan komandan esther saat itu..hehehe

hmmm..rumah imut yang cozy pun jadi dan siap huni,yaa..rumah esther dan koko....ruangan favorit koko dan esther tak lain dan tak bukan adalah kamar tidur utama koko dan esther...lega dan nyaman dengan kamar mandi dalam yang kecil dan imut..

lambat laun juga esther jadi kenal dengan kokonya koko,koko akuang, sau-sau susy dan anaknya si lucu valerie...karena emang mereka juga stay di bsd saat itu..jadi sering main bareng dan ngobrol bareng dengan keluarga mereka..

esther juga jadi sering dirumah..saat weekend, esther lebih banyak tidak di kost, lebih memilih di rumah bsd untuk nginap..senangnya kala itu..tidak bisa digambarkan dengan kata-kata..seolah koko memiliki rumah tangga saat itu..tapi hub koko dan esther saat itu memang masih belum sepenuhnya disetujui dengan keluarga esther..

seiring waktu, suatu waktu koko memutuskan untuk mengganti mobil..mobil biru 1800 MF akhirnya dijual dan diganti dengan mobil yaris...yah gak semulus itu sih..koko masih ingat dengan jelas, esther marah-marahin koko, knp harus boros sampai harus ganti mobil ..tapi setelah menenangkan esther saat itu, esther akhirnya pasrah..hehehe...koko ama esther dikamar malah hitung-hitungan cara bayar yang paling pas buat mobil yaris itu...hehe..

di rumah bsd, esther sering masak buat koko..sering banget siang koko pulang ke rumah untuk mampr makan siang bareng esther di rumah...esther sering masakin koko soto ayam, semur daging, dan masih banyak yang lain..koko selalu merasa apapun yang esther masak selalu enak dan tanpa celah..koko selalu ditanya “enak gak ko ?”...koko selalu jawab “enak”...dalam hati koko, esther sosok yang luar biasa buat koko..untuk 1 hal ini, koko betul-betul kagum dengan sosok kewanitaan dan keibuan esther...yang belum tentu dan sangat jarang dimiliki oleh wanita lain..

waktu berlalu...akhir 2008 pun tiba..malam tahun baru 2009 koko menghabiskan waktu berdua di rumah, makan berdua dirumah..beli ikan dan lain lain siang harinya...malamnya bakar-bakar ikan di rumah..hehehe..seru..tapi jadi berantakan deh rumahnya..untung ada esther..hehehe..dan 2009 pun tiba...seolah waktu berjalan begitu cepat..

hal yang tak terlupakan juga selama nempatin rumah bsd, nonton bareng indonesian idol di rumah (remote tv udah jadi milik esther kalo ada acara idol ) esther ama koko sering ke mall SMS, maen ke mall TA..kadang ampe kuliner ke tempat kesukaan koko ama esther, nasi pecel lele depan RS.Husada, truss..hmm, dudung roxy makan sate kambing dan sop kambing...makan seafood anton di jembatan lima...makan duren bareng dirumah..iya esther doyan banget ama duren.....abis mam duren, cuci mulut ama cuci tangan pake air dr kulit duren..hehehehe

waktu berlalu dan berlalu...............


pertengahan mei 2009 koko mendapat tawaran kerjaan di balikpapan....pada saat itu memang kerjaan koko di BSD sedang tidak begitu bagus, penjualan koko menurun  dan disorot oleh atasan di BSD..apalagi memang sebelumnya ada kasus besar di BSD yang melibatkan Ko Akuang saat itu dan akhirnya ko Akuang mengundurkan diri...koko yang notabene adik kandung ko akuang, merasa sudah tidak nyaman bekerja saat itu.karena sering muncul cerita gak enak dibelakang koko..

Dan iya akhirnya koko ambil kerjaan itu dengan sebelumnya mohon ijin kepada esther....berat...sangat berat...tersirat di mata esther saat itu berat untuk mengatakan “iya”..

Koko mengundurkan diri dari bsd, dan coba merantau dan coba peruntungan di balikpapan.
entah kenapa saat itu perasaan koko merasa ada yang mengganjal..tapi koko coba buang jauh-jauh rasa itu..pada saat itu koko yang ada dipikiran koko, ada peluang knp tidak koko coba, disaat biaya hidup yang semakin besar dengan adanya cicilan rumah dan mobil...dan koko hanya bisa selalu berdoa semoga hubungan koko dengan esther baik-baik saja dengan keputusan yang koko ambil.

dan iya.....tanpa koko sadari sebelumnya, disinilah titik awal hancur leburnya hubungan koko dengan esther....

semua berlalu begitu cepat....

banyak yang tidak bisa koko bayangkan kenapa akhirnya seperti itu...ujian dan cobaan yang sangat berat kembali harus koko dan esther jalani...



semula berjalan baik-baik saja...koko banting tulang di balikpapan untuk menjalankan kegiatan usaha kecil-kecilan dengan modal seadanya dan ditopang sedikit banyak juga biaya dari adik koko...esther di jakarta dengan kegiatan kuliah kedokteran esther..pagi, siang ,malam kalo sempat kita saling telponan untuk melepas rasa kangen...

tekanan kerjaan yang koko rasakan disini semakon hari semakin berat...dan sering koko ceritakan juga ke esther saat itu..mulai dr kerjaan karyawan yang amburadul sampe masalah harus nutupin ongkos biaya hidup...krn ada tanggungan yang lumayan berat saat itu..ada cicilan rumah, mobil, sewa gudang dan lain-lain...

awalnya esther lumayan sering kunjungin koko ke balikpapan..koko sangatt senang...senang banget..esther bisa bantu-bantu kegiatan koko disini..dan seiring esther di balikpapan, banyak kenangan yang sudah koko lewati dengan esther....koko begitu bangga dengan esther...bangga dengan memiliki esther saat itu...banyak yg sudah esther lakukan buat koko yang tidak bisa koko sebutkan semua...

koko ama esther di balikpapan sering hang out bareng, makan bareng, selesaiin kerjaaan bareng...esther banyak memberi kenangan buat koko di balikpapan...hingga akhirnya, sampe saat ini, setiap langkah koko di balikpapan selalu terbayang sosok esther, dan selalu menginginkan pelukan esther setiap saat..

November 2010, lagi-lagi koko mendapat ujian yang sangat berat..Papa koko dipanggil lebih cepat oleh Tuhan karena penyakit cancer..sungguh pukulan yang sangat berat saat itu..

Disaat koko belum bisa membahagiakan papa, papa pergi lebih cepat..ya, Tuhan sayang papa..Tuhan menyembuhkan papa dari penyakit cancer ganas dengan memanggil papa menghadap Tuhan..

Esther di jakarta saat itu sampe terbang ke makassar untuk melayat..meski hanya sehari, tapi koko sangat apreciate dengan sikap esther..esther ama koko sempat tidur bareng di ubin yang dingin...dibawah jasad papa waktu itu..koko bangga dengan semua yang esther lakukan dengan koko..


yaa..seiring waktu berjalan, banyak masalah yang timbul akhirnya..pertengkaran sering terjadi....koko paham dan sadari, semua karena koko dan esther jauh...hal itu tidak akan terjadi seandainya koko ada di samping esther di jakarta....

selama koko di jakarta memang koko ama esther sering ribut dan tengkar, tapi hanya dalam waktu singkat, semua bisa selesai dengan baik...

iya di jakarta, dengan mengaitkan jari kelingking kita berdua, selalu masalah itu selesai dengan kata maaf..dan kita bisa berpikir dengan matang saat itu...

di balikpapan, semua tidak berjalan semudah itu..banyak hal yang ternyata mengecewakan esther, banyak hal yang tidak bisa dikompromikan berdua, meski semua bukan maksud dan tujuan koko..koko hanya butuh esther..selalu menginginkan esther di samping koko....ya..semua karena kita jauh..

koko tidak bisa melanjutkan tulisan ini lagi..air mata penyesalan koko seolah tidak henti hentinya menghadapi semua ini...semua karena besarnya sayang koko ke esther...

masih banyak kenangan koko dengan esther yang selalu membekas di hati koko..getar-getir dan rintangan yang bisa kita lewati berdua dalam hubungan kita

meski koko tidak lama mendampingi esther selama kuliah di jakarta, koko selalu ingin melakukan yang terbaik buat esther..dalam kesalahan kesalahan koko dan perbuatan koko yang buat esther menangis, koko minta maaf....

satu penyesalan koko sampai saat ini, koko sudah meninggalkan esther di jakarta..

koko setiap hari berharap semua yang terjadi sampai saat ini hanyalah mimpi..rasanya pengen bangun dari mimpi ini dan ada esther di samping koko saat koko terbangun....

koko sangat merindukan pelukan esther dan kehangatan kasih sayang esther...

estherina, maafkan koko..maafkan koko...maafkan koko yang sudah membuat keadaan seperti ini semuanya...

Setiap hari sampai saat ini, setiap bangun pagi selalu berharap ada esther disamping koko saat koko terbangun dari tidur..

Kalau kesempatan itu masih ada ya Tuhan, ijinkan koko untuk kembali ke pelukan esther..ijinkan koko untuk memperbaiki segala-galanya dalam hubungan koko dengan esther...

Tapi jikalau kesempatan itu sudah tidak ada ya Tuhan, semoga di kehidupan mendatang, koko bisa bertemu kembali dengan esther, mencintai esther, dan hidup bersama esther hingga akhir usia..

Mugkin terlambat, ya...mungkin koko terlambat menurut esther....esther juga tidak mau menyakiti perasaan orang yang esther pilih saat ini...tapi koko berharap pintu hati esther masih terbuka buat koko..meskipun berat buat esther, koko selalu berharap esther bisa memberikan koko kesempatan itu...Ya Tuhan, koko rapuh...sangat rapuh tanpa esther disisi koko...

Apa yang sudah kita lewati bersama selama ini membuat sampai saat ini koko sulit untuk bangkit tanpa esther...

Koko selalu berdoa kepada Tuhan, semoga diberikan jalan terbaik buat koko dan esther..

Selamat Ulang Tahun ya ther...semoga esther sehat dan diberikan rejeki, kekuatan serta kemudahan oleh Tuhan dalam menjalani hidup dengan lika-liku rintangan yang ada...Amin

Kangen banget bisa menjadi bagian di hari ulang tahun esther........

Pengen banget rasanya bisa disamping esther.....................................................................



Esther..Koko sayang esther..dan selalu sayang esther selamanya...koko kangen ama esther...



Apapun yang sudah terjadi diantara kita sampai saat ini, Koko merasa sayang kita masih jauh lebih besar dari rasa benci kita...

Andri Tamzil
 

http://cerita-cerita-di.blogspot.com Copyright © 2012-2013 | Powered by Blogger